BULATANTIMES.COM — Aktivitas erupsi gunung api di perairan Selat Sunda memicu dampak sebaran material vulkanik ke wilayah sekitarnya. Pasalnya, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengarah ke barat mengikuti pola hembusan angin laut.
Oleh karena itu, aparat penanggulangan bencana mengingatkan masyarakat pesisir pantai agar meningkatkan kewaspadaan kesehatan. Warga perlu mengantisipasi paparan debu halus yang berpotensi mengganggu pernapasan serta penglihatan mata.
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Pesisir
Awalnya, lontaran kolom letusan membubung tinggi bersama kepulan asap kelabu dari kawah pulau gunung. Letusan berkala tersebut menghasilkan butiran material pasir dan debu vulkanik tipis di udara.
Terlebih, kecepatan angin berhembus sedang membawa partikel debu vulkanik melintasi wilayah pesisir Kabupaten Lampung Selatan. Aliran udara mendorong sebaran debu bergerak menjauhi daratan Pulau Jawa menuju pesisir barat.
Bahkan, sebaran abu halus mulai menjangkau area permukiman warga di sekitar Kecamatan Rajabasa.
“Arah angin membawa abu vulkanik ke arah barat sehingga masyarakat pesisir perlu mengantisipasinya,” ungkap Suwarno, dikutip dari Kompas.
Imbauan Penggunaan Masker dan Kacamata Pelindung bagi Warga
Sementara itu, petugas pos pengamatan menyarankan masyarakat selalu mengenakan masker penutup hidung dan mulut. Upaya perlindungan mandiri ini mencegah partikel silika tajam masuk ke organ tubuh bagian dalam.
Langkah pencegahan ini melindungi saluran pernapasan dari risiko bahaya infeksi saluran pernapasan akut. Anak-anak dan kelompok lanjut usia harus membatasi kegiatan di luar rumah selama paparan debu berlangsung.
Selain itu, pengendara sepeda motor wajib memakai kacamata pelindung guna mencegah iritasi kornea mata. Butiran abu yang masuk ke mata dapat memicu peradangan serta rasa perih yang mengganggu konsentrasi berkendara.
Lebih lanjut, debu pasir vulkanik yang tajam dapat mengganggu jarak pandang para pengguna jalan raya.
“Penggunaan masker dan pelindung mata mencegah debu halus masuk ke tubuh masyarakat,” tulis laporan resmi PVMBG.
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Sumber Air
Di sisi lain, warga harus menutup rapat tempat penampungan air bersih di pekarangan rumah. Perlindungan wadah air menghindarkan kontaminasi zat asam sulfat yang terbawa oleh serbuk letusan gunung.
Endapan abu belerang berpotensi mencemari pasokan air minum harian keluarga jika bak penampung terbuka. Petugas kesehatan mengimbau masyarakat segera menguras bak jika mendapati endapan debu tebal pada dasar tandon.
Kendati demikian, otoritas penanggulangan bencana memastikan aktivitas letusan masih berada dalam radius aman pesisir. Status kegempaan gunung api tetap berada pada Level III Siaga dengan zona bahaya lima kilometer.
Dengan demikian, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjaga daya tahan tubuh seluruh warga perantauan.











