Bulatan Times – Ayam goreng krispi ala KFC bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana seperti tepung terigu, maizena, susu cair, dan beberapa bumbu dapur. Agar lapisan luarnya renyah sementara daging tetap lembut, ayam perlu dibumbui terlebih dahulu dan digoreng dengan suhu minyak yang terjaga.
Lapisan tepung menjadi bagian penting dalam resep ini. Tepung terigu dicampur dengan maizena dan bumbu kering, lalu digunakan untuk membalut ayam yang sebelumnya direndam dalam campuran susu berbumbu.
Meski terinspirasi dari ayam goreng restoran cepat saji, resep ini bukan formula asli KFC. Perusahaan tersebut menggunakan campuran 11 bumbu rahasia dan teknik penggorengan khusus, sedangkan versi rumahan dapat dibuat menggunakan wajan biasa.
Resep berikut menghasilkan sekitar empat porsi dengan potongan paha bawah atau sayap ayam.
Baca Juga: Cara Memasak Ayam Goreng Bawang Putih, Gurih dan Harum dengan Bumbu Sederhana
Bahan Ayam Goreng Krispi ala KFC
Bahan utama dan marinasi:
- 800 gram ayam, potong menjadi 6–8 bagian
- 250 ml susu cair tanpa pemanis
- 1 sendok makan air jeruk lemon atau cuka makan
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 2 siung bawang putih, haluskan
Bahan tepung pelapis:
- 200 gram tepung terigu protein sedang
- 70 gram tepung maizena
- 1 sendok teh baking powder
- 1 sendok teh bawang putih bubuk
- 1/2 sendok teh paprika bubuk, opsional
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 3/4 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh oregano kering, opsional
Bahan menggoreng:
- Minyak goreng secukupnya, sesuai ukuran wajan
Gunakan ayam dengan potongan yang relatif seragam. Paha bawah dan sayap cocok untuk resep ini karena bentuknya mudah dilapisi tepung dan dagingnya tidak terlalu cepat kering ketika digoreng.
Cara Membuat Ayam Goreng Krispi ala KFC
1. Siapkan Ayam dan Bumbu Marinasi
Keringkan permukaan ayam menggunakan tisu dapur bersih. Ayam mentah tidak perlu dicuci di bawah air mengalir karena percikan air dapat menyebarkan bakteri ke wastafel dan peralatan dapur.
Campurkan susu cair dengan air jeruk lemon atau cuka makan. Aduk, kemudian diamkan sekitar 10 menit. Campuran ini menjadi pengganti buttermilk sederhana untuk membantu proses marinasi.
Masukkan garam, merica, dan bawang putih halus ke dalam campuran susu.
Tambahkan potongan ayam, lalu aduk sampai seluruh permukaannya terlapisi cairan berbumbu.
Tutup wadah dan simpan di dalam kulkas selama sekitar dua hingga empat jam. Jangan membiarkan ayam mentah direndam terlalu lama pada suhu ruang.
2. Buat Tepung Pelapis yang Renyah
Campurkan tepung terigu, maizena, baking powder, bawang putih bubuk, merica, garam, serta paprika dan oregano jika digunakan.
Aduk sampai seluruh bahan kering tercampur rata.
Untuk membuat lapisan tepung sedikit bergerindil, tambahkan sekitar dua sendok makan cairan marinasi ke sebagian tepung, lalu aduk menggunakan ujung jari atau garpu sampai terbentuk butiran kecil.
Butiran tepung tersebut akan membentuk bagian permukaan yang tidak rata ketika digoreng, sehingga ayam memiliki tekstur lebih renyah.
Ambil ayam dari wadah marinasi, lalu biarkan kelebihan cairannya menetes sebentar.
Masukkan ayam ke tepung pelapis. Tekan perlahan tepung ke seluruh permukaan ayam, termasuk bagian lipatan kulit dan sela-sela potongan.
