BULATANTIMES.COM — Tinggal di negara lain sambil mendapatkan bantuan finansial mungkin terdengar seperti sesuatu yang sulit dipercaya. Namun, sejumlah pemerintah memang memiliki program insentif relokasi untuk menarik penduduk baru ke wilayah yang mengalami kekurangan tenaga kerja atau penurunan jumlah penduduk.
Meski demikian, istilah “negara membayar orang untuk pindah” perlu dipahami dengan hati-hati.
Dalam praktiknya, sebagian besar program tersebut bukan uang cuma-cuma untuk siapa saja yang datang. Ada yang ditujukan bagi pekerja, pemilik usaha, pekerja remote, atau orang yang membeli dan memperbaiki rumah di daerah tertentu.
Bahkan beberapa program hanya berlaku bagi warga yang sudah memiliki hak tinggal atau memenuhi aturan imigrasi negara tersebut.
Berikut sejumlah contoh program yang masih memiliki dasar resmi dan relevan pada 2026.
Baca Juga: Booking Pesawat dan Hotel: Lebih Hemat Lewat OTA atau Website Resmi?
1. Portugal Beri Bantuan bagi Orang yang Pindah ke Wilayah Pedalaman
Portugal memiliki program Emprego Interior MAIS yang memberikan dukungan finansial kepada pekerja yang memindahkan tempat tinggal ke wilayah pedalaman negara tersebut untuk bekerja.
Program ini dapat mencakup orang yang mendapatkan pekerjaan baru, memindahkan aktivitas pekerjaan, membuka usaha sendiri, hingga pekerja atau profesional independen yang bekerja jarak jauh dari wilayah pedalaman Portugal.
Pada 2026, bantuan dasar dihitung berdasarkan nilai IAS. Untuk pekerja dengan kontrak tidak terbatas, contoh yang diberikan pemerintah mencapai 3.759,91 euro, ditambah kemungkinan tambahan untuk anggota keluarga dan biaya pemindahan barang.
Ada pula tambahan 20 persen untuk setiap anggota keluarga yang ikut pindah serta bantuan transportasi barang sebesar 1,5 kali IAS atau 805,70 euro pada 2026.
Namun, program ini bukan pembayaran kepada semua orang asing yang ingin tinggal di Portugal. Pemohon harus memenuhi persyaratan program dan tetap harus memiliki dasar hukum untuk tinggal serta bekerja di Portugal.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Wisata di Banyuwangi untuk Libur Akhir Tahun
2. Italia: Sardinia Beri Bantuan untuk Rumah di Daerah Kecil
Wilayah Sardinia, Italia, juga menjalankan kebijakan untuk mengatasi depopulasi.
Pada 2026, pemerintah regional memperluas skema bantuan pembelian, renovasi, atau pemulihan rumah pertama ke kota-kota dengan jumlah penduduk hingga 5.000 orang.
Pemerintah Sardinia mengalokasikan 15 juta euro per tahun untuk 2026, 2027, dan 2028. Bantuan dapat mencapai 50 persen biaya, dengan batas maksimal 15.000 euro per penerima dan keluarganya.
Prioritas juga diberikan kepada sejumlah kelompok, termasuk orang yang memindahkan domisili dari wilayah lain atau dari luar negeri, keluarga baru, keluarga dengan anak, serta kelompok usia tertentu.
Jadi, bukan sekadar datang ke Sardinia lalu menerima uang. Bantuan tersebut berkaitan dengan rumah pertama dan kewajiban tinggal di wilayah penerima program.
3. Irlandia Tawarkan Bantuan Renovasi Rumah Kosong
Irlandia juga sering masuk daftar negara yang disebut “membayar orang untuk pindah”. Namun, kenyataannya sedikit berbeda.
Pemerintah Irlandia memiliki Vacant Property Refurbishment Grant, yaitu bantuan untuk mengubah rumah atau bangunan kosong maupun terbengkalai menjadi tempat tinggal.
Untuk wilayah kepulauan lepas pantai, bantuan dapat mencapai 60.000 euro untuk properti kosong dan hingga 84.000 euro untuk properti terbengkalai. Besaran tersebut lebih tinggi daripada skema daratan karena biaya pembangunan di pulau-pulau tersebut lebih mahal.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program Our Living Islands, yang bertujuan menjaga keberlangsungan komunitas di pulau-pulau Irlandia.
Artinya, angka 84.000 euro tersebut bukan uang tunai yang diberikan hanya karena seseorang bersedia pindah ke Irlandia. Dana tersebut merupakan bantuan renovasi dengan persyaratan tertentu.
4. Swiss Punya Insentif Relokasi di Desa Albinen
Contoh lain datang dari Albinen, sebuah desa kecil di Swiss.
Program pemerintah lokal Albinen memberikan kontribusi satu kali sebesar 25.000 franc Swiss untuk individu, 50.000 franc untuk pasangan, serta 10.000 franc untuk setiap anak yang memenuhi persyaratan.
Namun, program tersebut memiliki syarat yang cukup ketat.
