Bulatan Times – Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan untuk memberikan perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang non-sensitif senilai US$30 miliar di masing-masing arah perdagangan. Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026.
Angka US$30 miliar tersebut merujuk pada nilai barang yang dicakup dalam pengaturan tarif, bukan besarnya penerimaan tarif yang dipangkas. Jika dikonversi menggunakan JISDOR Bank Indonesia pada 25 September 2026 sebesar Rp17.917 per dolar AS, nilai barang itu setara sekitar Rp537,5 triliun untuk masing-masing arah perdagangan.
Gedung Putih mengatakan kedua negara mencapai konsensus mengenai rekomendasi perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang non-sensitif senilai US$30 miliar dari masing-masing pihak. Pemerintah China menggunakan istilah pengaturan penurunan tarif timbal balik senilai US$30 miliar dalam daftar hasil pertemuan kedua negara.
Produk pertanian hingga mainan masuk dalam kesepakatan
Lembar fakta Gedung Putih memberikan gambaran mengenai kelompok barang yang masuk dalam pengaturan tersebut.
Untuk ekspor Amerika Serikat ke China, barang yang disebut mencakup produk pertanian, ikan dan makanan laut, kayu gelondongan dan produk kayu, kosmetik, serta perangkat medis.
Sementara itu, barang dari China yang masuk ke pasar Amerika Serikat mencakup sejumlah produk konsumen seperti peralatan rumah tangga berukuran kecil, mainan, dekorasi hari raya, dan kursi mobil anak.
Daftar yang diumumkan Gedung Putih masih berupa kelompok produk. Dalam lembar fakta yang diterbitkan 25 September, pemerintah AS belum mencantumkan besaran tarif baru untuk setiap jenis barang maupun tanggal mulai berlakunya perlakuan tarif tersebut.
Kementerian Luar Negeri China pada 26 September menyatakan Xi dan Presiden AS Donald Trump telah mengakui hasil pembicaraan tim ekonomi dan perdagangan kedua negara, termasuk pengaturan penurunan tarif tersebut, serta menginstruksikan agar hasil pembicaraan dilaksanakan.
Baca Juga: Xi Jinping Tiba di AS, Disambut Trump dan Komunitas China di Washington
Dewan Perdagangan AS-China mulai dijalankan
Kesepakatan tarif ditempatkan di bawah U.S.-China Board of Trade atau Dewan Perdagangan AS-China. Mekanisme itu dibentuk setelah pertemuan Trump dan Xi di Beijing pada Mei 2026 dan mulai dioperasionalkan dalam rangkaian pertemuan terbaru di Washington.
Dewan tersebut juga membentuk kelompok kerja yang akan membahas hambatan akses pasar di sektor pertanian. Pada saat yang sama, Amerika Serikat dan China mengaktifkan Board of Investment sebagai saluran pembahasan peluang serta hambatan investasi di antara kedua negara.
Pengumuman terbaru ini merupakan perkembangan dari proses perundingan yang masih berjalan sepekan sebelum pertemuan Trump-Xi. Pada 17 September, Kementerian Perdagangan China hanya menyatakan tim ekonomi kedua negara masih berkomunikasi mengenai pengaturan tarif US$30 miliar dan hasilnya akan diumumkan kemudian.
Kedua negara sebelumnya juga memperpanjang gencatan perdagangan selama dua bulan. Perpanjangan itu memberi tambahan waktu bagi Washington dan Beijing untuk melanjutkan pembicaraan mengenai hubungan dagang yang lebih luas.
Baca Juga: Xi Sebut MAGA Bisa Sejalan dengan Kebangkitan China, Dorong AS Jadi Mitra Bukan Rival
Di luar pengaturan tarif, Gedung Putih menyatakan China akan mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat pada 2027 dan jumlah yang sama pada 2028. Kedua negara juga masih melanjutkan pembahasan mengenai kekhawatiran AS terhadap pasokan rare earth dan mineral kritis.











