• Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Bulatan Times
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • FOOD & TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • FOOD & TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
Agustus 20, 2026
in TEKNO & SAINS
0
AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

Gambar Ilustrasi

0
SHARES
1
VIEWS

BULATANTIMES.COM – Dunia keamanan siber menghadapi perkembangan baru setelah sebuah serangan terhadap sistem pemerintah Taiwan dilaporkan menggunakan agen kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjalankan berbagai tahapan serangan dengan tingkat otomatisasi tinggi.

Serangan tersebut terjadi pada Juli 2026 dan menyasar sejumlah lembaga pemerintah Taiwan. Otoritas Taiwan mengonfirmasi adanya serangan siber berbantuan AI yang berasal dari luar negeri.

RelatedPosts

Cara Membuat Website untuk Pemula

Permalink WordPress: Cara Mengatur URL yang SEO-Friendly

Apple Rilis iOS 26.6.1, iPhone Disarankan Segera Update

Kasus ini menjadi perhatian karena perusahaan keamanan siber Dream menyebut operasi tersebut sebagai salah satu contoh pertama serangan siber terhadap pemerintahan yang menggunakan AI secara nyaris otonom.

AI Digunakan untuk Menjalankan Serangan

Menurut laporan investigasi yang dikutip sejumlah media internasional, pelaku menggunakan beberapa agen AI untuk membantu menjalankan operasi siber.

Agen tersebut dilaporkan dapat melakukan pengintaian jaringan, mencari kredensial, menganalisis sistem, menemukan celah keamanan, serta menentukan langkah berikutnya ketika metode serangan tertentu tidak berhasil.

Dengan sistem tersebut, AI tidak hanya digunakan sebagai alat bantu untuk mencari informasi, tetapi juga dapat menjalankan sejumlah proses serangan secara otomatis.

Meski demikian, laporan mengenai serangan tersebut tetap menunjukkan adanya peran manusia dalam menentukan tujuan dan mengoperasikan keseluruhan kampanye.

85 Akun Pemerintah Diduga Berhasil Dikompromikan

Investigasi perusahaan keamanan Dream menyebut serangan berlangsung selama sekitar empat hari.

Dalam periode tersebut, sistem berbasis AI dilaporkan menyasar 21 sistem pemerintahan dan berhasil mengompromikan sekitar 85 akun pengguna pemerintah.

Pelaku juga disebut berhasil memperoleh sekitar 2.500 catatan personel.

Setelah melakukan penetrasi awal, operasi kemudian dilanjutkan dengan menyasar sejumlah infrastruktur penting lainnya, termasuk lembaga yang berkaitan dengan keselamatan nuklir dan perusahaan energi.

Serangan Berlangsung dengan Tingkat Otomatisasi Tinggi

Salah satu hal yang membuat kasus ini berbeda dari serangan siber konvensional adalah kemampuan agen AI untuk bekerja secara paralel dan menyesuaikan strategi berdasarkan hasil yang ditemukan.

Dalam serangan tradisional, peretas biasanya harus melakukan banyak tahapan secara manual. Namun, agen AI dapat membantu mengotomatisasi proses pencarian target, analisis kerentanan, hingga menentukan jalur serangan berikutnya.

Baca Juga:Cara Membuat Website untuk Pemula

Hal tersebut membuat satu kelompok peretas berpotensi menjalankan operasi dalam skala yang jauh lebih besar dengan waktu dan tenaga manusia yang lebih sedikit.

Taiwan Konfirmasi Serangan Berasal dari Luar Negeri

Kementerian Urusan Digital Taiwan sebelumnya menyatakan bahwa lembaga pemerintah mereka menjadi sasaran serangan siber yang tidak biasa.

Serangan tersebut terdeteksi pada Juli 2026 dan disebut berasal dari luar Taiwan.

Baca Juga:Apa Itu Domain? Pengertian Domain dan Jenis-Jenisnya

Otoritas Taiwan tidak secara resmi menyatakan bahwa pemerintah China berada di balik serangan tersebut. Namun, sejumlah laporan keamanan siber menyebut adanya indikasi penggunaan bahasa Mandarin Sederhana dalam materi internal yang berkaitan dengan operasi tersebut.

Karena itu, dugaan keterkaitan dengan kelompok yang berbasis di China masih perlu diperlakukan sebagai dugaan dan bukan fakta yang telah dikonfirmasi.

Ancaman Baru bagi Keamanan Siber

Kasus Taiwan menunjukkan bagaimana perkembangan AI dapat mengubah cara serangan siber dilakukan.

Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk membantu manusia melakukan pekerjaan tertentu, agen AI kini dapat digunakan untuk menjalankan rangkaian tugas yang lebih kompleks secara otomatis.

Kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi pemerintah, perusahaan, dan organisasi yang mengelola data penting.

Keamanan identitas, pemantauan aktivitas jaringan, serta kemampuan mendeteksi perilaku yang tidak biasa menjadi semakin penting untuk menghadapi ancaman berbasis AI.

Kasus di Taiwan juga menjadi peringatan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa manfaat bagi sektor teknologi, tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan serangan siber.

Sumber: Kompas.com, Reuters, Financial Times, dan Dream.

Tags: AIartificial intelligenceCybersecuritySerangan SiberTaiwanTeknologi
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bisnis Fashion Putri Zhafira di TikTok

Mengenal Bisnis Fashion Putri Zhafira di TikTok, Jual Beragam Outfit Wanita

Agustus 20, 2026
Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya

Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya

Agustus 19, 2026
Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas, Pertalite Ikut Dikendalikan

Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas, Pertalite Ikut Dikendalikan

Agustus 20, 2026
Toprak Targetkan Finis 10 Besar di MotoGP 2026

Toprak Targetkan Finis 10 Besar di MotoGP 2026

Agustus 20, 2026
AIM Organizer merupakan wedding organizer yang melayani kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan acara pernikahan di Lampung dan Jakarta.

Mengenal AIM Organizer, Wedding Organizer yang Berbasis di Lampung dan Jakarta

AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

Raditya Dika Hapus Podcast Bersama Nagita Slavina

Raditya Dika Hapus Podcast Bersama Nagita Slavina

Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

AIM Organizer merupakan wedding organizer yang melayani kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan acara pernikahan di Lampung dan Jakarta.

Mengenal AIM Organizer, Wedding Organizer yang Berbasis di Lampung dan Jakarta

Agustus 20, 2026
AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

AI Dilaporkan Beraksi Sendiri dalam Serangan Siber ke Pemerintah Taiwan

Agustus 20, 2026
Raditya Dika Hapus Podcast Bersama Nagita Slavina

Raditya Dika Hapus Podcast Bersama Nagita Slavina

Agustus 20, 2026
Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Agustus 20, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Kategori

  • BISNIS
  • BOLA
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • ENTERTAINMENT
  • FOOD & TRAVEL
  • HEALTH
  • MOTOGP
  • NASIONAL
  • NEWS
  • SPORT
  • TEKNO & SAINS
  • Uncategorized

Newsletter

© 2024 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • FOOD & TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT

© 2025 Bulatan Times