Bulatan Times – Gigitan nyamuk sering meninggalkan bentol yang terasa gatal, kemerahan, atau sedikit bengkak. Keluhan ini umumnya dapat mereda dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana, seperti membersihkan kulit, memberikan kompres dingin, dan menggunakan obat pereda gatal bila diperlukan.
Meski terlihat ringan, bekas gigitan sebaiknya tidak terus-menerus digaruk. Garukan yang terlalu kuat dapat melukai kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
Pada sebagian orang, reaksi akibat gigitan nyamuk juga bisa lebih berat. Bengkak dapat meluas dan bertahan lebih lama, terutama pada anak-anak atau orang yang memiliki reaksi alergi lebih kuat.
Baca Juga: Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin
Mengapa Gigitan Nyamuk Menyebabkan Gatal dan Bentol?
Ketika menggigit, nyamuk memasukkan air liur ke dalam kulit. Air liur tersebut mengandung zat yang membantu nyamuk mengisap darah.
Sistem kekebalan tubuh kemudian bereaksi terhadap zat yang masuk. Reaksi inilah yang menyebabkan munculnya bentol, rasa gatal, dan kemerahan di sekitar area gigitan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), reaksi kulit setelah digigit nyamuk tidak selalu sama pada setiap orang.
Ada yang hanya mengalami bentol kecil, tetapi sebagian lainnya bisa mengalami pembengkakan lebih besar, rasa hangat, atau munculnya beberapa bentol yang sangat gatal.
Keluhan ringan biasanya membaik dengan sendirinya. Namun, rasa gatal dapat membuat seseorang terus menggaruk sehingga kulit menjadi lecet.
Bersihkan Kulit dan Berikan Kompres Dingin
Langkah pertama setelah mengetahui adanya gigitan nyamuk adalah membersihkan bagian kulit yang terkena gigitan.
Cuci perlahan menggunakan sabun dan air bersih, kemudian keringkan dengan handuk atau tisu yang lembut.
Setelah itu, gunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi rasa gatal dan pembengkakan.
Siapkan kain bersih yang dibasahi air dingin atau bungkus es batu dengan handuk tipis. Tempelkan pada bagian kulit yang bentol selama sekitar 10 menit.
Kompres dapat diulangi apabila rasa gatal atau bengkak masih mengganggu.
Jangan menempelkan es batu langsung pada kulit dalam waktu lama karena suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan iritasi atau cedera kulit.
Kompres dingin tidak membuat bentol langsung hilang, tetapi membantu meredakan rasa tidak nyaman selama kulit mengalami pemulihan.
Gunakan Losion atau Krim Pereda Gatal Jika Diperlukan
Jika gatal masih terasa setelah dikompres, beberapa obat oles dapat digunakan untuk membantu meredakan keluhan.
Losion kalamin menjadi salah satu pilihan yang dapat membantu menenangkan kulit gatal.
Krim hidrokortison berkekuatan ringan juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan akibat reaksi gigitan serangga.
Namun, penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau arahan tenaga kesehatan. Hindari mengoleskan krim steroid pada kulit yang terluka atau menunjukkan tanda infeksi tanpa pemeriksaan dokter.
Untuk anak berusia di bawah 10 tahun, penggunaan hidrokortison perlu mendapatkan saran dokter atau apoteker terlebih dahulu.
Obat antihistamin yang diminum juga dapat membantu mengurangi rasa gatal pada sebagian orang. Pemilihannya perlu mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, serta obat lain yang sedang dikonsumsi.
Beberapa antihistamin dapat menyebabkan kantuk. Karena itu, jangan menggunakannya sembarangan, terutama apabila harus mengemudi atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.
Jika ragu memilih obat untuk anak, ibu hamil, atau orang dengan penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Hindari Menggaruk dan Mengoleskan Bahan Sembarangan
Rasa gatal akibat gigitan nyamuk memang dapat membuat seseorang ingin terus menggaruk.
Namun, menggaruk tidak mempercepat penyembuhan. Kulit justru dapat mengalami luka kecil yang memungkinkan bakteri masuk.
Jika bekas gigitan terasa sangat gatal, ulangi kompres dingin atau gunakan pereda gatal yang sesuai daripada menggaruknya.
Potong kuku agar tidak terlalu panjang, terutama pada anak-anak yang masih sulit menahan keinginan menggaruk.
Hindari pula mengoleskan bahan yang tidak diperuntukkan bagi perawatan kulit, terutama produk yang menyebabkan rasa panas, perih, atau iritasi.
Jika sudah telanjur mengalami lecet, bersihkan kulit dengan lembut dan jaga agar luka tidak terkena kotoran.
Baca Juga: Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, 62.400 Dialami Balita
Kapan Bentol Gigitan Nyamuk Harus Diperiksa Dokter?
Sebagian besar bentol akibat gigitan nyamuk akan membaik dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian.
Periksakan diri apabila area gigitan menjadi semakin merah, terasa panas, sangat nyeri, atau mengeluarkan nanah. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi kulit.
Pembengkakan yang terus meluas, tidak kunjung membaik, atau disertai keluhan lain juga perlu dievaluasi.
Jika setelah digigit nyamuk seseorang mengalami pembengkakan pada bibir atau lidah, kesulitan bernapas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis darurat karena dapat menandakan reaksi alergi berat.
Keluhan demam setelah gigitan nyamuk juga tidak boleh diabaikan.
Nyamuk tertentu dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah dengue, malaria, dan chikungunya. Penyakit tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari bentuk bentol pada kulit.
Jika muncul demam, sakit kepala berat, nyeri otot atau sendi, dan tubuh terasa sangat lemah, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada dugaan demam berdarah, tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah berulang, perdarahan dari hidung atau gusi, dan kondisi yang semakin lemah memerlukan pertolongan medis segera. Tanda bahaya bahkan bisa muncul ketika demam mulai turun.
Cara Mencegah Gigitan Nyamuk Berulang
Setelah bentol membaik, langkah berikutnya adalah mengurangi risiko gigitan nyamuk kembali terjadi.
Gunakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang ketika berada di tempat yang banyak nyamuk.
Losion antinyamuk dengan bahan aktif yang sesuai, seperti DEET atau picaridin, juga dapat digunakan berdasarkan petunjuk kemasan.
Untuk bayi dan anak-anak, pemilihan produk perlu disesuaikan dengan usia. Jangan mengoleskan produk antinyamuk pada mata, mulut, tangan anak yang sering dimasukkan ke mulut, atau kulit yang sedang terluka.
Di rumah, periksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.
Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
Langkah tambahan seperti memasang kasa pada ventilasi, menggunakan kelambu, dan memeriksa tempat penampungan air secara rutin dapat membantu mengurangi paparan gigitan nyamuk di lingkungan rumah.











