BULATAN TIMES – Liverpool berupaya mempertahankan Rio Ngumoha melalui pembicaraan kontrak jangka panjang. Pemain sayap berusia 18 tahun itu dipandang sebagai salah satu talenta penting The Reds, meskipun persaingan mendapatkan tempat di lini depan semakin ketat.
Pembicaraan kedua pihak dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, Liverpool belum mengumumkan secara resmi rincian kesepakatan terbaru untuk Ngumoha.
Mengutip laman Sports Mole, Sabtu (17/10/2026), kesempatan bermain bersama tim utama menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan masa depan pemain muda tersebut.
Liverpool Berusaha Amankan Masa Depan Ngumoha
Ngumoha sebenarnya sudah memiliki kontrak profesional bersama Liverpool sejak September 2025.
Kesepakatan tersebut ditandatangani ketika ia masih berusia 17 tahun, setelah menunjukkan perkembangan pesat sejak bergabung dengan akademi Liverpool dari Chelsea pada September 2024.
Kini, setelah genap berusia 18 tahun pada Agustus 2026, Ngumoha dapat menandatangani kontrak dengan durasi lebih panjang.
Liverpool ingin mempertahankan pemain yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari skuad pada masa mendatang.
Perkembangan Ngumoha juga mendapat perhatian karena kemampuannya melewati pemain bertahan dalam situasi satu lawan satu.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberaniannya menyerang ruang kosong memberi Liverpool pilihan berbeda ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Pembahasan kontrak barunya berlangsung ketika Ngumoha semakin sering dilibatkan dalam pertandingan tim utama.
Kesempatan Bermain Jadi Perhatian Rio Ngumoha
Meski terus menunjukkan perkembangan, Ngumoha menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan menit bermain secara reguler.
Kedatangan Bradley Barcola dan Victor Muñoz menambah pilihan di sektor sayap Liverpool. Cody Gakpo juga masih menjadi bagian dari persaingan posisi tersebut.
Ngumoha sebelumnya lebih sering bermain sebagai penyerang sayap kiri. Namun, pada musim 2026/2027, pelatih Andoni Iraola mulai memberinya kesempatan tampil dari sisi kanan.
Pemain asal Inggris itu terbuka dengan perubahan posisi tersebut.
Kemampuannya bermain di kedua sisi lapangan memberikan fleksibilitas bagi Iraola ketika menentukan susunan pemain dan melakukan perubahan strategi.
Ngumoha juga menyadari bahwa persaingan antarpemain dapat membantunya berkembang. Namun, kesempatan tampil tetap menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan pengalaman bertanding.
Ia sudah mendapat kepercayaan bermain sejak awal dalam pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid, serta memperoleh kesempatan tampil pada kompetisi domestik.
Dengan semakin banyak pemain berpengalaman di lini depan, Ngumoha harus terus membuktikan kemampuannya agar mendapatkan peran lebih besar.
Baca Juga: Chelsea Hajar Bournemouth 5-1, Henderson dan João Pedro Cetak Dua Gol
Ngumoha Sudah Mencetak Sejarah Bersama Liverpool
Liverpool mempunyai alasan kuat untuk mempertahankan Ngumoha setelah pemain muda tersebut mencatat sejumlah pencapaian sejak menembus tim utama.
Pada Agustus 2025, ia mencetak gol kemenangan Liverpool ketika menghadapi Newcastle United dalam pertandingan Premier League.
Gol pada menit ke-100 itu memastikan kemenangan 3-2 sekaligus menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah Liverpool, ketika berusia 16 tahun dan 361 hari.
Perkembangannya berlanjut pada musim berikutnya.
Ngumoha mencetak gol pertamanya di Anfield dalam pertandingan Premier League ketika Liverpool mengalahkan Fulham 2-0 pada April 2026.
Ia juga mulai mendapatkan kesempatan membela tim nasional senior Inggris dan menjalani debut pada pertandingan persahabatan melawan Selandia Baru pada Juni 2026.
Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan karier Ngumoha dalam waktu relatif singkat, dari pemain akademi menjadi bagian dari skuad utama Liverpool.
Baca Juga: Hasil MU vs Tottenham 1-1, Gol Solanke Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Manajemen Liverpool masih berupaya memastikan masa depan Ngumoha di Anfield, sementara Iraola memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda itu di tengah persaingan lini depan.









