21 °c
Columbus
19 ° Sel
25 ° Rab
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home ENTERTAINMENT

Maudy Ayunda Akui Ada Privilese di Balik “Diet Berita” setelah Konten Mindfulness Dikritik

Maudy Ayunda mengakui kemampuan menjauh dari arus berita merupakan sebuah privilese setelah video mindfulness miliknya memicu perdebatan di media sosial.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in ENTERTAINMENT
0
Maudy Ayunda dalam unggahan video di media sosial

Maudy Ayunda. Foto: Instagram

0
SHARES
4
VIEWS

Bulatan Times – Perdebatan mengenai video mindfulness Maudy Ayunda memasuki babak baru setelah penyanyi dan aktris tersebut mengakui bahwa kemampuan seseorang untuk mengambil jarak dari arus berita merupakan sebuah privilese.

Pernyataan itu disampaikan Maudy melalui komentar yang disematkan pada video YouTube “Mindfulness in the Age of Bad News”. Video tersebut sebenarnya telah tayang sejak 21 Agustus 2026, tetapi kembali menjadi pembicaraan luas di media sosial pada September setelah sebagian pengguna internet menilai pendekatan yang disampaikan kurang mempertimbangkan pengalaman orang-orang yang terkena dampak langsung berbagai persoalan.

Baca Juga: Abah Didi Viral di Media Sosial, Isu Kehidupan Pribadi Belum Terverifikasi

Maudy kemudian meminta maaf karena perspektif tersebut belum cukup ia refleksikan ketika membuat video.

“Being able to step away from the news is itself a privilege.”

Ia menambahkan bahwa tidak semua orang mempunyai pilihan untuk menjauh, khususnya ketika sebuah peristiwa berdampak langsung terhadap kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitas mereka.

Video Awalnya Berangkat dari Pengalaman Pribadi

Pembahasan Maudy pada mulanya bukan tentang berhenti mengikuti persoalan sosial. Ia menceritakan pengalaman pribadi menghadapi derasnya informasi negatif yang menurutnya membuat kondisi emosional ikut terkuras.

Dalam video tersebut, Maudy mengaku dapat merasa kewalahan, tidak berdaya, menangis, hingga marah ketika menerima kabar buruk secara terus-menerus. Pertanyaan yang ingin ia bahas adalah bagaimana seseorang tetap mengikuti keadaan dan mempertahankan kepedulian tanpa membuat dirinya kehilangan kemampuan untuk berfungsi.

Salah satu cara yang ia terapkan adalah membatasi konsumsi informasi. Maudy memilih sumber yang dianggap dapat dipercaya, lebih menyukai pembahasan yang komprehensif dibanding potongan informasi, serta mencari penjelasan dari orang yang dinilai memahami persoalan tertentu.

Strategi semacam itulah yang kemudian banyak dibaca sebagai “diet berita”.

Persoalannya, pesan tersebut diterima dalam situasi ketika sejumlah masalah yang dibicarakan bukan sekadar informasi dari kejauhan bagi sebagian masyarakat. Kritik kemudian muncul karena pilihan untuk mematikan layar atau berhenti membaca berita tidak serta-merta menghilangkan dampak persoalan dari kehidupan orang yang mengalaminya langsung.

Mengapa Muncul Kritik “Tak Napak Tanah”?

Istilah seperti “tone deaf” dan “tak napak tanah” muncul dari reaksi sebagian pengguna media sosial, bukan merupakan kesimpulan faktual tentang pribadi Maudy.

Inti kritiknya terutama tertuju pada kesenjangan pengalaman: sesuatu yang dapat diperlakukan sebagai paparan informasi bagi satu orang dapat menjadi kondisi sehari-hari bagi orang lain.

Perdebatan berkembang karena sebagian warganet menilai framing mengenai bad news dan langkah mengambil jarak dari informasi tidak sepenuhnya menangkap posisi masyarakat yang menghadapi persoalan tersebut secara langsung.

Pembahasan yang semula berkaitan dengan kesehatan mental kemudian bergeser menjadi diskusi mengenai privilese dan kepekaan sosial seorang figur publik.

Baca Juga: Raditya Dika Hapus Podcast Bersama Nagita Slavina

Perbedaan konteks ini penting karena tidak semua kritik terhadap video tersebut berarti menolak gagasan menjaga kesehatan mental. Yang dipersoalkan sebagian audiens justru adalah apakah solusi berupa mengambil jarak dapat disampaikan tanpa terlebih dahulu membedakan antara orang yang hanya menyaksikan suatu krisis dan mereka yang hidup di dalam dampaknya.

Maudy Ayunda: Mindfulness Bukan Alasan untuk Berhenti Peduli

Dalam tanggapannya, Maudy menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menjadikan mindfulness sebagai alasan untuk menjauh dari kenyataan atau berhenti peduli.

