Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Bulatan Times
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home TRAVEL

Alasan Makanan di Kapal dan Pesawat Mahal

Tita by Tita
Agustus 31, 2026
in TRAVEL
0
Sajian makanan dan minuman penumpang di atas pesawat terbang

Gambar ilustrasi

600
SHARES
793
VIEWS

BULATANTIMES.COM – Banyak penumpang sering bertanya-tanya kenapa harga makanan di kapal dan pesawat mahal daripada harga di warung darat. Segelas minuman hangat atau sebungkus roti isi di atas transportasi umum tersebut bisa melonjak berkali-kali lipat.

Fenomena harga tinggi ini bukan semata-mata trik pengelola untuk mencari keuntungan berlebih. Maskapai dan operator kapal harus menanggung rantai biaya operasional yang sangat kompleks dan berbiaya tinggi.

Baca Juga: Booking Pesawat dan Hotel: Lebih Hemat Lewat OTA atau Website Resmi?

Faktor Utama Makanan di Kapal dan Pesawat Mahal

Terdapat sejumlah alasan logis yang menjelaskan kenapa makanan di kapal dan pesawat mahal bagi para penumpang:

1. Rantai Pasok dan Standar Higienitas Khusus

Penyedia katering wajib menerapkan protokol keamanan pangan internasional yang sangat ketat. Mereka memasak makanan, mendinginkannya secara kilat, lalu memanaskannya kembali menggunakan oven khusus di udara.

2. Pengaruh Bobot Terhadap Bahan Bakar

Setiap kilogram muatan di dalam kabin pesawat memicu pemborosan bahan bakar avtur secara langsung. Maskapai memperhitungkan bobot troli makanan, wadah kemasan, serta peralatan makan ke dalam kalkulasi tarif penerbangan.

3. Pasar Tertutup Tanpa Kompetitor

Penumpang tidak memiliki akses ke toko swalayan saat pesawat mengudara atau kapal mengarungi samudera. Ketiadaan pilihan alternatif ini menciptakan sistem pasar tertutup yang membuat harga produk stabil pada angka tinggi.

Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, 7 Maskapai Ini Naikkan Tarif dan Pangkas Rute Penerbangan

4. Biaya Lisensi dan Tenaga Layanan

Perusahaan katering harus membayar biaya konsesi dan izin keamanan bandara yang cukup mahal. Pengelola juga mempekerjakan awak kabin profesional untuk melayani pesanan penumpang dengan sigap.

5. Risiko Makanan Sisa yang Terbuang

Maskapai penerbangan dan armada kapal laut tidak bisa menjual kembali makanan siap saji yang tersisa. Faktor risiko kerugian bahan makanan basi ini turut memengaruhi penetapan harga jual ke konsumen.

Tips Menghemat Anggaran Konsumsi Saat Perjalanan

Masyarakat dapat mengantisipasi tingginya harga makanan dengan membawa camilan padat sendiri dari rumah. Pastikan makanan ringan Anda memenuhi aturan batas cairan di pintu keamanan bandara.

Selain itu, penumpang sebaiknya memesan menu makanan secara daring sebelum jadwal keberangkatan tiba. Langkah praktis ini biasanya memberikan potongan harga yang jauh lebih hemat bagi dompet Anda.

Editor: Tim Redaksi Edukasi & Travel BulatanTimes

Tags: Kapal LautPesawat

Related Posts

lawang sewu
TRAVEL

7 Tempat Wisata di Semarang yang Wajib Dikunjungi

Agustus 29, 2026
Negara yang Bayar Orang untuk Tinggal, Ini Programnya
TRAVEL

Negara yang Bayar Orang untuk Tinggal, Ini Programnya

Agustus 26, 2026
Booking Pesawat dan Hotel: Lebih Hemat Lewat OTA atau Website Resmi?
TRAVEL

Booking Pesawat dan Hotel: Lebih Hemat Lewat OTA atau Website Resmi?

Agustus 24, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times