Bulatan Times – Operasi katarak dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang sudah keruh dan menggantinya menggunakan lensa buatan. Setelah tindakan, pasien perlu menjaga mata dari gesekan, menggunakan obat tetes sesuai resep, dan menghindari sejumlah aktivitas sampai kondisi mata dinyatakan aman.
Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah fakoemulsifikasi, yakni teknik memecah lensa keruh menggunakan gelombang ultrasonik melalui sayatan kecil.
Operasi ini umumnya tidak memerlukan rawat inap. Namun, pemulihan mata tetap membutuhkan waktu dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan luka sembuh dengan baik.
Baca Juga: Penyebab Katarak dan Cara Mengobatinya, Kenali Gejala hingga Operasi
Persiapan Sebelum Operasi Katarak
Sebelum menjalani operasi, pasien akan diperiksa oleh dokter spesialis mata untuk menilai kondisi lensa, ketajaman penglihatan, serta kemungkinan adanya gangguan mata lain.
Dokter juga melakukan pengukuran bentuk dan ukuran mata untuk menentukan kekuatan lensa buatan yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dikenal sebagai biometri.
Pasien yang mempunyai diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit tertentu perlu memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatannya. Begitu pula dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Obat rutin tidak boleh dihentikan sendiri menjelang operasi. Dokter akan menentukan apakah ada obat yang perlu disesuaikan sebelum tindakan dilakukan.
Pasien juga dianjurkan datang bersama keluarga atau pendamping karena tidak diperbolehkan langsung mengemudi sendiri setelah operasi.
Bagaimana Prosedur Operasi Katarak Dilakukan?
Pada sebagian besar operasi katarak, pasien mendapatkan anestesi lokal berupa obat tetes atau teknik pembiusan lain di sekitar mata. Tujuannya agar tindakan berlangsung tanpa rasa nyeri yang berarti.
Pasien biasanya tetap sadar selama operasi. Mereka mungkin melihat cahaya atau gerakan, tetapi tidak dapat melihat dengan jelas tindakan yang dilakukan dokter.
Setelah area mata dibersihkan dan pupil dilebarkan, dokter membuat sayatan kecil pada bagian depan mata.
Melalui sayatan tersebut, dokter memasukkan alat khusus yang menghasilkan gelombang ultrasonik untuk memecah lensa yang keruh menjadi bagian-bagian kecil.
Fragmen lensa kemudian dikeluarkan menggunakan alat pengisap. Kapsul lensa yang masih dapat dipertahankan digunakan sebagai tempat pemasangan lensa buatan.
Lensa buatan atau intraocular lens (IOL) dimasukkan ke dalam mata untuk menggantikan fungsi lensa yang sudah keruh.
Pada teknik fakoemulsifikasi, sayatan umumnya cukup kecil sehingga sering kali tidak membutuhkan jahitan. Meski demikian, dokter dapat menggunakan teknik operasi lain apabila kondisi mata tidak memungkinkan dilakukan fakoemulsifikasi.
Setelah tindakan selesai, pasien akan menjalani pemantauan singkat. Jika kondisinya stabil dan tidak ditemukan masalah yang memerlukan perawatan tambahan, pasien biasanya diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Pantangan Setelah Operasi Katarak
Masa awal pemulihan merupakan periode ketika mata perlu dilindungi dari tekanan, benturan, dan risiko infeksi.
Berikut beberapa aktivitas yang perlu dihindari setelah menjalani operasi katarak.
1. Jangan mengucek atau menekan mata
Mata yang baru dioperasi masih menjalani proses penyembuhan. Menggosok atau menekan mata dapat mengganggu luka operasi dan meningkatkan risiko komplikasi.
Jika mata terasa gatal atau seperti ada pasir, jangan langsung menguceknya. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter dan sampaikan keluhan jika rasa tidak nyaman semakin berat.
2. Hindari air, sabun, dan sampo masuk ke mata
Pasien umumnya tetap dapat mandi dengan hati-hati, tetapi air tidak boleh langsung disiramkan ke mata yang baru dioperasi.
Ketika mencuci rambut, usahakan posisi kepala sedikit mendongak agar air dan sampo tidak mengalir ke area mata.
Hindari pula paparan air kotor selama proses pemulihan.
3. Jangan langsung mengangkat beban berat atau berolahraga intens
Mengangkat benda berat, mengejan berlebihan, serta olahraga yang membutuhkan tenaga besar dapat meningkatkan tekanan pada mata.
Pada masa awal pemulihan, pasien juga perlu berhati-hati ketika membungkuk terlalu dalam, terutama jika kepala berada lebih rendah daripada pinggang.
Sebagian panduan menyarankan pembatasan membungkuk pada 48 jam pertama. Namun, lama pembatasan aktivitas fisik dapat berbeda bergantung pada teknik operasi dan kondisi pasien.
4. Tunda berenang dan aktivitas yang berisiko mencederai mata
Kolam renang, aktivitas berkebun yang banyak menghasilkan debu, dan olahraga kontak sebaiknya ditunda sampai dokter menyatakan aman.
