Bulatan Times – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026). Aktivitas letusan terjadi beberapa kali pada pagi hari dan seluruh kejadian tersebut terekam melalui seismograf.
Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dikutip dari data Badan Geologi melalui PVMBG, salah satu erupsi Gunung Ibu terjadi pada pukul 09.17 WIT. Letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 60 detik. Visual letusan tidak teramati.
Sebelumnya, erupsi juga tercatat pada pukul 09.07 WIT dengan amplitudo maksimum 15 milimeter dan berlangsung selama 42 detik. Pada kejadian tersebut, visual letusan juga tidak teramati.
Erupsi Terekam Seismograf
Tidak teramatinya visual kolom abu bukan berarti aktivitas vulkanik tidak terjadi. Letusan Gunung Ibu tetap tercatat melalui alat pemantauan kegempaan.
Pada erupsi pukul 09.17 WIT, seismograf merekam amplitudo maksimum 28 milimeter selama 60 detik. Sementara erupsi pukul 09.07 WIT memiliki amplitudo maksimum 15 milimeter dengan durasi 42 detik.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Ibu masih berlangsung dan terus dipantau oleh petugas.
Status Gunung Ibu dan Rekomendasi
Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara. Status tingkat aktivitasnya perlu mengacu pada pembaruan resmi Badan Geologi/PVMBG karena rekomendasi dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas gunung.
Dalam informasi Badan Geologi mengenai aktivitas Gunung Ibu, masyarakat dan wisatawan diminta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Ibu.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah Gunung Ibu juga perlu memperhatikan potensi hujan abu apabila terjadi erupsi yang menghasilkan material vulkanik. Saat hujan abu terjadi, penggunaan masker dan pelindung mata dapat membantu mengurangi paparan abu vulkanik.
Aktivitas Gunung Api Lain Juga Terjadi
Aktivitas vulkanik pada 8 September tidak hanya terjadi di Gunung Ibu.
Pada hari yang sama, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga mengalami beberapa kali erupsi. Dua erupsi yang tercatat pada pagi hari terjadi pukul 05.34 WIB dan 07.49 WIB, dengan visual letusan tidak teramati.
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur juga mengalami erupsi pada pagi hari. Berbeda dengan Gunung Ibu, erupsi Ili Lewotolok pukul 06.35 WITA teramati menghasilkan kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak.
Aktivitas beberapa gunung api tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi vulkanik di Indonesia perlu terus dipantau melalui informasi resmi pemerintah.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ibu, informasi terbaru mengenai aktivitas dan rekomendasi keselamatan sebaiknya mengikuti pembaruan dari PVMBG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah.



