Bulatan Times –Rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran yang dikaitkan dengan badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan tidak berhasil. Salah satu faktor yang disebut menghambat rencana tersebut adalah sikap Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Rencana tersebut dilaporkan merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan tekanan dari dalam Iran. Salah satu skenario yang disebut adalah memanfaatkan kelompok minoritas, termasuk kelompok Kurdi, sekaligus mendorong munculnya kembali aksi protes massal untuk melemahkan pemerintahan Iran.
Rencana Libatkan Kelompok Kurdi
Menurut laporan media Israel, Mossad sebelumnya menyusun rencana operasional untuk mendorong perubahan rezim di Iran.
Strategi itu antara lain melibatkan kelompok-kelompok minoritas di Iran serta upaya memicu demonstrasi besar yang diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan untuk menggulingkan pemerintahan.
Laporan lain menyebut rencana penggunaan kelompok Kurdi sebagai kekuatan di lapangan sempat menjadi bagian dari pembahasan strategi tersebut. Namun, rencana itu akhirnya tidak berjalan sesuai harapan.
Erdoğan Disebut Menghambat Rencana
Peran Turki kemudian menjadi sorotan. Sejumlah laporan menyebut Presiden Recep Tayyip Erdoğan berupaya menghambat skenario pemberontakan bersenjata yang melibatkan kelompok Kurdi di Iran.
Menurut laporan yang mengutip sumber pejabat, intervensi Turki disebut membuat rencana tersebut sulit dilaksanakan dan pada akhirnya harus dihentikan.
Posisi Turki menjadi penting karena Ankara memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas kawasan dan isu kelompok Kurdi. Perkembangan kelompok bersenjata Kurdi di kawasan dapat memiliki dampak terhadap keamanan nasional Turki.
Dua Pejabat Senior Mossad Dicopot
Kegagalan rencana tersebut juga dikaitkan dengan perubahan di tubuh Mossad.
Kepala Mossad Roman Gofman dilaporkan mencopot dua pejabat senior yang sebelumnya terlibat dalam penyusunan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Salah satunya disebut memimpin direktorat intelijen Mossad, sementara pejabat lainnya memimpin divisi Iran.
Media Israel Channel 12 sebelumnya melaporkan bahwa kedua pejabat tersebut termasuk tokoh yang terlibat dalam penyusunan rencana tertulis untuk menjatuhkan pemerintahan Republik Islam Iran.
Rencana Perubahan Rezim Tak Berjalan
Upaya mendorong perubahan rezim di Iran bukanlah isu baru dalam konflik Israel-Iran. Sebelumnya, terdapat laporan mengenai rencana yang melibatkan kelompok Kurdi untuk menciptakan pemberontakan di Iran.
Namun, berbagai laporan menunjukkan bahwa rencana tersebut menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari kebocoran informasi hingga pertimbangan politik dan keamanan negara-negara di kawasan.
Dengan demikian, kegagalan strategi tersebut menunjukkan bahwa upaya menggulingkan pemerintahan Iran tidak hanya bergantung pada operasi intelijen dan kemampuan militer, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika politik regional.






