BANDA ACEH, BULATAN TIMES – Kota Banda Aceh memiliki beragam tempat wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, museum sejarah, peninggalan tsunami, hingga kawasan pantai untuk menikmati matahari terbenam.
Sebagian destinasi berada di pusat kota, sementara beberapa tempat lainnya tersebar di kawasan Jaya Baru, Kuta Alam, dan Meuraxa. Wisatawan dapat memilih lokasi sesuai minat, baik untuk mengenal sejarah Aceh maupun menikmati suasana kota.
Berikut delapan tempat wisata di Kota Banda Aceh beserta alamat dan daya tariknya.
1. Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Banda Aceh. Kubah hitam, menara, serta halaman luas dengan payung peneduh menjadi ciri khas kawasan masjid ini.
Selain digunakan untuk beribadah, masjid tersebut memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Aceh. Bangunannya juga menjadi salah satu simbol ketahanan masyarakat setelah tsunami 26 Desember 2004.
Wisatawan dapat menikmati arsitektur masjid dan suasana kawasan sekitarnya. Pengunjung yang tidak sedang beribadah tetap perlu menghormati ketentuan berpakaian dan aktivitas keagamaan.
Alamat: Jalan Moh. Jam No. 1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.
2. Museum Aceh
Museum Aceh menawarkan kesempatan mengenal sejarah dan kebudayaan masyarakat Aceh melalui koleksi benda tradisional, naskah, serta berbagai peninggalan masa lalu.
Salah satu daya tariknya adalah Rumoh Aceh, rumah tradisional berbentuk panggung yang memperlihatkan ciri arsitektur daerah. Museum ini juga mempunyai ruang pameran tetap dan temporer yang menampilkan koleksi sejarah serta budaya.
Menurut informasi pengelola, Museum Aceh melayani kunjungan dalam dua sesi, pagi dan siang, serta tutup setiap Jumat.
Alamat: Jalan Sultan Mahmudsyah No. 10, Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.
3. Gunongan dan Taman Putroe Phang
Gunongan dan Taman Putroe Phang merupakan kawasan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17.
Gunongan dikenal sebagai bangunan bersejarah yang berhubungan dengan Putroe Phang atau Putri Kamaliah, permaisuri Sultan Iskandar Muda yang berasal dari Pahang.
Di kawasan ini, wisatawan juga dapat mengenal Pinto Khop, bangunan yang dahulu berkaitan dengan akses menuju taman kerajaan.
Taman Putroe Phang kini menjadi ruang terbuka dengan pepohonan, jalur pejalan kaki, dan tempat duduk. Kawasan tersebut bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana santai sambil mengenal sejarah Kesultanan Aceh.
Alamat: Kawasan Jalan Merapi No. 37, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.
4. Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh menjadi tempat wisata edukasi untuk mengenang gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004.
Bangunan museum memiliki desain yang khas, sementara ruang-ruang di dalamnya menampilkan dokumentasi, instalasi, dan informasi mengenai bencana serta kehidupan masyarakat setelah tsunami.
Salah satu pengalaman kunjungan adalah melewati lorong yang dirancang untuk menggambarkan suasana bencana. Museum ini juga memberikan pengetahuan tentang mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi tsunami.
Lokasinya berada di kawasan pusat kota, tidak jauh dari sejumlah tempat bersejarah lainnya.
Alamat: Jalan Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.
Baca Juga: Wisata Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh: Jam Buka, Alamat dan Daya Tariknya
5. Museum PLTD Apung
Museum PLTD Apung memperlihatkan sebuah kapal pembangkit listrik yang terseret gelombang tsunami 2004 hingga terdampar jauh dari lokasi awalnya di kawasan pelabuhan.
Kapal berbobot sekitar 2.600 ton tersebut kini menjadi monumen sekaligus tempat wisata edukasi kebencanaan.
Pengunjung dapat melihat ukuran kapal dari dekat serta mempelajari dokumentasi mengenai peristiwa tsunami dan perubahan yang dialami kawasan permukiman di sekitarnya.
PLTD Apung berada di Gampong Punge Blang Cut, salah satu kawasan Banda Aceh yang menyimpan sejumlah peninggalan tsunami.
Alamat: Jalan Harapan No. 1, Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh.
6. Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP
Masih di Punge Blang Cut, terdapat situs dua kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), yakni KN 328 dan KN Malahayati 430.
Kedua kapal tersebut terseret gelombang tsunami pada 26 Desember 2004 hingga berada di kawasan permukiman.
Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh memperkenalkan situs ini sebagai destinasi wisata edukasi pada Juni 2026. Keberadaan kapal memberikan gambaran mengenai kuatnya gelombang yang menerjang kawasan pesisir saat bencana.
Situs tersebut menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin mengenal jejak tsunami di luar Museum Tsunami Aceh dan PLTD Apung.
Alamat: Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh.
7. Kapal di Atas Rumah Lampulo
Kapal di Atas Rumah merupakan salah satu peninggalan tsunami yang berada di kawasan Lampulo.
Daya tarik tempat ini adalah sebuah kapal nelayan yang terdampar di atas bangunan rumah setelah terseret gelombang tsunami 2004.
Kapal tersebut dipertahankan sebagai pengingat peristiwa yang dialami masyarakat setempat. Wisatawan dapat melihat langsung posisi kapal dan mengenal cerita mengenai bencana yang melanda permukiman tersebut.
Lokasinya berada di kawasan permukiman warga, sehingga pengunjung sebaiknya menjaga ketertiban dan menghormati lingkungan sekitar.
Alamat: Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh. Patokan peta: H8FG+X28.
8. Pantai Ulee Lheue
Pantai Ulee Lheue cocok dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana laut tanpa harus meninggalkan Kota Banda Aceh.
Kawasan pantai ini dikenal sebagai tempat menikmati matahari terbenam. Pada sore hari, pengunjung dapat bersantai di tepi laut, menikmati angin pantai, atau singgah di warung dan kedai kopi di sekitar kawasan Ulee Lheue.
Pemandangan laut menjadi daya tarik utamanya. Saat cuaca cerah, Pulau Weh dan Pulau Aceh juga dapat terlihat dari kejauhan.
Kawasan pantai berada tidak jauh dari Pelabuhan Ulee Lheue, yang melayani penyeberangan dari Banda Aceh menuju Sabang.
Alamat: Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh.
Baca Juga: Cara Pesan Tiket Kapal Banda Aceh–Sabang, Cek Jadwal dan Harga Terbaru 2026











