24 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Ming
26 ° Sen
Sabtu, Oktober 17, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEALTH

Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin

Pencegahan darah tinggi dapat dimulai dengan mengurangi garam, mengatur makanan, berolahraga, menjaga tidur, dan memeriksa tekanan darah.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
16 Oktober 2026, 00.50 WIB
in HEALTH
0
Petugas kesehatan mendampingi pria yang sedang mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter digital pada lengan atas

Gambar ilustrasi. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Cara mencegah darah tinggi atau hipertensi dapat dimulai dengan mengatur makanan, rutin bergerak, menjaga berat badan, dan memeriksa tekanan darah secara berkala. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi faktor risiko yang dapat diubah, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi.

Tekanan darah tinggi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa, padahal tekanan darahnya sudah meningkat.

Kondisi ini perlu diperhatikan karena tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.

Kementerian Kesehatan menganjurkan penerapan perilaku CERDIK, yang mencakup pemeriksaan kesehatan, menghindari asap rokok, aktivitas fisik, pola makan seimbang, istirahat cukup, dan pengelolaan stres.

Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan secara bertahap sesuai kebiasaan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kurangi Garam, Termasuk dari Bumbu dan Makanan Kemasan

Mengurangi garam merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 miligram natrium sehari, setara dengan kurang dari 5 gram garam atau sekitar satu sendok teh.

Batas tersebut mencakup seluruh garam dari makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, bukan hanya garam yang ditambahkan ketika memasak.

Kecap asin, saus kemasan, kaldu instan, makanan olahan, mi instan, serta camilan asin juga dapat menyumbang natrium dalam jumlah cukup besar.

Karena itu, perhatikan informasi nilai gizi pada kemasan makanan. Bandingkan kandungan natrium dari beberapa produk sebelum memilihnya.

Saat memasak, rasa makanan dapat diperkuat menggunakan bawang putih, merica, jahe, serai, daun jeruk, atau perasan jeruk nipis tanpa harus selalu menambah garam.

Jika terbiasa menggunakan banyak garam atau kaldu instan, kurangi jumlahnya sedikit demi sedikit agar lidah dapat menyesuaikan diri.

Pilih Makanan yang Mendukung Kesehatan Jantung

Selain mengurangi garam, komposisi makanan sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Salah satu pola makan yang telah banyak diteliti untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension.

Pola makan ini menekankan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan, serta sumber protein dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah.

Bahan makanan tersebut tidak harus mahal atau sulit ditemukan.

Untuk sarapan, misalnya, pilih oat tanpa tambahan gula bersama buah. Saat makan siang, nasi dapat dipadukan dengan ikan, tahu atau tempe, serta sayuran.

Pada malam hari, menu bisa berupa sup sayur dan lauk yang dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak.

Nasi putih tetap boleh menjadi bagian dari pola makan sehat. Yang perlu diperhatikan adalah porsinya, variasi lauk, serta jumlah sayuran dan buah yang dikonsumsi.

Kalium dari makanan seperti pisang, kacang-kacangan, dan sayuran juga berperan dalam pengaturan tekanan darah. Namun, penderita penyakit ginjal atau orang yang menggunakan obat tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum sengaja meningkatkan asupan kalium atau menggunakan garam pengganti yang mengandung kalium.

Baca Juga: 5 Makanan yang Mendukung Pola Makan untuk Hipertensi

Biasakan Bergerak Setiap Hari

Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kesehatan jantung, pembuluh darah, dan berat badan.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu.

Target tersebut dapat dibagi menjadi jalan cepat selama 30 menit sehari dalam lima hari.

Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan durasi yang lebih singkat. Misalnya, berjalan kaki 10 menit pada pagi atau sore hari, lalu menambah waktunya secara bertahap.

Bersepeda santai, berenang, menari, atau melakukan aktivitas lain yang membuat tubuh bergerak juga bisa menjadi pilihan.

Latihan penguatan otot sedikitnya dua hari dalam seminggu turut dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, keluhan nyeri dada, atau keterbatasan fisik tertentu, jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Jaga Berat Badan dan Kualitas Tidur

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

Pengelolaan berat badan sebaiknya dilakukan melalui perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang, bukan diet ekstrem atau mengurangi makanan secara berlebihan.

Tidur juga merupakan bagian penting dari kesehatan jantung.

Saat tidur normal, tekanan darah cenderung menurun. Gangguan tidur dapat membuat tekanan darah tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi selama waktu yang lebih lama.

Sebagian besar orang dewasa memerlukan tidur sedikitnya tujuh jam setiap malam.

Menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten, membatasi penggunaan gawai menjelang tidur, serta mengurangi kafein pada sore atau malam hari dapat membantu memperbaiki kebiasaan tidur.

Jika sering mendengkur keras, terbangun seperti kehabisan napas, atau merasa sangat mengantuk pada siang hari, sebaiknya periksakan diri. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan sleep apnea, gangguan tidur yang juga berhubungan dengan hipertensi.

Hindari Rokok dan Kelola Stres

Merokok dapat merusak pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kesehatan pembuluh darah. Orang yang tidak merokok juga sebaiknya menghindari paparan asap rokok.

Konsumsi alkohol berlebihan turut berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Membatasi atau menghindarinya dapat membantu mengurangi faktor risiko.

