30 °c
Singapore
29 ° Rab
28 ° Kam
Selasa, September 29, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS EKONOMI

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Apa Dampaknya ke Harga BBM dan Barang Impor?

Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS di pasar spot. Pelemahan kurs dapat menekan biaya impor dan BBM nonsubsidi, tetapi harga tidak otomatis langsung naik.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in EKONOMI
0
Ilustrasi rupiah dan dolar AS dengan aktivitas impor serta pompa bahan bakar

Ilustrasi tekanan nilai tukar rupiah terhadap biaya BBM dan barang impor. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

0
SHARES
6
VIEWS

Bulatan Times – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), rupiah di pasar spot sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Posisi itu menjadi perhatian karena pelemahan rupiah tidak hanya berpengaruh pada pasar keuangan. Jika berlangsung cukup lama, dampaknya dapat merambat ke biaya impor, harga barang yang menggunakan komponen luar negeri, hingga biaya pengadaan bahan bakar minyak.

Meski demikian, melemahnya rupiah tidak berarti seluruh harga barang langsung naik pada hari yang sama. Dampaknya bergantung pada jenis barang, stok yang tersedia, kontrak pembelian, kebijakan perusahaan, serta apakah produsen melakukan lindung nilai terhadap perubahan kurs.

Bank Indonesia mencatat JISDOR pada Senin (28/9/2026) berada di Rp17.965 per dolar AS. Angka tersebut berbeda dengan kurs spot intraday maupun kurs jual yang digunakan bank dan money changer untuk transaksi langsung.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 23 September 2026, Pasar Menanti Keputusan Bank Indonesia

Mengapa Rupiah Rp18.000 Membuat Impor Lebih Mahal?

Perusahaan yang membeli barang atau bahan baku dari luar negeri umumnya membutuhkan valuta asing untuk membayar pemasok.

Ketika rupiah melemah, jumlah rupiah yang diperlukan untuk memperoleh dolar menjadi lebih besar.

Sebagai gambaran, kebutuhan impor sebesar US$100.000 membutuhkan Rp1,75 miliar jika kurs berada di Rp17.500 per dolar AS. Pada kurs Rp18.000, kebutuhan rupiahnya menjadi Rp1,8 miliar.

Selisihnya mencapai Rp50 juta sebelum memperhitungkan biaya pengiriman, asuransi, bea masuk, dan komponen lainnya.

Tekanan seperti ini tidak selalu langsung diteruskan kepada konsumen. Perusahaan dapat menggunakan persediaan lama, melakukan lindung nilai, menekan margin, atau menunggu sebelum mengubah harga jual. Namun jika pelemahan kurs bertahan, ruang untuk menahan kenaikan biaya akan semakin kecil.

Apakah Harga BBM Bisa Ikut Naik?

Dampaknya berbeda antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

Pemerintah sebelumnya memastikan harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan hingga akhir 2026. Karena itu, pelemahan rupiah tidak otomatis membuat harga Pertalite dan Biosolar berubah di SPBU.

Tekanan justru lebih terbuka pada BBM nonsubsidi.

Harga produk nonsubsidi mempertimbangkan sejumlah komponen, termasuk harga minyak dan produk BBM di pasar internasional, MOPS atau Argus, serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Situasinya menjadi lebih berat ketika rupiah melemah pada saat harga minyak dunia juga tinggi. Pada Selasa, Brent berada di sekitar US$105,91 per barel di tengah kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah.

Artinya, badan usaha menghadapi dua tekanan sekaligus: kebutuhan dolar menjadi lebih mahal dan harga komoditas yang dibeli juga berada pada level tinggi.

Namun, kondisi tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, atau Pertamina Dex akan naik pada periode berikutnya. Keputusan harga tetap menunggu evaluasi resmi masing-masing badan usaha.

Baca Juga: Harga BBM Oktober 2026 Bakal Naik? Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Barang Impor Apa yang Paling Terasa Dampaknya?

Barang jadi yang langsung diimpor biasanya menjadi kelompok yang paling mudah terkena perubahan kurs.

Gawai, laptop, elektronik rumah tangga, kendaraan tertentu, suku cadang, kosmetik impor, serta berbagai produk bermerek luar negeri dapat menghadapi biaya pengadaan yang lebih tinggi ketika dolar menguat.

Dampak juga dapat muncul pada produk buatan dalam negeri yang masih memakai bahan baku impor.

Industri farmasi, misalnya, masih bergantung pada bahan baku, bahan penolong, dan sejumlah mesin yang berasal dari luar negeri. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi sebelum akhirnya memengaruhi margin perusahaan atau harga produk.

