23 °c
Banjar Triwangsakeliki
24 ° Sel
24 ° Rab
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home SPORT MOTOGP

Jack Miller Keluhkan Tekanan Ban Terlalu Tinggi di MotoGP Jepang 2026

Jack Miller menilai tekanan ban terlalu tinggi membuat Yamaha sulit dikendalikan di Motegi hingga ia terjatuh dan finis ke-19.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
1 menit ago
in MOTOGP
0
Jack Miller bersama Prima Pramac Yamaha di MotoGP Jepang 2026

Jack Miller keluhkan tekanan ban terlalu tinggi di MotoGP Jepang. (Foto: Crash)

0
SHARES
2
VIEWS

Bulatan Times – Jack Miller menilai tekanan ban yang meningkat terlalu tinggi membuat Yamaha YZR-M1 sulit dikendalikan saat balapan utama MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi, Minggu (4/10/2026).

Pembalap Prima Pramac Yamaha itu memulai balapan dari posisi ke-20. Pada lap-lap awal, Miller berada di kelompok bersama Alex Rins, Toprak Razgatlioglu, dan Somkiat Chantra sebelum mulai kesulitan mempertahankan ritme.

Menurut Miller, tekanan ban depan dan belakang meningkat ketika ia berada di belakang pembalap lain. Kondisi tersebut membuat motor lebih mudah mengalami penguncian roda dan mengurangi rasa percaya diri saat pengereman.

“Masalah terbesar adalah tekanan. Motor menjadi sulit dikendarai,” kata Miller, dikutip dari Crash.

Miller menilai tim terlalu konservatif menentukan tekanan awal ban. Ia berangkat dari barisan belakang, sehingga sejak awal sudah memperkirakan akan berada di tengah lalu lintas dan menerima panas dari motor lain.

Baca Juga: Quartararo Kritik Pembalap MotoGP karena Abaikan Ban Hard di Motegi

Pace Warm-up Hilang saat Balapan

Perbedaan performa paling terasa jika dibandingkan dengan sesi warm-up pada Minggu pagi.

Miller menggunakan ban depan yang sebelumnya sudah menempuh 15 lap pada Sprint, dipasangkan dengan ban belakang hard baru. Dengan kombinasi tersebut, ia mampu menjaga catatan waktu di kisaran 1 menit 44 detik dan menutup stint dengan 1 menit 44,1 detik.

Saat Grand Prix, kecepatannya justru turun. Miller mengaku kesulitan menembus catatan 1 menit 45 detik karena motor tidak memberikan rasa yang sama seperti pada warm-up.

Masalah itu berlanjut hingga lap ke-19 dari total 24 lap. Miller akhirnya terjatuh, tetapi masih dapat kembali ke lintasan dan meneruskan balapan.

Setelah kembali dalam kondisi lintasan yang lebih kosong, ia merasakan perilaku ban belakang membaik. Miller mengaitkannya dengan temperatur dan tekanan ban yang sempat turun setelah tidak lagi berada di tengah rombongan.

Data resmi MotoGP mencatat Miller tetap mencapai garis finis di posisi ke-19 dengan selisih 1 menit 11,127 detik dari Marc Marquez yang memenangi balapan.

Ban Hard Berubah dari Pilihan Terakhir

Persoalan ban sudah menjadi perhatian sejak Sprint sehari sebelumnya. Miller merupakan salah satu dari hanya dua pembalap yang memakai ban belakang medium dan menemukan blistering atau kerusakan akibat panas pada bannya.

Michelin kemudian mencabut ban soft dari alokasi untuk Grand Prix. Ban medium tetap tersedia, sedangkan ban hard dengan konstruksi yang lebih tahan panas direkomendasikan untuk race Minggu.

Ban hard tersebut bahkan belum digunakan seorang pun pada Jumat dan Sabtu. MotoGP kemudian memperpanjang warm-up dari 10 menjadi 20 menit agar para pembalap memiliki waktu untuk mencobanya sebelum race.

Penilaian Miller terhadap ban itu berubah setelah warm-up. Sebelum akhir pekan berlangsung, ia sempat meragukan kegunaan konstruksi hard di Motegi. Setelah mencobanya, Miller justru menilai performanya jauh lebih baik dari perkiraan.

Pada akhirnya, seluruh grid memilih kombinasi ban depan medium dan belakang hard untuk balapan utama.

Baca Juga: Aprilia Belum Yakin Ban Hard Atasi Blistering di MotoGP Jepang 2026

Yamaha Masih Kesulitan di Motegi

Miller bukan pembalap Yamaha terbaik pada balapan tersebut. Fabio Quartararo menjadi rider Yamaha dengan posisi tertinggi setelah finis ke-12, sedangkan pembalap YZR-M1 lainnya berada di luar zona poin.

Miller juga menyoroti tenaga motor dan kemampuan Yamaha memberikan beban ke ban belakang sebagai bagian yang masih perlu ditingkatkan. Ia berharap karakter ban dengan konstruksi diperkuat dapat bekerja lebih baik ketika MotoGP berlanjut ke Indonesia.

MotoGP Indonesia dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9–11 Oktober 2026.

Source: Crash
Tags: Jack MillerMotoGP 2026MotoGP Jepang

Related Posts

Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang
MOTOGP

Klasemen MotoGP 2026 Setelah GP Jepang: Jorge Martin Cuma Unggul 2 Poin atas Marc Marquez

Oktober 5, 2026
Marc Marquez merayakan kemenangan MotoGP Jepang 2026
MOTOGP

MotoGP Indonesia 2026: Marquez Bicara Soal Belum Pernah Finis di Mandalika

Oktober 5, 2026
Fabio Quartararo
MOTOGP

Quartararo Kritik Pembalap MotoGP karena Abaikan Ban Hard di Motegi

Oktober 4, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 TNI

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Ilustrasi warga dan petugas meninjau rumah rusak akibat gempa di Sumba Barat Daya

Update Gempa Sumba Barat Daya: Lansia Meninggal, 20 Rumah Terdampak, 62 Gempa Susulan

Oktober 4, 2026
harga emas hari ini 5 Oktober 2026 yang bergerak naik

Harga Emas Hari Ini Senin 5 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 6.000 Jadi Rp. 2,58 Juta

Oktober 5, 2026
Jack Miller bersama Prima Pramac Yamaha di MotoGP Jepang 2026

Jack Miller Keluhkan Tekanan Ban Terlalu Tinggi di MotoGP Jepang 2026

Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 TNI

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Enam Kodam

harga emas hari ini 5 Oktober 2026 yang bergerak naik

Harga Emas Hari Ini Senin 5 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 6.000 Jadi Rp. 2,58 Juta

AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat

Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah

Jack Miller bersama Prima Pramac Yamaha di MotoGP Jepang 2026

Jack Miller Keluhkan Tekanan Ban Terlalu Tinggi di MotoGP Jepang 2026

Oktober 5, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 TNI

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Enam Kodam

Oktober 5, 2026
harga emas hari ini 5 Oktober 2026 yang bergerak naik

Harga Emas Hari Ini Senin 5 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 6.000 Jadi Rp. 2,58 Juta

Oktober 5, 2026
AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat

Microsoft: AI Bikin Serangan Hacker Makin Cepat, Pertahanan Siber Harus Ikut Berubah

Oktober 5, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times