JAKARTA, BULATAN TIMES – Gerhana Matahari total akan terjadi pada Senin, 2 Agustus 2027, dengan durasi fase totalitas terpanjang sekitar 6 menit 23 detik. Berdasarkan perhitungan NASA, fase tersebut dapat disaksikan di wilayah Mesir, sementara Indonesia hanya akan mengalami gerhana sebagian di sejumlah daerah.
National Solar Observatory (NSO) Amerika Serikat menyebut peristiwa ini sebagai gerhana Matahari total terpanjang kedua pada abad ke-21. Durasi terpanjangnya diperkirakan terjadi di kawasan Mesir, tidak jauh dari Kota Luxor.
Gerhana Matahari total berlangsung ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat yang berada di jalur bayangan inti Bulan.
Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Total 2027
Menurut peta perhitungan NASA, jalur gerhana total pada 2 Agustus 2027 akan melintasi wilayah Samudra Atlantik, Eropa bagian selatan, Afrika Utara, serta sebagian Timur Tengah dan Afrika Timur.
Wilayah yang dilewati fase totalitas meliputi:
- Spanyol bagian selatan dan Gibraltar.
- Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya.
- Mesir, termasuk kawasan Luxor.
- Arab Saudi dan Yaman.
- Somalia di Afrika Timur.
Lokasi pengamatan menentukan lama fase totalitas. Penduduk yang berada dekat garis tengah lintasan umumnya mempunyai kesempatan menyaksikan fase total lebih lama dibandingkan pengamat di dekat batas jalur.
Di Luxor, Mesir, puncak gerhana diperkirakan berlangsung sekitar pukul 13.05 waktu setempat atau 17.05 WIB. Fase total di kota tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 6 menit 22 detik.
Perhitungan NASA menunjukkan durasi maksimum di sepanjang jalur gerhana mencapai sekitar 6 menit 23 detik pada titik tertentu di wilayah Mesir.
Baca Juga: Bocoran Harga Samsung Galaxy S27 Mulai Rp. 16 Jutaan, Varian Pro Ikut Dirumorkan
Bukan Gerhana Matahari Terlama Sepanjang Abad ke-21
Meski memiliki durasi yang luar biasa panjang, gerhana pada Agustus 2027 bukan pemegang rekor gerhana Matahari total terlama abad ke-21.
Menurut catatan NASA, gerhana pada 22 Juli 2009 mencapai durasi totalitas maksimum sekitar 6 menit 39 detik. Titik dengan durasi terpanjang pada peristiwa tersebut berada di kawasan Samudra Pasifik.
Adapun gerhana 2027 berada di posisi kedua dengan totalitas maksimum sekitar 6 menit 23 detik.
National Solar Observatory menjelaskan bahwa salah satu keunggulan gerhana 2027 ialah jalur totalitasnya melewati sejumlah wilayah daratan yang dapat dijangkau pengamat, termasuk Mesir, Spanyol, dan Maroko.
Selama fase totalitas, langit dapat menjadi gelap menyerupai waktu senja. Lapisan atmosfer luar Matahari yang disebut korona juga dapat terlihat di sekitar piringan Bulan yang menutupi Matahari.
Apakah Gerhana Matahari 2 Agustus 2027 Terlihat dari Indonesia?
Indonesia tidak termasuk jalur gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027. Namun, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan dapat mengamati gerhana Matahari sebagian.
Menurut perhitungan Time and Date, wilayah yang berpotensi mengalami gerhana sebagian mencakup beberapa daerah di Indonesia bagian barat, termasuk Aceh.
Di Banda Aceh, jadwal gerhana diperkirakan sebagai berikut:
- Awal gerhana sebagian: 17.49 WIB.
- Puncak gerhana: 18.35 WIB.
- Bagian piringan Matahari yang tertutup saat puncak: sekitar 35 persen.
Gerhana tersebut berlangsung menjelang Matahari terbenam. Karena posisi Matahari sudah rendah di dekat cakrawala, kondisi awan, penghalang di arah barat, serta waktu terbenamnya Matahari akan memengaruhi kesempatan pengamatan.
Durasi dan tingkat penutupan Matahari juga tidak sama untuk setiap daerah. Wilayah yang berada jauh dari cakupan bayangan penumbra Bulan tidak akan menyaksikan gerhana tersebut.
Baca Juga: GPT-6 Mulai Digulirkan ke Semua Paket ChatGPT, Jawaban Kini Lebih Interaktif
Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari
NASA mengingatkan masyarakat agar tidak melihat langsung Matahari selama fase gerhana sebagian tanpa perlindungan mata yang sesuai.
Pengamatan langsung harus menggunakan kacamata gerhana atau perangkat pengamatan Matahari khusus yang memenuhi standar keselamatan internasional ISO 12312-2.
Kacamata hitam biasa, sekalipun memiliki lensa sangat gelap, tidak aman digunakan untuk menatap Matahari secara langsung.
Pada wilayah yang mengalami gerhana total, pelindung mata hanya boleh dilepaskan ketika Bulan benar-benar menutupi seluruh piringan Matahari. Pelindung harus digunakan kembali begitu sebagian cahaya Matahari mulai terlihat.
Ketentuan tersebut berbeda bagi pengamat di Indonesia karena fase totalitas tidak terjadi di wilayah Indonesia.
NASA juga menyarankan metode pengamatan tidak langsung, misalnya menggunakan proyeksi lubang kecil atau pinhole projector, untuk melihat perubahan bentuk Matahari tanpa harus menatapnya.
Pengamatan melalui kamera, teropong, atau teleskop membutuhkan filter Matahari khusus yang terpasang pada bagian depan perangkat optik. Kacamata gerhana saja tidak cukup melindungi mata ketika digunakan bersama alat pembesar tanpa filter yang sesuai.











