BULATAN TIMES – MotoGP bukan hanya ajang persaingan pembalap di lintasan, tetapi juga bisnis olahraga dengan pemasukan ratusan juta dolar setiap tahun. Uangnya tidak semata-mata berasal dari penjualan tiket penonton, melainkan dari hak siar televisi, biaya penyelenggaraan Grand Prix, sponsor, dan berbagai layanan komersial.
Dari seluruh sumber tersebut, hak siar menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Dalam laporan keuangan tahun 2025, Liberty Media mencatat hak siar menyumbang 41,2 persen dari total pemasukan bisnis MotoGP.
Lantas, bagaimana setiap sumber pendapatan itu bekerja, dan siapa sebenarnya yang menerima uang dari penyelenggaraan balapan?
Hak Siar Televisi Menjadi Pendapatan Terbesar
MotoGP menjual hak penayangan balapan kepada perusahaan televisi dan platform digital di berbagai negara. Melalui perjanjian tersebut, penyiar memperoleh izin menayangkan kompetisi sesuai wilayah serta ketentuan kontraknya.
Kerja sama hak siar biasanya berlangsung selama tiga hingga lima tahun. Nilai pembayaran dapat meningkat sepanjang masa kontrak, tergantung kesepakatan masing-masing pihak.
Di Indonesia, Trans7 dan SPOTV masih tercantum sebagai penyiar resmi MotoGP untuk musim 2026.
Selain memperoleh pembayaran dari perusahaan penyiaran, MotoGP menjual langganan VideoPass. Layanan ini memungkinkan penggemar menyaksikan balapan secara langsung, tayangan ulang, serta berbagai konten video melalui platform resmi MotoGP.
Lisensi penggunaan rekaman balapan dan arsip video juga menjadi bagian dari pendapatan media.
Promotor Membayar untuk Menggelar Balapan MotoGP
Sumber pendapatan terbesar kedua berasal dari biaya penyelenggaraan Grand Prix atau race promotion fee.
Dalam skema tersebut, promotor lokal memperoleh hak untuk menggelar seri MotoGP di negara atau sirkuit tertentu. Sebagai gantinya, promotor membayar biaya penyelenggaraan kepada pemegang hak komersial MotoGP.
Pendapatan dari sektor ini mencapai 33,7 persen dari keseluruhan pemasukan MotoGP pada 2025.
Kontrak awal penyelenggaraan Grand Prix umumnya berlangsung antara lima hingga sepuluh tahun. Promotor dapat berupa pengelola sirkuit, perusahaan penyelenggara acara, federasi balap nasional, atau lembaga pemerintah.
Lalu, bagaimana dengan uang tiket penonton?
Penjualan tiket tribun biasanya menjadi hak promotor balapan setempat. Mereka dapat memperoleh pemasukan dari tiket masuk, penjualan makanan dan minuman, sponsor lokal, serta sejumlah kegiatan komersial di lokasi.
Dengan demikian, uang tiket yang dibayarkan penonton tidak otomatis seluruhnya menjadi pendapatan langsung perusahaan pemegang hak MotoGP.
Baca Juga: Dorna Sebut MotoGP Mandalika Berlanjut hingga 2031, Kontraknya 5+5 Tahun
Sponsor dan Layanan VIP Juga Menghasilkan Uang
Sponsor menjadi sumber pendapatan penting lainnya. Pada 2025, sektor ini menyumbang 12,7 persen dari total pendapatan MotoGP.
Perusahaan dapat membayar untuk menjadi sponsor resmi kejuaraan, sponsor utama sebuah Grand Prix, atau pemasok resmi MotoGP.
Hak komersial yang ditawarkan mencakup penempatan merek di area balapan, materi promosi, dan platform digital milik MotoGP.
Di luar tiga sumber utama tersebut, MotoGP memperoleh pendapatan tambahan dari layanan VIP, lisensi merek, dan kegiatan balap motor lainnya.
Program MotoGP VIP Village, misalnya, menawarkan pengalaman menonton dengan fasilitas premium. Paket tertentu juga menyediakan akses ke area khusus, kegiatan bersama pembalap, dan layanan selama akhir pekan balapan.
Kelompok pendapatan tambahan ini, termasuk bisnis kejuaraan lain seperti WorldSBK, menyumbang sekitar 12,4 persen pada 2025.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Jadwal, Target Penonton, dan Persiapan Terbaru
Berapa Besar Pendapatan MotoGP?
Besarnya bisnis MotoGP terlihat dalam laporan tahunan Liberty Media. Untuk tahun penuh 2025, pendapatan MotoGP mencapai 573 juta dolar AS berdasarkan perhitungan pro forma, dengan laba operasi sebesar 54 juta dolar AS.
Angka pro forma tersebut digunakan untuk menyajikan gambaran bisnis selama satu tahun penuh. Liberty Media sendiri baru mengakuisisi sekitar 84 persen kepemilikan bisnis MotoGP pada Juli 2025.
Memasuki 2026, perusahaan mencatat pendapatan MotoGP sebesar 264 juta dolar AS selama Januari hingga Juni. Dari jumlah tersebut, laba operasinya mencapai 13 juta dolar AS.
Pendapatan tidak sama dengan keuntungan. Bisnis MotoGP juga mengeluarkan biaya untuk produksi siaran televisi, pengiriman perlengkapan balap, perjalanan, layanan komersial, serta pembayaran kepada International Road-Racing Teams Association (IRTA) dan federasi balap motor dunia, FIM.
Biaya-biaya tersebut menjadi bagian dari pengeluaran yang harus ditanggung dalam menjalankan kejuaraan MotoGP di berbagai negara.













