Bulatan Times – Persiapan Pertamina Mandalika International Circuit menuju MotoGP Indonesia 2026 menyentuh bagian yang tidak selalu terlihat penonton. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memperbarui sistem kamera CCTV yang menjadi salah satu perangkat penting bagi Race Control.
Pekerjaan tersebut mencakup kamera pengawas di seluruh 17 tikungan Sirkuit Mandalika. Bukan sekadar mengganti perangkat lama, spesifikasi kamera juga ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan pengawasan dan keselamatan selama balapan.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Bidik Lebih dari 145 Ribu Penonton
CCTV menjadi mata Race Control
Sistem CCTV memungkinkan Race Control mengikuti kondisi lintasan dari berbagai titik ketika sesi MotoGP berlangsung.
Fungsinya menjadi penting karena petugas perlu memperoleh informasi visual mengenai kejadian di lintasan, termasuk ketika berlangsung sesi latihan, kualifikasi, sprint, hingga balapan utama.
Track & Race Electronic Officer MGPA Nasrul Fajri menjelaskan bahwa pembaruan perangkat tersebut menjadi salah satu pekerjaan utama menjelang MotoGP Indonesia.
Mengutip laman MGPA, Fajri mengatakan, “Di Race Control ada beberapa pekerjaan, yang utamanya adalah penggantian kamera CCTV.”
Menurut MGPA, peningkatan sistem tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemantauan. Spesifikasi kamera yang digunakan juga disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan MotoGP.
Spesifikasi kamera ditingkatkan atas permintaan FIM
Peningkatan perangkat dilakukan setelah adanya permintaan dari Safety Officer Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).
Mengutip laman MGPA, Fajri mengatakan, “Spesifikasi kamera yang akan kami pakai kami upgrade karena permintaan juga dari Safety Officer FIM untuk MotoGP.”
Konteks tersebut sejalan dengan persiapan teknis yang dilakukan MGPA sejak awal 2026. Saat MotoGP Thailand pada Maret lalu, tim MGPA melakukan koordinasi dengan FIM dan pihak terkait mengenai sejumlah kebutuhan Sirkuit Mandalika, termasuk race electronics dan persyaratan menuju homologasi Grade A.
Pembaruan CCTV karena itu menjadi bagian dari rangkaian kesiapan teknis yang lebih luas, bukan pekerjaan yang berdiri sendiri.
MGPA juga melakukan perawatan area lintasan. Menjelang balapan Oktober, pekerjaan pada kerb, verge line dan runoff dilakukan sebagai bagian dari persiapan sirkuit.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Jadwal, Target Penonton, dan Persiapan Terbaru
Seluruh 17 tikungan masuk pembaruan
Cakupan pekerjaan CCTV membentang dari tikungan pertama hingga tikungan ke-17.
Dengan sistem tersebut, Race Control diharapkan memperoleh dukungan visual yang lebih baik untuk mengawasi berbagai bagian lintasan ketika aktivitas balap berlangsung.
Kecepatan tinggi dan banyaknya pembalap yang berada di lintasan secara bersamaan membuat kemampuan melihat kejadian dari berbagai titik menjadi bagian penting dari operasi balapan.
Pembaruan itu dilakukan sekitar satu bulan sebelum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober.
Tenaga lokal NTB mengerjakan pembaruan CCTV
Ada aspek lain dalam pekerjaan tersebut yang mendapat perhatian MGPA. Pembaruan sistem CCTV dikerjakan oleh tenaga lokal dari Nusa Tenggara Barat.
Menurut Fajri, keterlibatan tersebut menunjukkan pekerja daerah telah memiliki kemampuan menangani pekerjaan teknis di sirkuit internasional.
Mengutip laman MGPA, Fajri mengatakan, “Pekerja lokal kita sudah bisa mengelola dan menggarap semua pekerjaan di sirkuit internasional.”
Keterlibatan tenaga lokal juga terlihat dalam pekerjaan lain menjelang MotoGP. MGPA menyebut pengerjaan pembaruan tampilan lintasan, termasuk pekerjaan pada kerb dan area terkait, melibatkan tenaga dari NTB.
Persiapan Sirkuit Mandalika kini berjalan pada sejumlah lapisan sekaligus. Selain kesiapan lintasan dan fasilitas, perangkat elektronik yang bekerja di balik layar ikut dipersiapkan sebelum MotoGP kembali digelar di Indonesia.











