Bulatan Times – Veda Ega Pratama tidak menutupi kekecewaannya setelah hanya finis di posisi ke-18 pada balapan Moto3 San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Minggu (13/9/2026).
Pembalap Honda Team Asia itu mengakui akhir pekan di Misano berjalan lebih sulit dari yang diharapkan. Namun, Veda tidak hanya menyoroti performa motor. Ia juga menilai masih ada bagian dari gaya balapnya sendiri yang perlu dibenahi sebelum seri berikutnya di Austria.
Veda sebenarnya sempat menunjukkan tanda positif sejak sesi awal. Pada Practice, ia menempati posisi ke-13 dan langsung lolos ke Q2. Namun, hasil kualifikasi tidak berjalan sesuai harapan dan membuatnya harus memulai balapan dari barisan tengah.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Tembus Q2 Moto3 San Marino 2026
Veda Mengaku Kesulitan Sepanjang Akhir Pekan
Selepas balapan, Veda menyebut Misano sebagai akhir pekan yang sulit. Ia merasa cukup percaya diri ketika kondisi lintasan masih lembap pada Jumat, tetapi situasinya berubah ketika balapan berlangsung sepenuhnya dalam kondisi kering.
“Ini merupakan akhir pekan yang sulit bagi saya.”
Komentar tersebut menjadi gambaran kontras dari performanya pada awal akhir pekan. Ketika kondisi lintasan belum sepenuhnya kering, Veda merasa mampu menemukan kecepatan dan kepercayaan diri yang cukup baik.
Masalahnya, karakter balapan pada Minggu berbeda. Moto3 berlangsung dalam kondisi kering, sementara Veda masih mencari kombinasi terbaik antara setelan motor, ritme, dan gaya berkendaranya sendiri.
Sempat Masuk Zona Poin, Lalu Kehilangan Posisi
Balapan Moto3 San Marino berlangsung selama 20 lap. Veda sempat berada di sekitar zona poin pada fase awal, tetapi kemudian kehilangan beberapa posisi dan akhirnya menyentuh garis finis di urutan ke-18.
Honda Racing menyebut balapan Veda dan rekan setimnya, Zen Mitani, berjalan relatif sepi dibanding perebutan posisi di barisan depan. Veda finis ke-18, sedangkan Mitani berada lebih jauh di belakang.
Hasil tersebut membuat Veda kembali pulang tanpa poin setelah sebelumnya juga gagal mencetak angka di Aragon.
Baca Juga: Hasil Moto3 Aragon 2026: Veda Ega Pratama Finis Ke-20
Motor Disebut Bergerak ke Arah Positif
Meski hasil akhirnya jauh dari target, Veda melihat satu perkembangan dari sisi teknis.
Honda Team Asia melakukan sejumlah perubahan sejak Q2 menuju balapan. Menurut Veda, perubahan tersebut membuat arah pengembangan motor terasa lebih positif meskipun belum cukup untuk mengantarnya kembali ke zona poin.
Hal ini penting karena masalah Veda di Misano bukan sekadar soal posisi finis. Sejak latihan dan kualifikasi, ia sudah merasakan ada beberapa aspek yang belum bekerja sesuai keinginannya.
Veda juga tidak melempar seluruh beban evaluasi kepada tim teknis. Ia menegaskan bahwa dirinya sendiri harus berkembang sebagai rookie dan memahami area yang masih bisa diperbaiki.
Pendekatan itu menjadi bagian penting dari evaluasi Misano. Pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3, Veda masih harus beradaptasi dengan perubahan kondisi lintasan, kebutuhan setelan motor, hingga konsistensi kecepatan sepanjang satu akhir pekan.
Fokus Beralih ke Moto3 Austria
Veda kini tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama memikirkan hasil Misano. Seri berikutnya berlangsung di Red Bull Ring, Austria, pada 18–20 September 2026.
Pembalap asal Gunungkidul itu menyebut Red Bull Ring sebagai salah satu trek yang disukainya. Dalam beberapa hari menjelang balapan berikutnya, ia ingin melakukan reset dan kembali bekerja bersama tim.
Veda mengatakan dirinya akan bekerja keras sebelum Austria dan berusaha memberikan performa lebih baik pada seri berikutnya.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Austria 2026 WIB: Sprint dan Race Red Bull Ring Digelar Malam Hari
Posisi Veda di Klasemen Masih Terancam
Hasil tanpa poin di Misano membuat Veda bertahan dengan 97 poin. Ia masih berada di posisi ketujuh klasemen Moto3, tetapi kini tekanan dari Hakim Danish semakin besar.
Veda hanya unggul tiga poin dari pembalap Malaysia tersebut setelah seri Misano. Danish mampu membawa pulang poin, sementara Veda kembali gagal menambah angka.
Situasi tersebut membuat seri Austria semakin penting. Bukan hanya untuk memutus tren tanpa poin, tetapi juga untuk menjaga posisi Veda di klasemen dan mengembalikan momentum yang sempat ia tunjukkan pada awal musim.












