Bulatan Times – Black flag atau bendera hitam di MotoGP merupakan instruksi yang ditujukan kepada satu pembalap tertentu. Bendera ini dikibarkan bersama nomor pembalap agar tidak tertukar dengan peserta lain.
Jika black flag diberikan sebagai penalti, pembalap harus masuk ke pit pada akhir lap yang sedang dijalani. Setelah berhenti, ia tidak diperbolehkan kembali melanjutkan sesi atau balapan tersebut. Dalam kondisi seperti ini, black flag berarti pembalap didiskualifikasi.
Black flag berbeda dengan red flag yang menghentikan sesi untuk seluruh pembalap. Bendera hitam hanya berlaku kepada rider yang nomornya ditampilkan bersama bendera tersebut.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika 99,5 Persen Siap untuk MotoGP Indonesia 2026
Kapan Black Flag Diberikan?
Black flag dapat muncul ketika FIM MotoGP Stewards menjatuhkan penalti yang mengharuskan seorang pembalap keluar dari balapan.
Salah satu situasi yang diatur secara jelas adalah ketika pembalap mendapat ride-through penalty, tetapi tidak menjalankannya dalam tiga lap setelah pemberitahuan penalti. Dalam kondisi tersebut, regulasi FIM menyebut pembalap akan diperlihatkan black flag.
Ride-through sendiri mengharuskan pembalap melewati pit lane tanpa berhenti, dengan tetap mematuhi batas kecepatan. Pembalap kemudian dapat kembali ke lintasan setelah menjalankan hukuman tersebut.
Black flag juga dapat digunakan untuk alasan selain penalti. Regulasi FIM memberi contoh masalah teknis yang tidak berbahaya, seperti gangguan transponder, yang mengharuskan pembalap kembali ke pit untuk diperbaiki.
Bendera yang sama juga dapat digunakan untuk mengarahkan pembalap masuk pit pada warm-up lap dalam kondisi tertentu. Karena itu, konteks pemberian black flag tetap menentukan apakah seorang rider benar-benar didiskualifikasi atau hanya menerima instruksi khusus dari Race Direction.
Berbeda dengan Black Flag Berlingkaran Oranye
Black flag biasa tidak boleh disamakan dengan bendera hitam yang memiliki lingkaran oranye di tengah.
Black flag dengan lingkaran oranye memberi tahu pembalap bahwa motornya mengalami masalah teknis yang berpotensi membahayakan dirinya atau peserta lain. Rider harus segera meninggalkan lintasan dengan cara yang aman.
Pembalap yang menerima bendera tersebut tidak boleh kembali ke lintasan kecuali mendapat izin dari petugas.
Contoh penerapannya terjadi pada Joan Mir di MotoGP Spanyol 2026. Mir mendapat black flag dengan lingkaran oranye setelah motornya mengalami kerusakan dalam kondisi basah. Ia kemudian dijatuhi double long lap penalty karena tidak segera meninggalkan lintasan setelah bendera ditampilkan.
Jadi, perbedaannya terletak pada alasan instruksi. Black flag biasa dapat berkaitan dengan penalti atau instruksi individual lain, sedangkan lingkaran oranye secara khusus memperingatkan adanya masalah teknis pada motor yang dapat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Quartararo Kritik Pembalap MotoGP karena Abaikan Ban Hard di Motegi
Rider Harus Mengenali Nomor yang Ditampilkan
Black flag selalu ditampilkan bersama nomor pembalap yang menjadi sasaran instruksi. Bendera dikibarkan di pos marshal agar rider memiliki kesempatan melihatnya ketika melintasi sirkuit.
Sistem bendera menjadi salah satu cara Race Direction dan marshal berkomunikasi langsung dengan pembalap selain pesan pada dashboard motor.
MotoGP juga menggunakan yellow flag untuk memberi tanda bahaya di lintasan, white flag untuk mengizinkan pergantian motor dalam kondisi tertentu, serta red flag jika sesi atau balapan harus dihentikan.
Dalam regulasi Grand Prix 2026, konsekuensi black flag akibat penalti tetap tegas: pembalap harus berhenti di pit pada akhir lap yang sedang dijalani dan tidak boleh kembali ke lintasan.










