Bulatan Times –Fenomena Supermoon kembali menyapa langit Indonesia pada Senin, 7 Oktober 2025. Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya sehingga menciptakan pemandangan malam yang spektakuler. Namun, fenomena langit ini juga mengancam wilayah pesisir karena dapat memicu banjir rob di 17 daerah Indonesia, mengingat ini adalah supermoon 2025 di Indonesia.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini terkait potensi rob yang berlangsung dari 5 hingga 16 Oktober 2025.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa Supermoon kali ini terjadi bersamaan dengan posisi Bulan paling dekat dengan Bumi (perigee), yaitu sekitar 361.458 kilometer.
“Pada periode ini, gaya gravitasi Bulan meningkat dan mendorong kenaikan permukaan air laut. Kondisi tersebut memicu pasang maksimum atau rob yang bisa lebih tinggi dari biasanya, terutama di pesisir utara Jawa, Sumatra bagian timur, dan Sulawesi selatan,” ujar Eko dalam konferensi pers, Minggu (5/10/2025). Fenomena supermoon 2025 yang terjadi di Indonesia ini memang berpotensi meningkatkan risiko banjir rob.
Wilayah Pesisir Rawan Rob
BMKG mengidentifikasi sejumlah daerah rawan rob, antara lain:
- DKI Jakarta dan pesisir Tangerang
- Pesisir utara Jawa Tengah (Semarang, Pekalongan, Demak)
- Wilayah timur Sumatra (Riau, Sumatra Selatan)
- Pesisir Sulawesi Selatan dan Tenggara
BMKG memperkirakan puncak rob terjadi pada 9–14 Oktober 2025, saat pasang air laut meningkat akibat pengaruh Supermoon yang akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada tahun 2025 ini.
Masyarakat Bersiap, Pemerintah Siaga
BMKG mengimbau warga pesisir agar tetap tenang tetapi meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak Supermoon 2025.
“Kami minta masyarakat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi,” tegas Eko.
Warga di beberapa wilayah sudah mulai bersiap menghadapi kemungkinan rob. Di Tambaklorok, Semarang, misalnya, warga membuat tanggul darurat dan memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Fenomena Supermoon 2025 Indonesia benar-benar membuat warga lebih waspada terhadap potensi banjir rob.
“Setiap Supermoon air lautnya pasti naik. Karena itu kami bersiap lebih awal,” kata Wati (45), warga setempat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiagakan petugas dan peralatan antisipasi menghadapi Supermoon 2025 ini.
“Kami berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD agar sistem pompa serta pintu air berfungsi maksimal,” ujar Heru Budi Hartono, Pj Gubernur DKI Jakarta.
Supermoon, Momen Langka dan Edukatif
Selain potensi rob, Supermoon juga menjadi momen langit yang dinanti banyak orang. Cuaca diprediksi cerah di sejumlah wilayah sehingga masyarakat dapat menyaksikan fenomena Harvest Moon mulai pukul 18.30 WIB tanpa teleskop. BMKG keluarkan peringatan dini terkait Supermoon 2025 ini untuk memastikan masyarakat dapat menikmati fenomena tanpa mengabaikan potensi risiko banjir rob.
“Supermoon bukan hanya indah, tetapi juga sarana edukasi. Kita bisa memahami hubungan antara benda langit dan dinamika alam Bumi,” jelas astronom amatir Rizal Kurniawan.
Fenomena Supermoon 2025 Indonesia mengingatkan bahwa keindahan alam sering datang bersama tantangan alam. Dengan kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi Supermoon 2025, dampak banjir rob dapat ditekan tanpa kehilangan kesempatan menikmati keindahan langit malam.
BMKG Indonesia – Peringatan Dini Pasang Maksimum
Detik News – Supermoon 7 Oktober 2025
Baca juga: https://www.bulatantimes.com/2025/10/05/indonesia-blokir-sementara-tiktok/







