Bulatan Times – Maverick Vinales dikaitkan dengan peluang bergabung ke Ducati sebagai pembalap penguji pada MotoGP 2027. Kabar tersebut muncul setelah pembalap asal Spanyol itu kehilangan tempat di susunan pembalap reguler musim depan, menyusul ketidakpastian kelanjutan kariernya bersama KTM.
Meski namanya mulai dihubungkan dengan Ducati, Vinales belum memutuskan langkah berikutnya. Pembalap berusia 31 tahun itu masih ingin bersaing di lintasan dan belum yakin peran sebagai penguji akan memberikan kepuasan yang sama seperti menjadi pembalap reguler.
Spekulasi mengenai Ducati menguat setelah muncul kabar pertemuan Vinales dengan perwakilan pabrikan Italia tersebut di tengah rangkaian Grand Prix Jepang. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai pembicaraan kontrak ataupun kesepakatan untuk musim 2027.
Vinales Kehilangan Kursi di Tech3 untuk MotoGP 2027
Peluang Vinales bertahan bersama Tech3 telah tertutup setelah tim tersebut memilih Luca Marini dan Senna Agius untuk mengisi dua kursi balap musim depan.
Marini akan bergabung dari Honda, sementara Agius naik kelas dari Moto2. Keduanya menjadi bagian dari proyek Tech3 bersama KTM ketika MotoGP memasuki era regulasi mesin 850cc pada 2027.
Sebelumnya, Vinales sempat berharap melanjutkan kerja sama dengan KTM. Ia mengaku telah memiliki kesepakatan untuk tetap berada dalam lingkungan pabrikan Austria itu, tetapi rencana tersebut tidak berlanjut.
Di sisi lain, bos Tech3 Guenther Steiner menyatakan timnya tidak pernah mengajukan tawaran kontrak kepada Vinales untuk musim 2027.
Situasi tersebut terjadi ketika Vinales masih berupaya mengembalikan kondisi fisiknya setelah mengalami cedera bahu yang membuatnya absen dalam sejumlah seri musim ini.
Ia baru kembali membalap pada Grand Prix Jepang di Motegi setelah menjalani pemulihan selama beberapa bulan.
Baca Juga: Maverick Vinales Kembali Membalap di MotoGP Jepang Usai Pulihkan Cedera Bahu
Ducati Bisa Menjadi Pilihan Baru
Peluang menjadi pembalap penguji Ducati muncul ketika pabrikan Italia itu tengah mempersiapkan motor generasi baru untuk musim 2027.
Ducati saat ini mengandalkan Michele Pirro dalam pengembangan motor MotoGP. Nicolò Bulega juga terlibat dalam program pengujian, tetapi pembalap Italia tersebut sudah dipastikan bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team sebagai pembalap reguler tahun depan.
Vinales memiliki pengalaman mengendarai motor dari empat pabrikan berbeda selama berkarier di kelas MotoGP, yakni Suzuki, Yamaha, Aprilia, dan KTM.
Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu modal jika ia benar-benar mendapat kesempatan membantu pengembangan Ducati. Namun, belum ada kepastian bahwa pabrikan Italia itu telah menawarkan posisi penguji kepadanya.
Kebutuhan pengembangan motor juga meningkat karena MotoGP akan menurunkan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc pada 2027. Regulasi baru turut membatasi aerodinamika, menghapus perangkat pengatur ketinggian motor, serta mengganti pemasok ban dari Michelin menjadi Pirelli.
Baca Juga: Tes MotoGP 850cc di Austria, Catatan Waktu Mulai Dekati Motor 1000cc
Vinales Masih Ingin Menjadi Pembalap Reguler
Dalam wawancara menjelang MotoGP Indonesia di Mandalika, Kamis (8/10/2026), Vinales mengatakan dirinya masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk melanjutkan karier.
Ia merasa masih memiliki kemampuan dan energi untuk bersaing di MotoGP, terutama setelah kondisi bahunya pulih sepenuhnya.
Vinales juga mengakui bahwa menjadi pembalap penguji belum tentu memenuhi keinginannya untuk tetap terlibat dalam persaingan balap. Ia membutuhkan waktu untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan masa depannya.
Peran penguji pada 2027 juga memiliki keterbatasan. Federasi Balap Motor Internasional (FIM) telah menghapus kesempatan tampil melalui jalur wildcard di kelas MotoGP mulai musim depan.
Wildcard merupakan kesempatan bagi pembalap di luar susunan reguler untuk mengikuti satu Grand Prix tanpa mengisi kursi tetap sebuah tim.
Dengan perubahan tersebut, pembalap penguji tidak lagi dapat turun hanya melalui jatah wildcard. Peluang tampil dalam balapan masih terbuka apabila tim membutuhkan pembalap pengganti, misalnya ketika pembalap regulernya mengalami cedera.
Vinales belum menentukan apakah akan menerima peran penguji jika kesempatan itu tersedia. Hingga pernyataannya pada 8 Oktober, keinginannya tetap melanjutkan karier sebagai pembalap MotoGP.











