Bulatan Times – Cumi yang dimasak terlalu lama saat ditumis bisa berubah menjadi keras dan sulit dikunyah. Agar teksturnya tetap empuk, perhatikan panas wajan, ukuran potongan, dan berapa lama cumi terkena panas.
Ada dua cara memasak cumi yang dapat digunakan. Untuk tumisan, cumi dimasak cepat dengan panas tinggi. Sementara untuk hidangan berkuah, cumi bisa dimasak perlahan hingga teksturnya kembali lunak.
Cara tersebut perlu disesuaikan dengan ukuran cumi dan jenis masakan. Potongan yang kecil dan tipis tentu tidak membutuhkan waktu memasak yang sama dengan cumi berukuran besar.
Baca Juga: Cara Makan Kepiting yang Benar agar Dagingnya Mudah Diambil
Bersihkan dan Potong Cumi Sebelum Dimasak
Sebelum mulai memasak, pastikan cumi sudah dibersihkan dengan benar.
Jika membeli cumi utuh, pisahkan kepala dan bagian tubuhnya. Keluarkan organ dalam, tulang bening yang menyerupai plastik, serta bagian mulut keras atau paruh di antara tentakelnya.
Bilas seperlunya dengan air bersih, lalu tiriskan. Untuk tumisan, keringkan permukaan cumi menggunakan tisu dapur agar tidak terlalu banyak air masuk ke wajan.
Potong badan cumi menjadi cincin atau potongan sedang dengan ukuran relatif seragam. Cara ini membantu setiap potongan matang dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pada cumi berukuran besar, bagian dalam daging juga dapat disayat tipis membentuk pola silang. Jangan menyayat terlalu dalam sampai daging terputus.
Selain membuat potongan lebih mudah ditangani, sayatan tersebut membantu bagian permukaan terkena panas dan membuat bumbu lebih mudah melekat.
Gunakan Wajan Panas untuk Tumis Cumi
Untuk masakan seperti cumi saus tiram, cumi lada hitam, atau cumi cabai hijau, teknik memasak cepat lebih cocok digunakan.
Panaskan wajan terlebih dahulu dengan api cukup besar. Masukkan sedikit minyak, kemudian tumis bawang dan bumbu hingga matang serta harum.
Setelah bumbu siap, barulah cumi dimasukkan.
Aduk cumi dengan cepat agar seluruh permukaannya terkena panas. Untuk potongan kecil dan sedang, proses ini biasanya hanya membutuhkan waktu singkat, sekitar satu hingga dua menit sebagai panduan awal.
Waktu tersebut bukan patokan mutlak. Ketebalan potongan, jumlah cumi, dan panas wajan dapat membuat waktu memasak berbeda.
Perhatikan perubahan warna dan teksturnya. Daging cumi yang semula tampak agak bening akan berubah menjadi putih buram ketika matang, dengan tekstur lebih padat.
Segera angkat setelah matang merata. Jangan terus mengaduk cumi di atas api hanya untuk membuat bumbu semakin kental.
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Cumi Sekaligus
Salah satu penyebab hasil tumisan kurang baik adalah memasukkan terlalu banyak cumi ke dalam wajan.
Cumi mengandung cukup banyak air. Ketika wajan terlalu penuh, suhu dapat turun dan cairan yang keluar membuat cumi lebih banyak terendam atau terkukus daripada ditumis.
Proses memasak akhirnya menjadi lebih lama. Jika dibiarkan, daging bisa terasa semakin kenyal dan alot.
Untuk jumlah cumi yang banyak, masak dalam beberapa tahap. Beri ruang agar setiap potongan bersentuhan dengan permukaan wajan.
Jika menggunakan saus yang perlu dikentalkan, selesaikan saus terlebih dahulu. Masukkan cumi menjelang akhir supaya tidak harus menunggu saus menyusut sambil terus terkena panas.
Cara Memasak Cumi dengan Kuah agar Tetap Empuk
Berbeda dari tumisan, cumi yang dimasak dalam kuah dapat menggunakan teknik memasak perlahan.
Teknik ini cocok untuk hidangan yang memang membutuhkan waktu lebih panjang, seperti cumi semur atau olahan berkuah dengan bumbu yang dimasak lama.
Gunakan api kecil dan cairan yang cukup, lalu biarkan cumi matang perlahan sampai dagingnya mudah ditusuk dan dikunyah.
Proses tersebut dapat membutuhkan sekitar 30 menit atau lebih, bergantung pada jenis, ukuran, dan ketebalan cumi. Periksa teksturnya secara berkala karena setiap cumi tidak selalu melunak dalam waktu yang sama.
Cara memasak lambat tidak sama dengan membiarkan tumisan terus berada di wajan selama belasan menit. Jika memilih teknik memasak lama, sejak awal siapkan masakan dengan kuah yang cukup agar cumi tidak mengering.
Baca Juga: Resep Udang Saus Padang Pedas Gurih, Mudah Dibuat di Rumah
Contoh Tumis Cumi Bawang Putih yang Sederhana
Untuk mencoba teknik memasak cepat di rumah, cumi dapat diolah menjadi tumisan bawang putih dengan bahan yang tidak terlalu banyak.
Bahan:
- 400 gram cumi yang sudah dibersihkan
- 3 siung bawang putih, cincang
- 1/2 buah bawang bombai, iris
- 1 sendok makan minyak
- 1 sendok makan kecap asin
- Lada secukupnya
- Sedikit air jika diperlukan
- Daun bawang secukupnya, opsional
Cara membuat:
Potong cumi dengan ukuran sedang, kemudian tiriskan sampai tidak terlalu basah.
Panaskan minyak dan tumis bawang putih serta bawang bombai sampai harum. Tambahkan kecap asin, lada, dan sedikit air jika diperlukan, lalu aduk hingga bumbu tercampur.
Besarkan api, kemudian masukkan cumi. Aduk cepat sampai seluruh bagian berubah menjadi putih buram dan matang merata.
Jika wajan terlalu kecil, masak cumi dalam beberapa tahap agar suhu tidak turun drastis.
Angkat segera setelah matang. Tambahkan irisan daun bawang jika suka, lalu sajikan selagi hangat.
Pilih Cumi yang Masih Baik dan Simpan dengan Benar
Teknik memasak akan lebih mudah diterapkan jika cumi yang digunakan masih dalam kondisi baik.
Cumi segar umumnya memiliki aroma laut yang ringan, bukan bau asam, busuk, atau amonia yang menyengat. Hindari membeli atau mengolah cumi yang menunjukkan tanda pembusukan.
Cumi beku sebaiknya dicairkan secara bertahap di dalam kulkas. Jika perlu lebih cepat, gunakan kemasan kedap air yang direndam dalam air dingin, bukan membiarkannya berjam-jam di atas meja dapur.
Pisahkan peralatan untuk cumi mentah dan makanan yang sudah matang agar tidak terjadi kontaminasi silang.
Selama memasak, pastikan bagian dalam cumi benar-benar matang. Tekstur empuk bukan alasan untuk menyajikan bagian yang masih mentah, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.











