Bulatan Times – Perburuan gelar MotoGP 2026 berubah drastis bagi Marc Marquez. Sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen, pembalap Ducati Lenovo Team itu kini justru berada di posisi teratas setelah rangkaian hasil kuat yang berpuncak pada kemenangan di San Marino.
Marquez meninggalkan Misano dengan 274 poin. Jumlah tersebut sama dengan milik pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, tetapi Marquez berada di posisi pertama karena unggul dalam jumlah kemenangan Grand Prix.
Situasi tersebut membuat perebutan gelar kembali terbuka menjelang fase akhir musim. Delapan Grand Prix masih tersisa setelah seri San Marino, sehingga persaingan Marquez dan Martin belum menghasilkan jarak poin yang memberikan ruang aman bagi salah satu pembalap.
Baca Juga: MotoGP Austria 2026, Misi Hattrick Marc Marquez di Spielberg
Dari tertinggal 102 poin hingga puncak klasemen
Perubahan posisi Marquez menjadi salah satu bagian paling mencolok dari MotoGP 2026.
MotoGP mencatat, tujuh Grand Prix sebelum Misano, Marquez masih tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Defisit tersebut kemudian terus menyusut sampai akhirnya terhapus setelah kemenangan di San Marino.
Kebangkitan itu membuat Marquez berpeluang mencatat sejarah baru. Jika pada akhirnya menjadi juara dunia musim ini, ia akan memecahkan rekor comeback dari defisit poin terbesar dalam sejarah MotoGP.
Catatan sebelumnya dikaitkan dengan Francesco Bagnaia pada musim 2022. Saat itu Bagnaia mampu membalikkan ketertinggalan maksimum 91 poin dari Fabio Quartararo sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai Race Misano: Marc Marquez Pimpin, Poin Sama dengan Jorge Martin
Misano menjadi titik penting
Akhir pekan di Misano memberikan dampak besar terhadap perubahan klasemen.
Marquez lebih dahulu memenangkan Sprint, mengalahkan Marco Bezzecchi dan Martin. Hasil itu memangkas jaraknya dengan Martin dari 19 menjadi 14 poin sebelum Grand Prix digelar.
Pada balapan utama, situasinya kembali menguntungkan Marquez. Bezzecchi terjatuh ketika memimpin pada lap pembuka, sementara Martin sempat mengambil alih posisi terdepan sebelum Marquez merebutnya kembali pada lap ke-12.
Marquez akhirnya memenangkan Grand Prix di depan Alex Marquez dan Pedro Acosta. Martin finis kelima sehingga keunggulan poinnya hilang.
Dengan hasil tersebut, Marquez dan Martin sama-sama mengoleksi 274 poin. Marquez memegang posisi pertama berdasarkan jumlah kemenangan Grand Prix.
Marquez akui peluang kini terbuka
Marquez sendiri tidak menutup mata terhadap perubahan besar yang terjadi dalam beberapa seri terakhir.
Mengutip laman MotoGP.com, Marquez mengatakan, “Awalnya tidak ada peluang, namun kini peluang itu ada.”
Ia mengatakan akhir pekan Misano dapat dijalani dengan perasaan lebih bebas dan santai. Kepercayaan dirinya terhadap apa yang dibutuhkan untuk tampil cepat juga meningkat.
Meski demikian, posisi teratas saat ini belum membuat Ducati menganggap perebutan gelar telah berada di tangan mereka.
Manajer Ducati Lenovo Team Davide Tardozzi mengingatkan masih banyak poin yang tersedia dan para rival tetap memiliki peluang besar. Crash.net juga melaporkan Tardozzi tidak menganggap Marquez maupun Ducati sebagai favorit mutlak setelah Misano.
Martin dan Bezzecchi masih dalam persaingan
Ancaman terbesar bagi Marquez datang langsung dari Aprilia.
Martin memiliki jumlah poin identik dengan Marquez. Sementara itu, Bezzecchi berada di posisi ketiga dan tertinggal 33 poin setelah gagal menyelesaikan balapan utama di Misano.
Dengan delapan Grand Prix tersisa setelah San Marino, perubahan klasemen masih sangat mungkin terjadi. Seri berikutnya dijadwalkan berlangsung di Austria pada 18–20 September 2026.
Bagi Marquez, situasinya sekarang jauh berbeda dibandingkan tujuh Grand Prix sebelumnya. Defisit 102 poin telah terhapus, tetapi persaingan gelar praktis memasuki fase baru karena Martin memiliki jumlah poin yang sama dan musim masih menyisakan banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan.