Selain itu, stres yang berlangsung terus-menerus perlu dikelola dengan baik.

Sisihkan waktu untuk beristirahat, melakukan kegiatan yang menyenangkan, beraktivitas fisik, atau mencoba latihan pernapasan dan relaksasi.

Mengelola stres bukan berarti tekanan darah pasti langsung turun. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Periksa Tekanan Darah dengan Cara yang Benar

Pencegahan hipertensi tidak cukup hanya dengan menerapkan kebiasaan sehat. Tekanan darah tetap perlu diperiksa karena kenaikannya sering tidak menimbulkan keluhan.

Pengukuran dapat dilakukan di puskesmas, klinik, atau menggunakan tensimeter otomatis di rumah.

Untuk pemantauan mandiri, alat tensi dengan manset pada lengan atas yang sudah tervalidasi lebih dianjurkan.

Sebelum mengukur tekanan darah, hindari merokok, minuman berkafein, dan olahraga setidaknya selama 30 menit.

Duduk dengan tenang selama lima menit. Punggung sebaiknya tersangga, kedua kaki menapak di lantai, dan lengan berada setinggi jantung.

Pasang manset langsung pada kulit lengan, bukan di atas pakaian.

Lakukan dua kali pengukuran dengan jeda sekitar satu menit, kemudian catat hasilnya beserta tanggal dan waktu pemeriksaan.

Satu hasil pengukuran yang tinggi belum tentu cukup untuk memastikan seseorang mengalami hipertensi. Jika hasilnya berulang kali meningkat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar dapat dievaluasi sesuai kondisi masing-masing.

Orang yang telah didiagnosis hipertensi juga tidak boleh menghentikan obat atau mengubah dosis sendiri hanya karena hasil pengukuran mulai membaik.

Apabila tekanan darah mencapai sekitar 180/120 mmHg atau lebih, ulangi pengukuran setelah beristirahat singkat dan segera hubungi tenaga kesehatan bila tetap sangat tinggi. Jika disertai nyeri dada, sesak napas, kelemahan mendadak, atau gangguan penglihatan, segera cari pertolongan medis darurat.

Source: Kementerian Kesehatan, WHO
Tags: hipertensi

Related Posts

Ilustrasi anak-anak memakai masker untuk melindungi diri dari kabut asap akibat karhutla.
HEADLINE

Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, 62.400 Dialami Balita

Oktober 14, 2026
Dokter spesialis mata memeriksa mata pasien pria paruh baya menggunakan alat slit lamp.
HEALTH

Prosedur Operasi Katarak dan Pantangan yang Perlu Dihindari Setelahnya

Oktober 12, 2026
Ilustrasi mata katarak dengan lensa mata tampak keruh.
HEALTH

Penyebab Katarak dan Cara Mengobatinya, Kenali Gejala hingga Operasi

Oktober 11, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemain Juventus berseragam hitam melompat menyambut bola di tengah sejumlah pemain Celta Vigo berseragam biru muda

Hasil Celta Vigo vs Juventus 1-2: Gol Kolo Muani Menangkan Juve di Menit Akhir

Oktober 16, 2026
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada dinding berwarna abu-abu

OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp. 2,1 Triliun

Oktober 16, 2026
Samsung Galaxy A18 dalam warna hitam, perak, dan biru muda terlihat dari belakang, samping, serta depan

Harga HP Samsung 16 Oktober 2026, Galaxy A18 Mulai Rp. 4,29 Juta

Oktober 16, 2026
Pemandangan bangunan istana tradisional Korea dengan taman hijau dan gedung-gedung modern di belakangnya saat matahari terbenam

Tips Liburan ke Korea Selatan untuk Pemula

Oktober 16, 2026
Pemain berseragam putih menguasai bola di depan pemain berseragam biru, dengan tribun stadion di belakang

Hasil PSIM vs PSM Makassar 1-2: Juku Eja Menang Meski Bermain 10 Orang

Papan elektronik menampilkan angka harga saham berwarna merah dan hijau di area perdagangan

IHSG Anjlok 11,57 Persen ke 5.185,11, Bursa Sempat Hentikan Perdagangan

Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada dinding berwarna abu-abu

OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp. 2,1 Triliun

Samsung Galaxy A18 dalam warna hitam, perak, dan biru muda terlihat dari belakang, samping, serta depan

Harga HP Samsung 16 Oktober 2026, Galaxy A18 Mulai Rp. 4,29 Juta

Pemain berseragam putih menguasai bola di depan pemain berseragam biru, dengan tribun stadion di belakang

Hasil PSIM vs PSM Makassar 1-2: Juku Eja Menang Meski Bermain 10 Orang

Oktober 16, 2026
Papan elektronik menampilkan angka harga saham berwarna merah dan hijau di area perdagangan

IHSG Anjlok 11,57 Persen ke 5.185,11, Bursa Sempat Hentikan Perdagangan

Oktober 16, 2026
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada dinding berwarna abu-abu

OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp. 2,1 Triliun

Oktober 16, 2026
Samsung Galaxy A18 dalam warna hitam, perak, dan biru muda terlihat dari belakang, samping, serta depan

Harga HP Samsung 16 Oktober 2026, Galaxy A18 Mulai Rp. 4,29 Juta

Oktober 16, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times