Hal serupa berlaku pada sektor pangan yang menggunakan gandum, kedelai, gula mentah, susu, atau bahan penolong impor.

Karena itu, barang yang terlihat diproduksi di Indonesia belum tentu sepenuhnya bebas dari pengaruh kurs dolar.

Pelemahan Rupiah Bisa Memicu Imported Inflation

Bank Indonesia menilai stabilitas nilai tukar penting untuk membatasi risiko imported inflation, yakni tekanan harga di dalam negeri yang berasal dari meningkatnya biaya barang dan bahan baku impor.

Risiko tersebut meningkat ketika pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan kenaikan harga komoditas global.

Tekanan kurs juga berpengaruh terhadap keuangan negara jika pemerintah memilih mempertahankan harga energi bersubsidi.

Kementerian Keuangan sebelumnya mencatat belanja subsidi dan kompensasi mencapai Rp331,4 triliun hingga akhir Agustus 2026. Pergerakan harga minyak dan depresiasi rupiah termasuk faktor yang memengaruhi besarnya pengeluaran tersebut.

Dengan harga BBM subsidi tetap, sebagian tekanan harga energi tidak langsung berpindah ke konsumen, tetapi dapat lebih dahulu masuk ke beban subsidi dan kompensasi pemerintah.

Tembus Rp18.000 Bukan Berarti Semua Harga Langsung Berubah

Level Rp18.000 lebih tepat dibaca sebagai tanda tekanan nilai tukar semakin besar, bukan titik yang otomatis mengubah seluruh harga barang.

Kurs transaksi masyarakat juga bisa berbeda.

Sebagai contoh, kurs e-rate BCA pada Selasa pagi tercatat Rp17.905 untuk kurs beli dolar AS dan Rp17.995 untuk kurs jual. Sementara kurs jual TT Counter sudah berada di Rp18.050.

Perbedaan tersebut terjadi karena kurs spot, JISDOR, kurs bank, dan kurs money changer memiliki fungsi dan waktu pembaruan yang berbeda.

Dampak yang lebih besar terhadap harga konsumen akan bergantung pada seberapa lama rupiah berada di level lemah, perkembangan minyak dunia, keputusan harga badan usaha, serta kemampuan produsen dan importir menahan kenaikan biaya.

Source: BANK INDONESIA
Tags: Bank IndonesiaBBMRupiah

Related Posts

Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen
EKONOMI

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

September 29, 2026
Ilustrasi emas batangan dan koin
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 29 September 2026 Turun Lagi, Antam Jadi Rp2,58 Juta per Gram

September 29, 2026
Ilustrasi pekerja memantau transaksi digital lintas negara melalui perangkat elektronik
EKONOMI

Sistem PPN Digital Luar Negeri Mulai Beroperasi, Pemungutan Belum Efektif Penuh

September 28, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jorge Martin dan Marc Marquez di podium MotoGP

Klasemen MotoGP 2026 Jelang Motegi: Martin Unggul 12 Poin atas Marc Marquez

September 28, 2026
Hero Layla Mobile Legends

Build Layla Tersakit 2026: Item, Emblem, dan Tips Savage Mobile Legends

Agustus 29, 2026
Infografik klasemen medali Asian Games 2026 dengan Indonesia di posisi 15

Klasemen Medali Asian Games 2026 Terbaru: Indonesia Posisi 15, Koleksi 27 Medali

September 28, 2026
Fabio Quartararo membalap dengan motor Yamaha di MotoGP

Pindah ke Honda, Fabio Quartararo Bakal Tinggalkan Monster Energy Akhir 2026

September 29, 2026
Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

Pemain Manchester City saat pertandingan

Kasus Finansial Manchester City Masuk Tahap Banding, Hukuman Bisa Denda hingga Pengurangan Poin

Ilustrasi teknisi memasang kamera CCTV di area lembaga pemasyarakatan

Dirjenpas Sebut Anggaran CCTV Lapas-Rutan 2026 Tak Tersedia, Pemasangan Masih Swadaya

Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

September 29, 2026
Pemain Manchester City saat pertandingan

Kasus Finansial Manchester City Masuk Tahap Banding, Hukuman Bisa Denda hingga Pengurangan Poin

September 29, 2026
Ilustrasi teknisi memasang kamera CCTV di area lembaga pemasyarakatan

Dirjenpas Sebut Anggaran CCTV Lapas-Rutan 2026 Tak Tersedia, Pemasangan Masih Swadaya

September 29, 2026
Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

September 29, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times