Bulatan Times– Puluhan warga Desa Alur Merbo, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, menghadapi kondisi memprihatinkan setelah banjir besar menghantam wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu. Aceh Tamiang banjir sungguh berdampak parah. Selama empat hari, warga bertahan tanpa makanan karena akses jalan menuju desa terputus total. Banjir yang terus meluas membuat wilayah itu semakin terisolasi dan sulit dijangkau bantuan.
Ketinggian air akibat Aceh Tamiang banjir mencapai satu hingga satu setengah meter. Kondisi ini memaksa warga bertahan di lantai dua rumah atau bangunan yang lebih tinggi sambil menunggu pertolongan. Persediaan bahan makanan habis sejak dua hari pertama, sehingga situasi di dalam desa semakin kritis.
Kepala Dusun Alur Merbo, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa warga tetap berusaha bertahan dengan segala keterbatasan.
“Sudah empat hari kami tidak masak. Beras habis, dapur tenggelam, dan listrik padam. Warga hanya menunggu bantuan datang,” kata Rahmad dalam sambungan telepon darurat, Rabu (3/12).
Rahmad juga menuturkan bahwa sebagian warga terpaksa menyaring air banjir untuk diminum karena ketersediaan air bersih sudah tidak ada. Kondisi itu membuat anak-anak dan lansia mulai menunjukkan tanda kelelahan dan dehidrasi akibat Aceh Tamiang banjir.
Bantuan Terhambat Arus Deras
BPBD Aceh Tamiang berusaha menyalurkan logistik, namun tim penyelamat menghadapi arus deras dan tumpukan puing yang memenuhi jalur akibat Aceh Tamiang banjir. Perahu karet dan mesin tempel yang mereka gunakan beberapa kali hampir terbalik saat mencoba masuk ke titik terisolasi.
“Kami mencoba masuk lewat jalur sungai, tetapi arus terlalu kuat. Situasinya sangat berbahaya,” jelas Kepala BPBD Aceh Tamiang, Syamsul Bahri.
Saat ini BPBD menyiapkan bantuan berupa makanan siap saji, air mineral, dan obat-obatan. Tim gabungan akan kembali bergerak ketika kondisi lapangan mulai aman.
Ribuan Warga Mengungsi
Lebih dari 12.000 warga mengungsi ke 18 titik pengungsian. Aceh Tamiang banjir kali ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam dua tahun terakhir. Curah hujan ekstrem yang terus mengguyur Aceh Tamiang sejak akhir pekan memperparah kondisi di sejumlah desa.
Warga memenuhi masjid, sekolah, dan gedung serbaguna untuk mencari tempat yang lebih aman. Namun beberapa lokasi pengungsian mulai kekurangan selimut, tikar, serta makanan karena jumlah pengungsi terus meningkat.
Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Aceh Tamiang banjir membuat tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, relawan medis, dan organisasi kemanusiaan terus bergerak mempercepat evakuasi serta distribusi logistik.
Pemerintah mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi aman dan menghindari upaya kembali ke rumah sebelum banjir surut sepenuhnya.
Baca Selengkapnya :
Informasi resmi penanggulangan bencana di Indonesia
Update kondisi cuaca dan peringatan banjir
Berita Lainnya :


Tinggalkan Balasan