Bulatan Times – Fabio Di Giannantonio menutup akhir pekan MotoGP Misano 2026 di Misano dengan rasa frustrasi. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu mengeluhkan masalah pengereman yang membuatnya kesulitan memaksimalkan potensi Ducati GP26 sepanjang balapan.
Padahal, Di Giannantonio sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan sejak sesi Practice. Ia menempati posisi keempat pada Jumat dengan catatan 1 menit 30,385 detik, hanya terpaut 0,241 detik dari Marco Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat.
Masalah kemudian terasa lebih besar ketika balapan berlangsung. Dalam wawancara selepas race yang dikutip dari GPOne, Di Giannantonio menggambarkan kondisinya dengan singkat.
“Saya tidak bisa mengerem,” kata Di Giannantonio, dikutip dari GPOne.
Keluhan tersebut membuat akhir pekan kandangnya tidak berjalan sesuai ekspektasi, terutama setelah VR46 sempat menunjukkan performa kompetitif pada sesi-sesi awal.
Baca Juga: Hasil MotoGP San Marino 2026: Marc Marquez Menang, Rebut Puncak Klasemen
Masalah Pengereman Bukan Keluhan Baru
Kesulitan Di Giannantonio di Misano bukan muncul tiba-tiba. Sejak beberapa seri sebelumnya, pembalap asal Italia itu sudah beberapa kali menyoroti karakter Ducati yang membuatnya sulit mendapat kepercayaan penuh saat mengerem dan memasuki tikungan.
Menjelang GP San Marino, ia bahkan mengungkap hanya satu dari dua motor di garasinya yang memberikan feeling sesuai keinginan. Motor lainnya disebut berperilaku aneh dan tertinggal sekitar satu detik dari pace ideal. Masalah tersebut sudah dirasakan sejak Silverstone dan belum sepenuhnya terpecahkan meski sejumlah komponen telah diganti.
Kondisi itu membuat ruang kerja Di Giannantonio dan kru VR46 menjadi lebih sempit. Dengan hanya satu motor yang benar-benar nyaman digunakan, perubahan setup dan eksperimen teknis sepanjang akhir pekan menjadi lebih terbatas.
Sempat Kompetitif di Awal Akhir Pekan
Secara kecepatan satu lap, Di Giannantonio sebenarnya tidak tertinggal jauh dari barisan depan.
Pada Practice Jumat, ia berada di belakang Bezzecchi, Marc Marquez, dan Alex Marquez. Hasil tersebut sekaligus menempatkannya di depan rekan setim Franco Morbidelli dan memastikan tiket langsung ke Q2.
Performa itu membuat VR46 cukup optimistis menghadapi dua hari berikutnya. Di Giannantonio juga mampu bersaing di kelompok depan dalam Sprint sebelum akhirnya kesulitan mempertahankan momentum pada race utama.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai Race Misano: Marc Marquez Pimpin, Poin Sama dengan Jorge Martin
Ducati Masih Punya Pekerjaan di Area Depan
Masalah pengereman menjadi salah satu aspek yang sebelumnya sudah beberapa kali disorot Di Giannantonio pada GP26.
Ia menilai motor sangat bergantung pada grip belakang untuk membantu berbelok. Ketika performa ban belakang mulai menurun, kemampuan pembalap untuk mengerem keras dan mempertahankan kecepatan masuk tikungan ikut terpengaruh.
Situasi di Misano menunjukkan persoalan tersebut belum sepenuhnya hilang.
Baca Juga: Marc Marquez MotoGP Misano 2026, Ungkap Kunci Hadapi Aprilia
Fokus Beralih ke Seri Berikutnya
MotoGP 2026 masih menyisakan sejumlah seri, sehingga Di Giannantonio dan VR46 belum kehabisan waktu untuk mencari solusi.
Masalah pada pengereman dan feeling bagian depan akan menjadi area penting yang perlu diperbaiki sebelum putaran berikutnya. Apalagi persaingan di kelompok depan semakin ketat setelah Marc Marquez mengambil alih puncak klasemen di Misano.
Di Giannantonio telah menunjukkan sepanjang musim bahwa ia memiliki kecepatan untuk berada di barisan depan. Tantangannya kini adalah menemukan kembali konsistensi motor agar kecepatan tersebut bisa dipertahankan sepanjang balapan.










