25 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Rab
25 ° Kam
Selasa, Oktober 20, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TEKNO & SAINS

ChatGPT Sering Lupa Percakapan? Ini Penjelasan soal Memory

Tita by Tita
4 September 2026, 13.54 WIB
in TEKNO & SAINS
0
ChatGPT Sering Lupa Percakapan

ChatGPT Sering Lupa Percakapan

BULATANTIMES.COM, JAKARTA – Pernah merasa ChatGPT tiba-tiba lupa percakapan yang sebelumnya sudah dibahas? Pengalaman seperti ini cukup membuat pengguna bertanya-tanya, apalagi ketika chatbot sebenarnya sudah memiliki fitur Memory.

Lucunya, semakin sering seseorang menggunakan ChatGPT untuk pekerjaan jangka panjang, semakin terasa ketika AI tersebut tiba-tiba seperti “pikun”. Padahal, OpenAI justru terus mengembangkan sistem Memory agar ChatGPT mampu memahami konteks pengguna dengan lebih baik.

Baca Juga: Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Seberapa Besar Pengaruh Ekosistem Android?

Lalu, kenapa ChatGPT masih bisa lupa atau salah menerapkan informasi yang pernah diberikan?

ChatGPT Tidak Mengingat Semua Percakapan

Hal pertama yang perlu dipahami adalah Memory bukan berarti ChatGPT menyimpan dan mengingat seluruh percakapan secara sempurna.

OpenAI menjelaskan bahwa Memory membantu ChatGPT mengingat konteks yang dianggap berguna, termasuk preferensi, proyek, dan informasi yang relevan untuk percakapan berikutnya. Namun, ringkasan Memory yang ditampilkan kepada pengguna juga tidak selalu mencakup seluruh hal yang mungkin digunakan ChatGPT sebagai konteks.

Karena itu, pengguna bisa saja merasa pernah menjelaskan sesuatu berkali-kali, tetapi informasi tersebut belum tentu selalu muncul atau digunakan dalam jawaban berikutnya.

Memory ChatGPT Sudah Diperbarui

Masalah tersebut sebenarnya sudah menjadi perhatian OpenAI.

Pada Juni 2026, OpenAI memperkenalkan sistem Memory yang lebih baru dan lebih mampu menyusun konteks dari percakapan sebelumnya. Sistem tersebut dikembangkan untuk mengatasi masalah seperti informasi yang sudah tidak relevan, memori yang kedaluwarsa, serta informasi yang saling bertentangan.

Sistem baru ini menggunakan pendekatan yang disebut “dreaming”, yaitu proses di belakang layar yang membantu menyusun dan memperbarui konteks dari berbagai percakapan.

Tujuannya sederhana: ketika pengguna kembali berbicara dengan ChatGPT di kemudian hari, AI tidak selalu harus memulai dari nol.

Lalu Kenapa Masih Bisa “Pikun”?

Nah, di sinilah bagian menariknya.

Pada 31 Agustus 2026, seorang pengguna di forum komunitas OpenAI melaporkan masalah ketika ChatGPT sebenarnya dapat mengingat informasi yang tersimpan, tetapi tidak selalu menerapkannya ketika menghasilkan jawaban. Pengguna tersebut bahkan melaporkan adanya situasi ketika AI memberikan konteks yang terdengar masuk akal meskipun konteks tersebut tidak sesuai dengan riwayat yang sebenarnya.

Ini merupakan laporan pengguna di forum komunitas, bukan pernyataan resmi OpenAI bahwa seluruh sistem Memory sedang mengalami bug. Namun, laporan tersebut menunjukkan bahwa persoalan antara “mengingat informasi” dan “menggunakan informasi dengan benar” memang berbeda.

Dengan kata lain, ChatGPT bisa saja tahu sesuatu, tetapi belum tentu menggunakannya pada saat yang tepat.

Baca Juga: Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Video AI soal Banjir Bandang

Memory Bukan Sama dengan Riwayat Chat

Ada pula perbedaan antara Memory dan riwayat percakapan.

Memory dirancang untuk membawa informasi tertentu ke percakapan berikutnya. Sementara itu, riwayat chat merupakan kumpulan percakapan yang pernah dilakukan pengguna.

