JAKARTA, BULATAN TIMES – Mesin mobil bisa mengalami panas berlebih atau overheat ketika sistem pendinginnya tidak mampu menjaga temperatur kerja mesin. Kondisi ini tidak selalu disebabkan cairan radiator yang habis, tetapi juga dapat dipicu kebocoran selang, kipas pendingin bermasalah, atau aliran coolant yang terhambat.
Pencegahannya dimulai dengan pemeriksaan kondisi sistem pendingin secara berkala, terutama sebelum menempuh perjalanan jauh. Pemilik kendaraan perlu memperhatikan volume cairan pendingin, kondisi selang, radiator, serta komponen yang mengatur sirkulasi dan pelepasan panas mesin.
Periksa Coolant Saat Mesin Dingin
Cairan pendingin mesin atau coolant berfungsi menyerap panas dari mesin dan membawanya menuju radiator untuk dilepaskan ke udara.
Toyota Indonesia menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan melalui tabung reservoir, yaitu tempat penampungan cairan pendingin yang biasanya berada di ruang mesin.
Ketika mesin sudah dingin, posisi coolant seharusnya berada di antara tanda minimum dan maksimum sesuai petunjuk kendaraan. Jika volumenya terlalu rendah, tambahkan cairan dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
Hindari penggunaan air keran sebagai pengganti coolant untuk pemakaian rutin. Cairan pendingin yang sesuai spesifikasi mengandung bahan tambahan untuk membantu melindungi sistem dari korosi dan menjaga kemampuan pendinginan.
Penggantian coolant juga perlu mengikuti jadwal pada buku servis kendaraan. Intervalnya dapat berbeda menurut merek, model, dan jenis cairan yang digunakan.
Apabila volume coolant terus berkurang meskipun sudah ditambah, sistem pendingin perlu diperiksa untuk mencari kemungkinan kebocoran.
Selang Radiator dan Kipas Pendingin Jangan Diabaikan
Selang radiator berfungsi menyalurkan cairan pendingin antara mesin dan radiator. Kondisi selang yang retak, mengeras, atau bocor dapat mengganggu sirkulasi coolant.
Dalam penjelasan yang dimuat Otoseken pada Juni 2024, Hadi Purnomo dari Garasiku Workshop menyarankan pemeriksaan selang radiator, terutama pada sambungan dan bagian tengah selang yang berpotensi mengalami kebocoran halus.
Rembesan cairan dapat meninggalkan bekas kerak pada sambungan atau terlihat sebagai tetesan di bawah kendaraan. Namun, tidak semua cairan yang menetes berasal dari radiator karena sistem pendingin kabin juga dapat menghasilkan air kondensasi.
Kipas pendingin juga perlu bekerja sesuai pengaturan temperatur mesin. Kipas membantu membuang panas dari radiator, terutama ketika mobil berhenti atau bergerak lambat dalam kemacetan.
Pemeriksaan kipas elektrik sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Buku manual Hyundai memperingatkan bahwa kipas pendingin tertentu dapat menyala meskipun mesin sudah dimatikan.
Jika kinerja kipas diragukan, pemeriksaan motor kipas, sensor, sekring, dan rangkaian kelistrikannya lebih aman dilakukan oleh teknisi.
Baca Juga: Jangan Asal Ngebut, Cek Huruf di Ban Mobil yang Menentukan Speed Rating
Mesin Tetap Panas Meski Coolant Penuh, Apa Penyebabnya?
Volume coolant yang mencukupi belum menjamin seluruh sistem pendingin bekerja normal.
Toyota Indonesia menyebut sejumlah komponen lain yang dapat menyebabkan mesin cepat panas, di antaranya thermostat, pompa air atau water pump, tutup radiator, dan saluran radiator yang tersumbat.
Thermostat merupakan katup pengatur aliran coolant berdasarkan temperatur mesin. Jika katup tersebut macet dalam posisi tertutup, cairan pendingin tidak dapat bersirkulasi sebagaimana mestinya menuju radiator.
Sementara itu, water pump bertugas mengalirkan coolant melalui sistem. Kerusakan pompa dapat menghambat perpindahan panas meskipun jumlah cairan pendingin masih mencukupi.
Radiator juga perlu dijaga kebersihannya. Kotoran pada sirip radiator dapat menghambat aliran udara, sedangkan kerak atau endapan di dalam saluran dapat mengganggu perpindahan panas.
Tutup radiator memiliki peran dalam menjaga tekanan sistem pendingin. Jika komponennya sudah lemah atau tidak sesuai spesifikasi, kemampuan sistem mempertahankan tekanan dapat terganggu.
Pemeriksaan menyeluruh di bengkel dapat mencakup pengujian tekanan, kondisi tutup radiator, sirkulasi coolant, dan fungsi kipas untuk menemukan sumber gangguan.
Langkah Aman Jika Mesin Mulai Overheat
Ketika indikator temperatur mesin bergerak melewati batas normal atau peringatan overheat muncul, pengemudi tidak sebaiknya terus memaksakan kendaraan berjalan.
Buku panduan Hyundai Stargazer X menjelaskan bahwa pengemudi perlu segera menepi di tempat yang aman, mengaktifkan rem parkir, dan mematikan AC.
Jika terlihat uap keluar dari ruang mesin atau cairan pendingin bocor, matikan mesin. Jangan membuka kap ketika uap panas masih menyembur.
Tutup radiator maupun tutup reservoir bertekanan tidak boleh dibuka saat mesin masih panas. Cairan pendingin dan uap bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar serius.
Pemeriksaan volume coolant baru dilakukan setelah sistem cukup dingin, dengan mengikuti petunjuk khusus pada buku manual kendaraan.
Apabila kebocoran terlihat jelas, temperatur kembali naik, atau penyebab gangguan belum diketahui, kendaraan sebaiknya diperiksa oleh bengkel sebelum digunakan kembali. Layanan derek dapat diperlukan untuk menghindari kerusakan mesin lebih lanjut.
Baca Juga: Rivian Tarik 14 Unit R2 di AS karena Baut Baterai Berisiko Longgar