Dalam aturan resmi Albinen, warga asing harus memiliki izin tinggal C Swiss ketika pembayaran dilakukan. Dana juga berkaitan dengan pembangunan, renovasi, atau pembelian rumah di Albinen.
Karena itu, klaim bahwa “Swiss membayar orang asing untuk pindah ke sana” tanpa penjelasan tambahan bisa menyesatkan.
5. Jepang Memberi Insentif untuk Pindah dari Tokyo ke Daerah
Jepang juga memiliki kebijakan untuk mendorong penduduk berpindah dari kawasan Tokyo ke daerah lain.
Program Regional Relocation Support memberikan bantuan kepada orang yang memenuhi persyaratan tertentu, seperti pindah dari Tokyo 23-ku atau wilayah metropolitan Tokyo ke daerah tujuan yang mengikuti program.
Besaran bantuan dapat mencapai 1 juta yen untuk rumah tangga dan hingga 600.000 yen untuk individu, tergantung program pemerintah daerah yang bersangkutan. Ada pula tambahan bantuan untuk keluarga yang membawa anak.
Namun, program ini tidak berlaku otomatis untuk seluruh warga asing. Persyaratan tempat tinggal sebelumnya, pekerjaan, usaha, dan pemerintah daerah tujuan harus diperhatikan.
6. Amerika Serikat Punya Program untuk Pekerja Remote
Di Amerika Serikat, program insentif relokasi banyak dijalankan oleh kota atau negara bagian, bukan pemerintah federal.
Salah satu contohnya adalah Tulsa Remote di Oklahoma.
Program tersebut menawarkan insentif hingga 10.000 dolar AS bagi pekerja remote yang memenuhi persyaratan dan bersedia menetap di Tulsa.
Peserta harus berusia minimal 18 tahun, memiliki izin bekerja di Amerika Serikat, mempunyai pekerjaan penuh waktu yang dapat dilakukan secara remote di luar Oklahoma, serta memenuhi sejumlah syarat tempat tinggal.
Program lain adalah Ascend WV di West Virginia yang menawarkan 12.000 dolar AS kepada peserta yang memenuhi persyaratan untuk pindah dan bekerja secara remote dari wilayah yang ditentukan. Pembayaran diberikan selama dua tahun.
Sekali lagi, program seperti ini bukan jalur imigrasi. Tulsa Remote, misalnya, secara jelas mensyaratkan peserta memiliki izin bekerja di Amerika Serikat.
Mengapa Mereka Mau Membayar Pendatang?
Program-program tersebut umumnya memiliki tujuan yang hampir sama, yakni mengatasi depopulasi, menarik tenaga kerja, menghidupkan kembali wilayah yang sepi, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Uni Eropa sendiri mengakui bahwa perubahan demografi telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor. Karena itu, menarik tenaga kerja dari luar menjadi salah satu bagian dari strategi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Sementara bagi daerah kecil, kedatangan penduduk baru dapat membantu mempertahankan sekolah, bisnis lokal, layanan publik, dan aktivitas ekonomi.
Jangan Tertipu Judul “Dibayar untuk Tinggal”
Fenomena ini memang nyata, tetapi calon pendatang perlu membaca aturan secara lengkap.
Ada program yang membayar pekerja remote. Ada yang membantu membeli rumah. Ada yang memberikan dana renovasi. Ada pula yang hanya ditujukan kepada orang yang sudah memiliki hak tinggal di negara tersebut.
Jadi, insentif relokasi tidak sama dengan visa atau izin tinggal.
Seseorang yang tertarik mengikuti program tetap harus memenuhi aturan imigrasi, pajak, pekerjaan, kepemilikan properti, dan persyaratan tinggal yang berlaku di negara atau daerah tujuan.
Kesimpulan
Sejumlah negara dan daerah memang menawarkan insentif finansial bagi orang yang bersedia pindah dan menetap, tetapi tidak berarti mereka memberikan uang secara cuma-cuma kepada siapa saja.
Portugal memberikan bantuan bagi pekerja yang pindah ke wilayah pedalaman. Sardinia membantu pembelian atau renovasi rumah di daerah berpenduduk kecil. Irlandia memberikan hibah untuk renovasi properti kosong, sementara Jepang menawarkan dukungan bagi orang yang pindah dari kawasan Tokyo ke daerah tertentu.
Di Amerika Serikat, Tulsa dan West Virginia memiliki program yang secara khusus menyasar pekerja remote. Swiss juga memiliki program lokal di Albinen dengan persyaratan ketat.
Intinya, ada uangnya, tetapi syaratnya juga ada. Sebelum memutuskan pindah negara hanya karena melihat informasi “dibayar untuk tinggal”, calon peserta harus mengecek status program, persyaratan imigrasi, lokasi yang memenuhi syarat, serta kewajiban tinggal dan penggunaan dana.
Sumber: IEFP Portugal, Regione Autonoma della Sardegna, Government of Ireland, Gemeinde Albinen, Cabinet Office Japan, Tulsa Remote, Ascend WV, dan European Commission.













