BULATANTIMES.COM – OpenAI resmi memperkenalkan GPT-6 Astra pada 3 September 2026. Model terbaru ini menjadi generasi baru AI OpenAI dengan peningkatan kemampuan dalam penggunaan komputer, pemrograman, riset, keamanan siber, sains, serta pekerjaan kompleks yang membutuhkan banyak tahapan.
Berbeda dari model AI yang hanya memberikan jawaban berdasarkan perintah pengguna, GPT-6 Astra dirancang untuk membantu menjalankan pekerjaan secara lebih langsung. OpenAI mencontohkan kemampuan seperti mengisi formulir online, memperbarui data pelanggan di CRM, mengatur kalender, melakukan riset internet, membuat dokumen, hingga menguji tampilan sebuah situs.
Namun, GPT-6 Astra belum tersedia untuk seluruh pengguna ChatGPT. Saat ini OpenAI menerapkan peluncuran secara bertahap dan akses di ChatGPT diberikan melalui model bernama GPT-6 Pro untuk paket tertentu.
Apa yang Bisa Dilakukan GPT-6 Astra?
OpenAI menyebut GPT-6 Astra sebagai model paling mumpuni yang telah mereka distribusikan secara luas. Fokus utama pengembangannya bukan hanya kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan pekerjaan dengan banyak langkah.
Model ini dapat membantu membuat dokumen, spreadsheet, dan presentasi berdasarkan template serta instruksi pengguna. Astra juga mampu menyesuaikan hasil ketika pengguna memberikan persyaratan tambahan atau mengubah arah pekerjaan.
Dalam penggunaan komputer, Astra dapat melakukan berbagai pekerjaan seperti mengisi formulir, melakukan riset online, memperbarui catatan CRM, mengatur kalender, menganalisis data ilmiah, membuat situs web, hingga melakukan pemeriksaan kualitas pada tampilan depan sebuah website.
OpenAI juga mengklaim peningkatan efisiensi yang cukup besar. Dalam simulasi latensi OSWorld 2.0, GPT-6 Astra mencatat performa 72,6 persen dengan waktu sekitar 40 menit per tugas, sedangkan GPT-5.6 Sol mencapai 65,7 persen dengan waktu sekitar 75 menit.
GPT-6 Astra Juga Lebih Kuat untuk Coding
Kemampuan pemrograman menjadi salah satu fokus utama GPT-6 Astra.
Model ini dapat membantu memahami codebase, membuat dan menguji software, memperbaiki masalah, serta melakukan pekerjaan pengembangan yang membutuhkan beberapa tahapan sekaligus.
OpenAI juga memperbarui Codex agar penggunaan komputer bersama Astra menjadi lebih cepat. Dalam pengujian Mind2Web yang disebut OpenAI, kombinasi peningkatan Astra dan Codex menghasilkan penyelesaian tugas sekitar 1,9 kali lebih cepat dibandingkan pengalaman GPT-5.6 Sol sebelumnya.
Kemampuan tersebut membuat Astra tidak hanya ditujukan untuk percakapan biasa, tetapi juga pekerjaan profesional yang membutuhkan proses panjang.
Siapa yang Bisa Menggunakan GPT-6?
Ini bagian yang paling penting.
GPT-6 Astra belum bisa dipakai seluruh pengguna ChatGPT. OpenAI saat ini menggulirkannya secara bertahap.
| Paket ChatGPT | Akses GPT-6 Astra |
|---|---|
| Free | ❌ Belum tersedia di Chat |
| Go | ❌ Belum tersedia di Chat |
| Plus | ⚠️ Astra mulai tersedia di Work dan Codex, tetapi bukan GPT-6 Pro di Chat |
| Pro $100 | ✅ GPT-6 Pro mulai digulirkan |
| Pro $200 | ✅ GPT-6 Pro mulai digulirkan |
| Business Standard | ✅ GPT-6 Pro, dengan batas penggunaan tertentu |
| Business Premium | ✅ GPT-6 Pro, dengan batas penggunaan lebih besar |
| Enterprise | ✅ Dapat memperoleh akses, tergantung rollout dan izin workspace |
OpenAI menegaskan bahwa GPT-6 Pro ditenagai GPT-6 Astra dan sedang digulirkan untuk paket Pro $100, Pro $200, Business, dan Enterprise. Untuk Enterprise, administrator workspace dapat mengatur model mana yang boleh digunakan anggota.
Sementara itu, pengguna Plus tidak mendapatkan GPT-6 Pro di Chat pada tahap ini. Namun, GPT-6 Astra mulai digulirkan ke ChatGPT Work dan Codex untuk pengguna Plus, sehingga akses dapat berbeda tergantung produk dan akun.
Berapa Batas Penggunaan GPT-6 Pro?
GPT-6 Pro juga tidak berarti pengguna mendapatkan akses tanpa batas.
OpenAI menetapkan batas berdasarkan paket. Untuk ChatGPT Pro $100, pengguna mendapatkan hingga 50 pesan per minggu untuk GPT-6 Pro.
Paket Pro $200 mendapatkan hingga 200 pesan per minggu. Sementara Business Standard mendapatkan 15 pesan per bulan, sedangkan Business Premium mendapatkan 50 pesan per minggu. Batas GPT-6 Pro dan GPT-5.6 Sol Pro pada beberapa paket menggunakan kuota bersama.
Dengan demikian, pelanggan Pro sekalipun tetap perlu memperhatikan kuota GPT-6 Pro yang tersedia di akunnya.
Baca Juga: ChatGPT Sering Lupa Percakapan? Ini Penjelasan soal Memory
GPT-6 Astra Belum Langsung Muncul di Semua Akun
Peluncuran GPT-6 Astra menggunakan sistem bertahap. Karena itu, pelanggan yang memenuhi syarat belum tentu langsung melihat GPT-6 Pro pada menu model ChatGPT.
OpenAI juga menjelaskan bahwa ketersediaan dapat berbeda antara Chat, Work, dan Codex. Untuk pengguna Enterprise, akses juga bergantung pada pengaturan administrator workspace.
Pada tahap awal, OpenAI juga memberikan akses kepada organisasi tertentu melalui Daybreak Access Program. Perusahaan mengatakan akses akan diperluas dalam beberapa hari setelah peluncuran.
GPT-6 Astra Capai Tingkat Baru dalam Keamanan Siber
Selain kemampuan coding dan computer use, GPT-6 Astra membawa peningkatan besar dalam keamanan siber.
OpenAI menyatakan Astra menjadi model pertama mereka yang mencapai kategori Critical dalam kemampuan cybersecurity berdasarkan Preparedness Framework. Dengan alat dan akses yang tepat, model ini dinilai mampu menemukan kerentanan keamanan yang sebelumnya tidak diketahui serta mengembangkan eksploitasi pada sistem yang terlindungi.
Karena kemampuan tersebut memiliki risiko tinggi, OpenAI juga menerapkan sistem pengamanan tambahan untuk penggunaan model.
Peluncuran GPT-6 Astra menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan. Model generasi terbaru mulai diarahkan untuk mengerjakan tugas secara langsung, menggunakan komputer, menjalankan workflow panjang, dan membantu pekerjaan profesional dari awal hingga selesai.
Bagi pengguna ChatGPT, pertanyaan terpenting sekarang bukan lagi sekadar “seberapa pintar GPT-6?”, tetapi “kapan GPT-6 tersedia di akun saya?” Jawabannya bergantung pada paket, produk yang digunakan, serta proses rollout OpenAI.
Sumber: OpenAI











