Bulatan Times – Marco Bezzecchi menepis anggapan bahwa tekanan tampil di depan publik sendiri menjadi penyebab kecelakaannya pada balapan MotoGP San Marino 2026 di Misano, Minggu (13/9/2026).
Pembalap Aprilia Racing itu sebenarnya berada dalam posisi ideal untuk mengejar kemenangan. Bezzecchi memulai balapan dari pole position dan langsung memimpin selepas start, sebelum kehilangan bagian depan motornya di Tikungan 13 pada lap pertama.
Kecelakaan tersebut membuat balapan Bezzecchi berakhir sangat cepat sekaligus menggagalkan peluangnya membawa pulang poin penting dalam persaingan gelar MotoGP 2026.
Bezzecchi Akui Melakukan Kesalahan
Bezzecchi tidak mencari alasan setelah insiden tersebut. Ia mengakui kesalahan terjadi ketika memasuki Tikungan 13.
Menurut pembalap asal Italia itu, motornya sempat bergerak saat melewati rangkaian tikungan cepat sebelum zona pengereman. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat menjaga jalur dengan sempurna ketika memasuki tikungan.
Tangki bahan bakar yang masih penuh pada awal balapan juga menuntut pengereman yang lebih terkontrol.
Bezzecchi kemudian kehilangan grip ban depan dan terjatuh.
Ia menegaskan tekanan untuk menang di Misano bukan faktor yang memengaruhi kesalahannya.
“Kalau Anda start pertama, Anda ingin menang. Tidak masalah apakah itu Misano,” ujar Bezzecchi.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa ambisinya tidak berbeda meski balapan berlangsung di kandang sendiri.
Akhir Pekan yang Sebenarnya Menjanjikan
Kecelakaan pada balapan utama menjadi akhir yang mengecewakan setelah Bezzecchi tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Misano.
Pembalap bernomor 72 tersebut menjadi yang tercepat pada sesi Practice dengan catatan 1 menit 30,144 detik, unggul 0,103 detik atas Marc Marquez.
Bezzecchi kemudian memperkuat kecepatannya pada sesi kualifikasi. Ia merebut pole position setelah mencetak rekor lap baru Misano dengan waktu 1 menit 29,982 detik.
Marc Marquez berada di posisi kedua dengan selisih 0,198 detik.
Namun, Bezzecchi gagal mengonversi pole menjadi kemenangan pada Sprint. Marquez mengambil alih posisi terdepan sejak Tikungan 1 dan mempertahankannya hingga finis, sementara Bezzecchi mengamankan posisi kedua.
Pada balapan utama sehari kemudian, situasinya berbalik. Kali ini Bezzecchi mampu mempertahankan posisi pertama selepas start, tetapi kesalahan di lap pembuka langsung mengakhiri perlawanannya.
Kerugian Besar dalam Perebutan Gelar
Gagal finis di Misano menjadi pukulan besar bagi Bezzecchi dalam persaingan Kejuaraan Dunia MotoGP 2026.
Marc Marquez memanfaatkan kegagalan rivalnya dengan memenangkan balapan, sementara Jorge Martin finis kelima.
Hasil tersebut membawa Marquez ke puncak klasemen dan membuat Bezzecchi tertinggal 33 poin.
Misano juga menjadi balapan Minggu kelima musim ini ketika Bezzecchi gagal mencetak poin. Lima kegagalan tersebut terjadi dalam tujuh seri terakhirnya.
Situasi itu cukup kontras dengan kecepatannya sepanjang akhir pekan San Marino, ketika Aprilia RS-GP26 mampu bersaing langsung dengan Ducati milik Marquez.
Fokus Beralih ke MotoGP Austria
Bezzecchi tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan kegagalan di Misano.
MotoGP akan langsung melanjutkan musim ke Grand Prix Austria yang berlangsung di Red Bull Ring, Spielberg, pada 18-20 September 2026.
Bezzecchi mengatakan jeda singkat menuju Austria justru memberinya kesempatan untuk segera mengalihkan fokus. Ia berencana kembali berlatih dan mencoba melakukan reset sebelum menuju Spielberg.
Kondisi fisiknya juga akan dipantau setelah kecelakaan di Misano. Bezzecchi mengatakan indikasi awal menunjukkan dirinya baik-baik saja, meski ia masih perlu melihat kondisinya setelah efek adrenalin mereda.
Balapan Austria kini menjadi kesempatan penting bagi Bezzecchi untuk merespons kehilangan poin besar di Misano sekaligus menjaga peluangnya tetap terbuka dalam perebutan gelar MotoGP 2026.