Larangan berenang dapat berlangsung beberapa minggu. Durasi pastinya tidak sama pada setiap fasilitas kesehatan maupun pasien.
5. Hindari penggunaan kosmetik mata selama pemulihan
Riasan seperti maskara, eyeliner, atau produk lain di sekitar mata berisiko menimbulkan iritasi dan membuat area mata lebih sulit dijaga kebersihannya.
Penggunaan kembali kosmetik mata sebaiknya menunggu izin dokter setelah luka operasi dinilai pulih.
6. Jangan mengemudi sebelum penglihatan dinilai aman
Penglihatan setelah operasi belum tentu langsung stabil. Sebagian pasien mengalami perubahan persepsi jarak atau perbedaan ketajaman penglihatan antara mata yang sudah dioperasi dan mata lainnya.
Karena itu, aktivitas mengemudi perlu ditunda sampai pasien dinilai mampu melihat dengan aman sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah Boleh Menonton TV dan Menggunakan HP?
Menonton televisi, membaca, atau menggunakan ponsel umumnya tidak termasuk aktivitas yang harus dilarang selama berminggu-minggu setelah operasi katarak.
Pasien dapat kembali melakukan kegiatan ringan tersebut ketika sudah merasa nyaman dan penglihatannya memungkinkan, sesuai petunjuk dokter.
Namun, mata dapat terasa lebih sensitif terhadap cahaya pada hari-hari awal pemulihan.
Jika membaca atau melihat layar membuat mata cepat lelah, hentikan sementara aktivitas tersebut dan beristirahat.
Kacamata hitam dapat membantu mengurangi rasa silau ketika berada di tempat terang.
Baca Juga: Cara Mengatasi Flu di Rumah, Obat yang Tepat dan Kapan Harus ke Dokter
Gunakan Obat Tetes Mata Sesuai Petunjuk Dokter
Setelah operasi, dokter biasanya memberikan obat tetes untuk membantu mencegah infeksi dan mengendalikan peradangan.
Jenis obat dan lama penggunaannya disesuaikan dengan kondisi mata. Sebagian pasien memerlukan pengobatan selama beberapa minggu.
Sebelum menggunakan obat tetes, cuci tangan dengan sabun dan keringkan menggunakan handuk atau tisu bersih.
Saat meneteskan obat, hindari menyentuhkan ujung botol ke permukaan mata, bulu mata, atau kulit.
Gunakan obat sesuai jadwal yang diberikan. Jangan menghentikan pengobatan lebih awal atau menambah frekuensi pemakaian tanpa arahan dokter.
Pasien juga mungkin diminta menggunakan pelindung mata saat tidur selama beberapa hari pertama. Pelindung tersebut membantu mencegah mata tergosok secara tidak sengaja.
Berapa Lama Mata Pulih Setelah Operasi Katarak?
Sebagian pasien mulai merasakan penglihatan yang lebih baik dalam beberapa hari setelah operasi. Namun, pemulihan penuh dapat membutuhkan waktu beberapa minggu.
Pada hari-hari awal, mata mungkin terasa sedikit mengganjal, berair, sensitif terhadap cahaya, atau mengalami penglihatan yang masih agak buram.
Keluhan ringan tersebut umumnya akan berangsur membaik. Meski demikian, pemulihan setiap orang dapat berbeda, terutama bila terdapat penyakit mata lain atau komplikasi selama tindakan.
Pedoman nasional Kementerian Kesehatan mengatur pemeriksaan lanjutan setelah operasi katarak, antara lain pada hari pertama hingga kedua, hari keempat hingga ketujuh, serta sekitar hari ke-21 sampai ke-30.
Pemeriksaan tersebut bertujuan menilai penyembuhan luka, tekanan bola mata, tanda infeksi, serta hasil penglihatan setelah tindakan.
Dokter juga dapat menentukan kapan pasien perlu menggunakan kacamata baru setelah kondisi mata cukup stabil.
Jadwal kontrol yang diberikan kepada masing-masing pasien tetap harus diikuti, termasuk apabila dokter menetapkan pemeriksaan lebih sering.
Tanda Bahaya Setelah Operasi Katarak
Tidak semua keluhan setelah operasi merupakan bagian normal dari pemulihan.
Pasien harus segera menghubungi dokter mata atau mencari pertolongan medis jika mengalami:
- Nyeri mata berat yang tidak membaik dengan obat.
- Penglihatan tiba-tiba menurun atau menghilang.
- Mata menjadi sangat merah atau bengkak disertai keluhan yang memburuk.
- Muncul kilatan cahaya atau banyak bintik melayang secara mendadak.
- Terlihat bayangan gelap seperti tirai menutupi sebagian penglihatan.
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan komplikasi serius, termasuk infeksi di dalam mata, gangguan tekanan bola mata, atau masalah pada retina.
Pemeriksaan tidak boleh ditunda sampai jadwal kontrol berikutnya apabila tanda-tanda tersebut muncul.











