Bulatan Times – Sarwendah membagikan empat cuplikan video call mantan suaminya, Ruben Onsu, dengan seorang pria melalui Instagram pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Rekaman tersebut menjadi perhatian setelah salah satu percakapannya menyinggung soal “penjaga hati”.
Unggahan itu muncul di tengah perselisihan Ruben dan Sarwendah yang kembali mencuat melalui media sosial. Sebelumnya, Ruben membagikan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan asisten Sarwendah menyerahkan sebuah amplop putih kepada seseorang.
Sarwendah kemudian memberikan penjelasan mengenai pertemuan dalam rekaman CCTV tersebut. Bersamaan dengan klarifikasinya, ia mengunggah potongan video call Ruben yang disebut berasal dari seseorang bernama Artos.
Ruben sendiri telah menanggapi unggahan tersebut. Melalui media sosial, presenter itu mempertanyakan sebuah pertemuan yang menurutnya diduga berkaitan dengan upaya menjatuhkan dirinya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Sarwendah Ungkap Alasan Anak Belum Mau Bertemu Ruben Onsu
Rekaman Video Call Singgung Soal Penjaga Hati
Empat video yang dibagikan Sarwendah memperlihatkan Ruben tengah berbincang dengan seorang pria melalui panggilan video.
Dalam salah satu cuplikan, Ruben terdengar menawarkan diri untuk menemani lawan bicaranya dan menggunakan istilah “penjaga hati”.
Percakapan lain turut menyinggung masalah kesetiaan. Namun, rekaman yang dipublikasikan hanya berupa beberapa cuplikan sehingga belum memberikan gambaran lengkap mengenai konteks pembicaraan tersebut.
Sarwendah mengaitkan video itu dengan keterangan Artos, seseorang yang sebelumnya ditemuinya. Menurut penjelasan Sarwendah, Artos memberikan rekaman tersebut dan menyampaikan sejumlah klaim mengenai interaksi Ruben dengan orang yang berada dalam panggilan video.
Keterangan itu belum dapat dipastikan secara independen. Identitas dan hubungan pribadi pihak yang berada dalam percakapan juga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan potongan rekaman yang beredar.
Sarwendah Jelaskan Pertemuan dalam Rekaman CCTV
Sebelum video call tersebut diunggah, Ruben lebih dahulu membagikan rekaman CCTV pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Video itu memperlihatkan Manda, asisten Sarwendah, mengambil amplop putih dari sebuah tas dan menyerahkannya kepada seseorang.
Ruben mempertanyakan isi amplop dan tujuan penyerahannya. Ia juga menduga adanya upaya menggunakan pihak lain untuk menjatuhkan dirinya.
Menanggapi hal tersebut, Sarwendah membantah tuduhan bahwa pertemuan itu berkaitan dengan pembayaran buzzer.
Melalui akun Instagram pribadinya, Sarwendah menjelaskan bahwa ia datang memenuhi undangan seseorang yang disebut Ibu Z untuk bertemu dengan Artos dan seorang pengacara bernama Jaenudin.
Menurut Sarwendah, pertemuan tersebut berhubungan dengan persoalan harta bersama, termasuk rumah yang disebut akan dilelang.
Ia juga menjelaskan bahwa uang yang disiapkan untuk Artos merupakan biaya transportasi dan bentuk apresiasi atas bantuan yang diberikan, bukan pembayaran untuk menyerang Ruben di media sosial.
Penjelasan tersebut merupakan keterangan Sarwendah. Dugaan mengenai tujuan penyerahan amplop maupun penggunaan uangnya belum dapat dinyatakan terbukti hanya berdasarkan rekaman CCTV dan pernyataan kedua pihak.
Baca Juga: SP3 Terbit, Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Ruben Onsu Resmi Dihentikan
Ruben Onsu Pertanyakan Tujuan Pertemuan
Setelah video call tersebut beredar, Ruben menyampaikan tanggapan melalui media sosial pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Ruben mempertanyakan pertemuan yang menurutnya mungkin telah direncanakan untuk menyudutkan dirinya.
“Ini pertemuan apa sih? Hahaha. Mungkin semua dia sudah direncanakan dalam sebuah pertemuan, untuk terus menjatuhkan,” tulis Ruben, dikutip dari iNews, Minggu (11/10/2026).
Pernyataan itu merupakan dugaan yang disampaikan Ruben. Belum ada bukti independen yang memastikan bahwa pertemuan tersebut memang dirancang untuk menjatuhkannya.
Sementara itu, Sarwendah sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya merasa lelah menghadapi berbagai tuduhan dan narasi yang menurutnya merugikan selama beberapa bulan terakhir.
Perselisihan keduanya berlangsung ketika persoalan pengasuhan anak setelah perceraian pada 2024 juga masih menjadi perhatian.
Ruben sebelumnya telah mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026.
Dalam tanggapan terbarunya, Ruben menyoroti dugaan tujuan pertemuan yang dipersoalkannya. Namun, pernyataan tersebut belum memberikan penjelasan rinci mengenai keseluruhan konteks percakapan dalam empat video call yang dibagikan Sarwendah.










