Bulatan Times – iPhone Duo membawa perubahan besar pada sistem konektivitas iPhone. Ponsel lipat pertama Apple tersebut tidak lagi menyediakan slot kartu SIM fisik dan sepenuhnya mengandalkan eSIM di seluruh negara tempat perangkat dipasarkan.
Apple menyebut keputusan itu bukan sekadar perubahan desain. Ruang yang sebelumnya digunakan untuk tray SIM dialihkan untuk membantu memaksimalkan kapasitas baterai di dalam bodi iPhone Duo yang sangat tipis.
iPhone Duo Hanya Bisa Menggunakan eSIM
Berbeda dengan sejumlah generasi iPhone sebelumnya yang masih menyediakan pilihan nano-SIM di beberapa negara, iPhone Duo menggunakan sistem eSIM-only secara global.
Artinya, pengguna tidak bisa lagi memasukkan kartu SIM fisik ke perangkat tersebut. Nomor seluler harus diaktifkan secara digital melalui operator yang mendukung eSIM.
Apple menjelaskan eSIM merupakan SIM digital yang terintegrasi langsung ke perangkat. Pengguna dapat mengaktifkan paket seluler tanpa kartu fisik, misalnya melalui kode QR, aplikasi operator, atau metode aktivasi digital lainnya.
Slot SIM Dihapus untuk Beri Ruang ke Baterai
Desain lipat membuat setiap ruang di dalam iPhone Duo menjadi penting.
Apple menggunakan dua baterai yang ditempatkan pada masing-masing sisi perangkat. Penghapusan tray SIM fisik membantu menyediakan ruang tambahan untuk sistem baterai tersebut.
iPhone Duo diklaim mampu memberikan hingga 31 jam pemutaran video ketika menggunakan layar bagian dalam dan hingga 44 jam ketika hanya memakai layar luar. Untuk penggunaan kedua layar secara seimbang, Apple mengklaim daya tahan hingga 24 jam dalam sekali pengisian.
Keputusan menggunakan eSIM-only juga bukan hal sepenuhnya baru bagi Apple. Sejumlah model iPhone yang dijual di negara tertentu sebelumnya sudah meninggalkan slot SIM fisik, tetapi iPhone Duo menjadi perangkat yang sejak awal dirancang hanya menggunakan eSIM secara global.
Bagaimana dengan Pengguna di Indonesia?
Penghapusan slot SIM fisik membuat dukungan operator menjadi hal penting bagi calon pengguna iPhone Duo di Indonesia.
Berdasarkan halaman dukungan Apple, Indosat dan XLsmart tercantum sebagai operator di Indonesia yang mendukung metode aktivasi eSIM untuk iPhone, seperti melalui kode QR atau aplikasi operator.
Apple juga menjelaskan bahwa metode aktivasi eSIM dapat berbeda antara satu operator dan operator lainnya. Karena itu, pengguna tetap perlu memastikan nomor dan paket yang digunakan sudah mendukung eSIM sebelum berpindah ke perangkat eSIM-only.
Belum ada informasi resmi mengenai skema penjualan iPhone Duo di Indonesia. Ketersediaan perangkat maupun dukungan operator lokal masih dapat berbeda ketika perangkat tersebut nantinya dipasarkan secara resmi.
eSIM Dinilai Lebih Aman
Selain menghemat ruang internal, Apple menilai eSIM memiliki kelebihan dari sisi keamanan.
Karena tidak berbentuk kartu fisik, eSIM tidak dapat dilepas dengan mudah ketika iPhone hilang atau dicuri. Pengguna juga dapat menyimpan beberapa profil eSIM dalam satu perangkat sehingga lebih praktis ketika berganti nomor atau menggunakan layanan operator berbeda saat bepergian.
Apple menyebut iPhone yang mendukung eSIM dapat menyimpan delapan profil eSIM atau lebih, meskipun jumlah yang dapat digunakan secara bersamaan bergantung pada model serta dukungan operator.
Perubahan yang Perlu Diperhatikan Calon Pembeli
Bagi pengguna yang selama ini terbiasa memindahkan kartu SIM fisik dari satu ponsel ke ponsel lain, iPhone Duo akan membutuhkan kebiasaan baru.
Proses pergantian perangkat harus dilakukan melalui transfer eSIM atau aktivasi ulang melalui operator. Jika operator belum mendukung metode transfer langsung, pengguna mungkin perlu mendapatkan kode QR atau menghubungi operator untuk mengaktifkan nomor di perangkat baru.
Dengan desain eSIM-only, Apple sekaligus mempertegas arah pengembangan iPhone menuju perangkat tanpa kartu SIM fisik. Namun, kenyamanan penggunaannya akan sangat bergantung pada kesiapan layanan eSIM dari masing-masing operator.











