BULATAN TIMES – Marco Bezzecchi menilai peluang Jorge Martin merebut gelar juara dunia MotoGP 2026 belum tertutup meskipun rekan setimnya di Aprilia Racing itu mengalami cedera saat Sprint Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026).
Martin kehilangan pimpinan klasemen setelah terjatuh ketika bersaing dengan Marc Marquez dalam perebutan kemenangan. Cedera yang dialaminya juga membuat pembalap asal Spanyol tersebut dipastikan absen dari balapan utama pada Minggu (25/10/2026).
Bezzecchi menyayangkan kejadian yang menimpa Martin, terutama karena rekan setimnya itu sedang menunjukkan kecepatan yang kompetitif.
“Jelas, ini belum berakhir. Seperti yang sudah kita lihat dalam kejuaraan ini, apa pun bisa terjadi,” ujar Bezzecchi, dikutip dari laman resmi Aprilia Racing.
Pembalap asal Italia tersebut juga menyampaikan dukungan kepada Martin dan seluruh anggota tim Aprilia yang terdampak oleh insiden tersebut.
Jorge Martin Cedera saat Bersaing dengan Marquez
Martin memulai Sprint Australia dari posisi keempat dan langsung melesat ke urutan kedua pada tikungan pertama.
Ia kemudian terlibat pertarungan ketat dengan Marc Marquez. Keduanya beberapa kali saling menyalip untuk memperebutkan posisi terdepan sebelum kecelakaan terjadi pada lap kedelapan.
Martin kehilangan kendali bagian depan motornya di Tikungan 8 dan terjatuh dengan kecepatan tinggi.
Pembalap Aprilia itu dibawa ke pusat medis sirkuit untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan patah tulang radius kanan dan dugaan patah tulang ulna di bagian dekat pergelangan tangan.
Martin dinyatakan tidak fit untuk mengikuti balapan utama MotoGP Australia.
Ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Melbourne untuk mengetahui kondisi cederanya secara lebih lengkap. Keikutsertaannya dalam GP Malaysia pada 30 Oktober hingga 1 November juga belum dapat dipastikan.
Baca Juga: Hasil Sprint MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Martin Jatuh
Martin Tertinggal 10 Poin dari Marc Marquez
Kecelakaan di Phillip Island mengubah posisi Martin dalam perebutan gelar dunia.
Sebelum Sprint Australia, Martin memimpin klasemen dengan 355 poin, unggul dua angka atas Marquez.
Namun, kemenangan Marquez dalam Sprint membuat pembalap Ducati Lenovo Team itu memperoleh tambahan 12 poin dan mengambil alih posisi pertama.
Marquez kini mengoleksi 365 poin, sedangkan Martin tertahan di angka 355 setelah gagal menyelesaikan Sprint.
Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 315 poin. Pembalap Aprilia tersebut tertinggal 40 poin dari Martin dan 50 poin dari Marquez.
Meski selisihnya cukup besar, Bezzecchi sendiri masih memiliki peluang matematis untuk memperebutkan gelar. Kalender MotoGP masih menyisakan lima balapan utama, termasuk GP Australia, serta empat Sprint setelah balapan Sabtu di Phillip Island.
Baca Juga: Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026
Bezzecchi Bangkit setelah Kualifikasi Sulit
Di tengah cedera Martin, Bezzecchi juga menjalani akhir pekan yang tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Ia sebenarnya menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice Jumat. Namun, kondisi lintasan yang berubah antara basah dan kering membuatnya kesulitan mencatat waktu terbaik saat kualifikasi Sabtu.
Bezzecchi hanya mampu mengamankan posisi start kesembilan.
Kesulitannya berlanjut pada awal Sprint. Ia kehilangan beberapa posisi dan turun ke urutan ke-12 ketika menyelesaikan putaran pertama.
Meski demikian, Bezzecchi secara bertahap memperbaiki posisinya. Ia akhirnya menyelesaikan Sprint di urutan keempat setelah melewati Pedro Acosta menjelang akhir balapan.
Hasil tersebut memberinya tambahan enam poin dalam klasemen dunia.
Bezzecchi mengakui tidak puas dengan hasil kualifikasi karena gagal memaksimalkan kecepatannya. Namun, ia merasa lebih senang dengan performa dalam Sprint setelah berhasil mengejar sejumlah pembalap.
Balapan utama MotoGP Australia dijadwalkan berlangsung Minggu (25/10/2026) pukul 10.00 WIB di Phillip Island.