Jika menginginkan lapisan lebih tebal, celupkan ayam sebentar ke cairan marinasi, kemudian balur kembali dengan tepung kering.
Letakkan ayam yang sudah dilapisi tepung di atas rak bersih selama sekitar 10 menit agar lapisan lebih melekat sebelum digoreng.
Sisa tepung dan cairan marinasi yang sudah bersentuhan dengan ayam mentah tidak boleh digunakan kembali untuk makanan siap santap.
3. Goreng Ayam sampai Matang Merata
Panaskan minyak di dalam wajan atau panci berdinding cukup tinggi. Jangan mengisi minyak sampai mendekati bibir panci karena minyak dapat meluap ketika ayam dimasukkan.
Untuk awal penggorengan, panaskan minyak hingga sekitar 165–170°C.
Masukkan ayam secara perlahan. Jangan menggoreng terlalu banyak potongan sekaligus karena suhu minyak dapat turun drastis.
Pertahankan panas minyak pada tingkat sedang dan stabil. Jika lapisan tepung terlalu cepat berubah menjadi cokelat gelap, kecilkan api agar bagian dalam ayam memiliki waktu untuk matang.
Untuk potongan ayam bertulang berukuran sedang, penggorengan dapat membutuhkan sekitar 12–18 menit atau lebih. Waktu sebenarnya bergantung pada ukuran potongan, jumlah minyak, dan suhu selama memasak.
Gunakan termometer makanan untuk memastikan bagian daging paling tebal mencapai suhu internal sedikitnya 74°C. Hindari menyentuhkan ujung termometer pada tulang karena dapat mengganggu hasil pengukuran.
Warna keemasan pada tepung tidak cukup untuk memastikan ayam sudah matang. Jika lapisan luar sudah kecokelatan tetapi bagian dalam belum mencapai suhu aman, lanjutkan memasak dengan panas yang lebih terkendali.
Setelah matang, angkat ayam dan letakkan di atas rak peniris.
Biarkan minyak berlebih menetes selama beberapa menit sebelum ayam disajikan.
Baca Juga: Resep Ayam Saus Mentega, Gurih Manis dan Cocok untuk Menu Rumahan
Supaya Tepung Ayam Tidak Lembek atau Mudah Lepas
Perhatikan kekentalan marinasi. Ayam yang terlalu basah ketika masuk ke tepung dapat membuat lapisan menggumpal secara berlebihan. Biarkan cairan berlebih menetes sebelum membalur ayam.
Jangan menekan tepung terlalu keras. Tepung cukup ditekan agar melekat pada kulit dan daging. Jika lapisan terlalu padat, hasil gorengan dapat menjadi keras.
Jaga suhu minyak. Minyak yang belum cukup panas membuat lapisan tepung lebih mudah menyerap minyak. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat gelap sementara bagian dalam masih belum matang.
Gunakan rak peniris. Menumpuk ayam panas langsung di atas piring dapat membuat uap air terperangkap di bagian bawah. Rak membantu udara mengalir sehingga lapisan tepung tidak cepat lembek.
Jangan langsung menutup ayam yang baru matang. Uap panas yang terjebak di dalam wadah tertutup dapat melembapkan permukaan tepung.
Bolehkah Menggunakan Panci Presto?
KFC menggunakan peralatan penggorengan bertekanan khusus untuk sebagian produk ayam gorengnya. Namun, teknik tersebut tidak boleh ditiru dengan mengisi panci presto rumahan menggunakan minyak panas lalu menutupnya dalam keadaan bertekanan.
Panci presto biasa tidak dirancang sebagai alat penggorengan bertekanan dan penggunaannya dengan minyak panas dapat menimbulkan bahaya serius.
Untuk memasak di rumah, wajan atau panci penggorengan biasa sudah dapat digunakan. Hal terpenting adalah menjaga suhu minyak, memasak ayam dalam jumlah yang sesuai, serta memastikan daging benar-benar matang sebelum disajikan.