Ia mengatakan video tersebut berangkat dari pergulatan pribadinya untuk tetap mengikuti keadaan sambil menjaga kemampuan dirinya agar tetap bisa hadir dan terlibat secara berarti. Maudy juga menyebut berbagai situasi sulit, termasuk kebakaran hutan dan lahan, gempa, serta kebijakan atau program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Maudy menyampaikan bahwa mindfulness yang dimaksudnya justru seharusnya membantu seseorang tetap hadir dan peka terhadap orang yang terdampak, bukan membuat keadaan seolah baik-baik saja.

Ia kemudian berterima kasih atas kritik dan perspektif tambahan yang diterimanya serta mengatakan dirinya mendengarkan dan belajar dari masukan tersebut.

Polemiknya Bukan Sekadar soal Mindfulness

Perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa cara menyampaikan pesan mengenai kesehatan mental dapat berubah makna ketika bertemu dengan konteks sosial.

Membatasi paparan informasi bisa menjadi strategi pribadi bagi seseorang yang merasa kewalahan. Namun, strategi individual itu tidak otomatis dapat diterapkan dengan kondisi yang sama kepada setiap orang.

Bagi mereka yang terdampak langsung oleh bencana, masalah ekonomi, kebijakan publik, atau persoalan lain, berita dapat menjadi informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan dalam kehidupan nyata.

Respons terbaru Maudy pada akhirnya menyentuh titik tersebut. Ia tidak menarik kembali seluruh gagasan mengenai mindfulness, tetapi mengakui bahwa ada dimensi privilese yang sebelumnya belum cukup masuk dalam refleksinya.

Dengan begitu, polemik yang awalnya berkembang melalui label “tak napak tanah” kini memiliki konteks yang lebih lengkap: bermula dari refleksi pribadi mengenai kelelahan menghadapi arus informasi, mendapat kritik karena dianggap kurang memasukkan pengalaman masyarakat terdampak, lalu direspons Maudy dengan permintaan maaf dan pengakuan atas keterbatasan perspektif tersebut.

Source: Maudy Ayunda/YouTube, Tirto
Tags: Maudy Ayunda

Related Posts

Betrand Peto didampingi kuasa hukum saat memberikan klarifikasi kepada media
ENTERTAINMENT

Betrand Peto Bantah Dugaan Pelecehan Seksual, Siap Ikuti Proses Hukum

September 14, 2026
Nam Ji Hyun dan Kim Jae Young
ENTERTAINMENT

Nam Ji Hyun dan Kim Jae Young Adu Akting di Romcom Make Me Tremble

September 11, 2026
Yoriko Angeline Dilamar Aldio Oekon
ENTERTAINMENT

Yoriko Angeline Dilamar Aldio Oekon di Paris, Momen Romantis di Versailles

September 4, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi

Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi di BYON Combat Showbiz 8

Agustus 30, 2026
Hero Layla Mobile Legends

Build Layla Tersakit 2026: Item, Emblem, dan Tips Savage Mobile Legends

Agustus 29, 2026
Basarnas bersama Menteri Perhubungan saat konferensi pers penanganan Virgo Transport 8

Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik dan Masih Mengapung, 129 Orang Dicari

September 14, 2026
Ilustrasi emas batangan dan grafik harga emas hari ini

Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp 2.602.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah

September 14, 2026
Hero Nana di Mobile Legends untuk build Nana tersakit 2026

Build Nana Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo Sekali Burst

Veda Ega Pratama mengendarai motor Honda Team Asia di lintasan

Veda Ega Pratama Evaluasi Diri usai Finis P18 di Misano: Austria Jadi Target Bangkit

Pembalap MotoGP bersaing di lintasan pada Grand Prix Austria

Jadwal MotoGP Austria 2026 WIB: Sprint dan Race Red Bull Ring Digelar Malam Hari

Maudy Ayunda dalam unggahan video di media sosial

Maudy Ayunda Akui Ada Privilese di Balik “Diet Berita” setelah Konten Mindfulness Dikritik

Hero Nana di Mobile Legends untuk build Nana tersakit 2026

Build Nana Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo Sekali Burst

September 15, 2026
Veda Ega Pratama mengendarai motor Honda Team Asia di lintasan

Veda Ega Pratama Evaluasi Diri usai Finis P18 di Misano: Austria Jadi Target Bangkit

September 15, 2026
Pembalap MotoGP bersaing di lintasan pada Grand Prix Austria

Jadwal MotoGP Austria 2026 WIB: Sprint dan Race Red Bull Ring Digelar Malam Hari

September 14, 2026
Maudy Ayunda dalam unggahan video di media sosial

Maudy Ayunda Akui Ada Privilese di Balik “Diet Berita” setelah Konten Mindfulness Dikritik

September 14, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times