OpenAI sendiri menjelaskan bahwa sistem Memory dapat menggunakan konteks dari percakapan sebelumnya untuk membantu personalisasi. Namun, informasi yang ditampilkan dalam ringkasan Memory tidak harus mencerminkan seluruh konteks yang tersedia bagi sistem.

Itulah sebabnya pengguna terkadang melihat situasi yang terasa aneh: “Lho, kemarin kamu tahu, kok sekarang lupa?”

Bukan selalu berarti informasi tersebut benar-benar hilang. Bisa saja konteksnya tidak dipakai dalam respons tertentu.

Cara Mengurangi Risiko ChatGPT Lupa

Untuk informasi yang sangat penting, pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan Memory.

Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Katakan secara eksplisit “ingat ini untuk percakapan berikutnya”.
  • Periksa informasi yang tersimpan melalui pengaturan Memory.
  • Koreksi Memory jika terdapat informasi yang sudah tidak sesuai.
  • Untuk proyek panjang, simpan aturan atau informasi penting dalam dokumen/proyek yang relevan.
  • Jika konteks sangat penting, ingatkan kembali poin utama saat memulai percakapan baru.

OpenAI menyediakan kontrol Memory melalui Pengaturan > Personalisasi > Memori, sehingga pengguna dapat melihat dan mengelola informasi yang digunakan untuk personalisasi.

Jadi, Apakah ChatGPT Benar-Benar Pikun?

Tidak sesederhana itu. 😂

ChatGPT sekarang justru memiliki sistem Memory yang jauh lebih canggih dibanding generasi awal. OpenAI terus memperbaruinya agar informasi yang digunakan tetap relevan dan tidak mudah menjadi basi.

Namun, Memory bukanlah kemampuan untuk mengingat setiap kata dari seluruh percakapan secara sempurna.

Jadi kalau suatu hari ChatGPT tiba-tiba lupa sesuatu yang sudah dibahas panjang lebar, jangan langsung menyimpulkan AI-nya kena demensia digital. Bisa saja informasinya masih tersedia, tetapi sistem tidak mengambil atau menerapkannya pada konteks yang tepat.

Singkatnya: ChatGPT bukan benar-benar pikun, tetapi masih bisa salah memilih apa yang harus diingat dan kapan informasi tersebut harus digunakan.

Dan mungkin inilah paradoks AI saat ini: semakin pintar mengingat, semakin tinggi pula ekspektasi manusia agar AI tidak pernah lupa. 😆

Sumber: OpenAI, OpenAI Community

Tags: Agen AiAIartificial intelligenceChatGPT

Related Posts

iPhone 18 Pro
GADGET

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia, iPhone Duo Belum Punya Harga Resmi

Oktober 20, 2026
Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan
TEKNO & SAINS

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Oktober 20, 2026
iPhone Duo berwarna biru gelap dan putih ditampilkan dari belakang, disamping perangkat yang dibuka memperlihatkan layar utama dan ikon aplikasi
GADGET

Stok Awal Preorder iPhone Duo Ludes, Pengiriman Mundur ke 2027

Oktober 19, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Lapas Cilegon Gelar Sidak dan Tes Urine Bersama BNNK Terkait Isu Narkoba

Lapas Cilegon Gelar Sidak dan Tes Urine Bersama BNNK Terkait Isu Narkoba

Oktober 20, 2026
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Oktober 20, 2026
iPhone 18 Pro

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia, iPhone Duo Belum Punya Harga Resmi

Wakil Presiden AS JD Vance mengenakan jas biru dan dasi merah berbicara di depan mikrofon dengan bendera Amerika Serikat di belakangnya

Wapres AS JD Vance Tak Ikut Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel

Pembalap Iker Lecuona mengenakan topi dan seragam BK8 Gresini Racing.

Gresini Kembali Panggil Iker Lecuona, Aldeguer Absen di GP Australia 2026

Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

iPhone 18 Pro

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia, iPhone Duo Belum Punya Harga Resmi

Oktober 20, 2026
Wakil Presiden AS JD Vance mengenakan jas biru dan dasi merah berbicara di depan mikrofon dengan bendera Amerika Serikat di belakangnya

Wapres AS JD Vance Tak Ikut Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel

Oktober 20, 2026
Pembalap Iker Lecuona mengenakan topi dan seragam BK8 Gresini Racing.

Gresini Kembali Panggil Iker Lecuona, Aldeguer Absen di GP Australia 2026

Oktober 20, 2026
Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

Oktober 20, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times