JAKARTA, BULATAN TIMES – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus diperkuat hingga Sabtu (17/10/2026). Kepolisian mengirim tambahan 200 personel Brimob ke Kalimantan Tengah, sementara seorang warga di Samarinda, Kalimantan Timur, dipastikan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran lahan.
Di Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 2.162 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 8.713,14 hektare hingga 13 Oktober 2026.
Di Kalimantan Tengah, operasi pemadaman masih berlangsung di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Petugas telah membuka akses darat menuju lokasi kebakaran dan menyiapkan tambahan sumber air, sedangkan kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat di Palangka Raya.
Warga Samarinda Meninggal Setelah Terjebak Kebakaran Lahan
Seorang pria berinisial LJ (60) meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius dalam kebakaran lahan perkebunan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) ketika korban bersama sejumlah warga berupaya memadamkan api secara mandiri agar tidak merambat ke permukiman.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar menjelaskan bahwa api tiba-tiba membesar dan berubah arah akibat angin kencang. Korban yang berada di kawasan perbukitan tidak sempat menyelamatkan diri.
LJ mengalami luka bakar sekitar 60 persen di tubuhnya. Setelah mendapatkan penanganan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026).
Pemeriksaan awal medis menyatakan korban meninggal akibat luka bakar serius dan paparan panas. Polisi masih menyelidiki kronologi kebakaran tersebut.
Dinkes Samarinda Bantah Kematian Balita akibat Asap Karhutla
Kasus kematian seorang balita di Samarinda turut menjadi perhatian masyarakat di tengah kabut asap.
Balita berinisial YS, berusia satu tahun dua bulan, meninggal pada Kamis (15/10/2026) setelah mengalami gangguan pernapasan dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Keluarga sebelumnya menduga paparan kabut asap di sekitar rumah mereka di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, berkaitan dengan kondisi kesehatan korban.
Namun, Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Ismed Kusasih pada Sabtu (17/10/2026) menyatakan bahwa penelusuran kepada rumah sakit yang menangani YS tidak menunjukkan karhutla sebagai penyebab kematiannya.
Dinas Kesehatan meminta penjelasan medis lebih terperinci mengenai penyebab kematian merujuk kepada dokter yang terakhir merawat korban.
Pemadaman Tanjung Puting Diperkuat, Akses 1,8 Kilometer Dibuka
Di Kalimantan Tengah, Kementerian Kehutanan memusatkan operasi penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting melalui tiga pekerjaan utama, yakni pemadaman api, pembukaan akses jalan, dan pembangunan sumur bor.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung kawasan tersebut pada Jumat (16/10/2026), termasuk lokasi pemadaman di sekitar Shelter Pesalat yang berdekatan dengan area konservasi orangutan.
Petugas telah membuka jalur setapak sepanjang sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat untuk memudahkan mobilisasi personel dan peralatan.
Pemerintah juga menentukan lokasi penampungan air portabel, jalur distribusi air, serta titik pembangunan sumur bor untuk mendukung operasi pemadaman.
Tim lapangan dibagi berdasarkan tugas pembukaan jalan, penyediaan sumber air, dan pemadaman. Penyediaan air menjadi perhatian karena sejumlah lokasi kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan dan Riau: Operasi Tanjung Puting Diperkuat, Taman Pekanbaru Ditutup
Sebanyak 200 Brimob Dikirim untuk Bantu Penanganan Karhutla
Polri menambah dukungan personel lintas daerah untuk memperkuat penanganan kebakaran.
Sebanyak 200 personel Brimob dari Polda Nusa Tenggara Barat dikirim ke Kalimantan Tengah pada Jumat (16/10/2026).
Pengerahan tersebut merupakan bagian dari penguatan operasi yang melibatkan kepolisian, TNI, petugas kehutanan, pemerintah daerah, dan unsur penanggulangan bencana.
Selain Kalimantan Tengah, Polri juga mengirim tambahan personel ke wilayah lain yang mengalami kebakaran, termasuk Sumatera Selatan.
Kabut Asap Palangka Raya, Sekolah Terapkan PJJ hingga 17 Oktober
Dampak karhutla masih dirasakan warga Palangka Raya. Dinas Pendidikan setempat memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama pada 15–17 Oktober 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan Palangka Raya Aprae Vico Ranan menjelaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan kualitas udara yang masih masuk kategori berbahaya berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 11–14 Oktober.
Kabut asap juga mengganggu jarak pandang di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Mahir Mahar dan jalur Trans Kalimantan.
Sementara itu, petugas gabungan bersama aparatur pemerintah daerah masih melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut di Palangka Raya. Pendinginan dilakukan untuk mengurangi risiko bara di bawah permukaan tanah kembali memicu kebakaran.
Baca Juga: Polri Tetapkan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla di Kalimantan
Dinas Pendidikan Palangka Raya akan mengevaluasi kembali kegiatan belajar berdasarkan perkembangan kualitas udara, sebelum menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka berikutnya.










