Bulatan Times – Operasi pencarian korban Virgo Transport 8 memasuki hari kedua pada Senin (14/9/2026). Tim SAR gabungan telah menemukan 114 orang, dengan 108 orang dalam kondisi selamat dan enam lainnya meninggal dunia.
Dari total 243 orang yang tercatat berada di kapal, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian. Basarnas memperkuat operasi dengan menambah armada laut dan udara untuk menyisir kawasan perairan Masalembo di Laut Jawa.
22 Armada Dikerahkan untuk Operasi SAR
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kekuatan operasi SAR ditingkatkan pada hari kedua. Total 22 armada dikerahkan, terdiri atas 17 unsur laut dan lima unsur udara.
Unsur udara mencakup helikopter Basarnas, helikopter Polri, pesawat CN-235 dan helikopter Panther milik TNI AL, serta pesawat Cessna 208 Caravan dari BNPB.
Untuk pencarian di laut, sejumlah kapal SAR, kapal TNI AL, kapal kepolisian, serta kapal lain yang berada di kawasan pencarian turut dilibatkan. Penguatan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Baca Juga: Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik dan Masih Mengapung, 129 Orang Dicari
114 Korban Sudah Ditemukan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hingga Senin sekitar pukul 11.00 WITA, sebanyak 114 korban telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam orang ditemukan meninggal dunia. Sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal.
Sementara itu, 28 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Banjarmasin. Kelompok tersebut terdiri atas 23 orang selamat dan lima korban meninggal dunia.
Korban selamat yang membutuhkan penanganan medis langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara korban dalam kondisi lebih baik akan ditangani operator pelayaran untuk proses pemulangan.
Penyelam Khusus Disiapkan Cari Korban
Operasi pencarian juga disiapkan untuk menjangkau bagian bawah air. Basarnas melibatkan personel Basarnas Special Group, Komando Pasukan Katak TNI AL, serta tim penyelam lainnya.
KRI Canopus ikut digunakan karena memiliki kemampuan mendukung pencarian bawah air. Namun, hingga pembaruan terakhir, tim penyelam belum diterjunkan karena kondisi arus di lokasi belum dinilai aman.
Basarnas menegaskan keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama sebelum pencarian bawah air dilakukan. Tim menunggu kondisi cuaca dan arus membaik agar penyelaman dapat dilakukan secara optimal.
Baca Juga: 69 Korban Virgo Transport 8 Dievakuasi ke Banjarmasin, 6 Jenazah Ditangani Terpisah
Kapal Dipastikan Tidak Melebihi Kapasitas
Di tengah proses pencarian, pemerintah mulai membuka sejumlah informasi mengenai kondisi kapal sebelum kecelakaan.
Menhub Dudy menyatakan Virgo Transport 8 memiliki kapasitas sekitar 500 orang. Dengan jumlah 243 orang yang tercatat berada di kapal saat kecelakaan, pemerintah menyatakan kapal tidak dalam kondisi kelebihan kapasitas berdasarkan data yang tersedia.
Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9/2026).
KNKT Mulai Kumpulkan Keterangan Korban Selamat
Proses investigasi juga mulai berjalan bersamaan dengan operasi penyelamatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT mengumpulkan data spesifikasi kapal serta meminta keterangan dari penumpang dan kru yang berhasil diselamatkan.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pengumpulan informasi dilakukan untuk mendukung penanganan kecelakaan. Namun, prioritas utama pada tahap ini tetap berada pada pencarian dan pertolongan korban.
Tim investigasi belum menetapkan penyebab akhir kecelakaan. Karena itu, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terbaliknya kapal masih harus menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh.
Baca Juga: Kapal Tanker Pertamina Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Pencarian 129 Orang Terus Dilanjutkan
Fokus operasi pada hari kedua tetap diarahkan untuk menemukan 129 orang yang belum diketahui keberadaannya. Kondisi laut menjadi tantangan karena gelombang tinggi dan angin kuat dapat menghambat pergerakan kapal maupun upaya mendekati badan Virgo Transport 8.
Operasi akan terus dilakukan dengan menggabungkan pencarian dari laut, udara, dan bawah air ketika kondisi memungkinkan. Pemerintah berharap tambahan kekuatan personel dan armada dapat mempercepat pencarian korban yang masih belum ditemukan.









