Bulatan Times – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali mengganggu operasional Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Gangguan berlangsung setidaknya dua hari berturut-turut pada Jumat-Sabtu (11-12/9/2026), dengan kondisi terparah terjadi pada Sabtu saat jarak pandang turun hingga sekitar 300-500 meter.
Sebanyak 30 penerbangan dibatalkan pada Sabtu, terdiri dari 15 keberangkatan dan 15 kedatangan. Jarak pandang berada di bawah batas minimum keselamatan sejak sekitar pukul 05.00 hingga 16.00 WIB sehingga aktivitas lepas landas dan pendaratan tidak dapat berjalan normal.
Baca Juga: Menhut Segel Lahan Karhutla Kalbar yang Ditanami Sawit
Jarak Pandang Hanya 300-500 Meter
General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti mengatakan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.
Kabut asap membuat jarak pandang di kawasan bandara berfluktuasi pada kisaran 300 hingga 500 meter sepanjang pagi hingga sore. Kondisi tersebut memicu penundaan panjang sebelum sejumlah maskapai akhirnya membatalkan penerbangan.
Gangguan tidak hanya terjadi pada penerbangan domestik. Sejumlah rute internasional menuju Singapura dan Kuala Lumpur juga terdampak pembatalan, selain penerbangan menuju Jakarta, Surabaya, dan Ketapang.
Kabut Asap Sudah Ganggu Operasional Sejak Jumat
Masalah jarak pandang di sekitar Supadio sebenarnya telah terasa sehari sebelumnya.
Pada Jumat (11/9/2026), kabut asap dari karhutla di sekitar Kubu Raya dilaporkan menghambat aktivitas penerbangan sekaligus operasi pemadaman kebakaran dari udara. Kondisi jarak pandang yang rendah membuat kegiatan water bombing dengan helikopter tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Kualitas Udara Kalbar Bahaya Karhutla, Jarak Pandang 1 Km
Gangguan berulang ini menunjukkan dampak karhutla di Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi juga mulai memengaruhi transportasi udara dan upaya penanganan kebakaran.
Keselamatan Jadi Pertimbangan Utama
Pengelola Bandara Supadio bersama BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, dan sejumlah instansi terkait terus memantau perubahan jarak pandang sebelum penerbangan dapat dioperasikan.
Keputusan penundaan maupun pembatalan dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Lion Group sebelumnya juga menegaskan penerbangan hanya akan dijalankan apabila jarak pandang memenuhi persyaratan keselamatan.
Calon penumpang diminta memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara karena kondisi kabut asap dapat berubah dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla
Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga bukan kali pertama terjadi di Supadio dalam beberapa pekan terakhir. Pada akhir Agustus hingga awal September, sejumlah penerbangan sempat mengalami penundaan dan pembatalan ketika jarak pandang turun di bawah batas aman.











