Bulatan Times – Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model AI kelas flagship terbaru yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks seperti pemrograman, riset keuangan dan hukum, analisis dokumen, hingga keamanan siber.
Model yang diumumkan pada 30 September 2026 itu belum langsung tersedia untuk pengguna umum. Akses awal diberikan kepada kelompok terbatas yang bekerja di bidang pertahanan siber sebelum Google memperluasnya ke developer, perusahaan, dan pelanggan berbayar.
Google turut membandingkan Argon dengan beberapa model AI lain, termasuk GPT-6 Astra milik OpenAI. Hasilnya menunjukkan Argon berada di depan pada sejumlah pengujian, tetapi tidak dalam semua jenis pekerjaan.
Baca Juga: Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Seberapa Besar Pengaruh Ekosistem Android?
Unggul di sejumlah benchmark, tetapi Astra masih menang di beberapa tes
Benchmark adalah serangkaian pengujian yang digunakan untuk melihat kemampuan model AI pada jenis pekerjaan tertentu.
Pada DeepSWE 1.1, yang mengukur kemampuan menyelesaikan pekerjaan software engineering dalam rangkaian panjang, Gemini 4 Argon mencatat skor 77,9 persen. GPT-6 Astra berada di 74,1 persen.
Argon juga mencatat 68,9 persen pada Vals Index, dibandingkan 63,1 persen untuk Astra. Pengujian ini mencakup pekerjaan profesional seperti keuangan, pemrograman, hukum, dan perpajakan.
Di AutomationBench, yang menguji kemampuan menjalankan alur kerja bisnis dari awal sampai selesai, Argon memperoleh 51,3 persen. Astra berada di 41,4 persen.
Namun, hasilnya tidak selalu berpihak kepada Gemini.
Dalam FrontierSWE v2, GPT-6 Astra mencatat 65,5 persen, sedangkan Argon 55 persen. Astra juga lebih tinggi dalam Terminal-Bench Science dengan skor 68,1 persen berbanding 57,6 persen.
Pada OSWorld 2.0, pengujian yang mengukur kemampuan AI menggunakan aplikasi komputer, Astra berada di 72,6 persen. Argon mencatat 69,2 persen.
Sementara pada CWE-bench v1 untuk perbaikan kerentanan keamanan perangkat lunak, keduanya sama-sama memperoleh skor 68 persen.
Karena pengujian tersebut dipublikasikan sebagai bagian dari materi peluncuran Google, hasilnya lebih tepat dibaca sebagai gambaran kemampuan pada tugas tertentu. Angka benchmark tidak otomatis membuktikan satu model lebih baik untuk seluruh jenis pekerjaan.
Baca Juga: GPT-6 Astra Resmi Meluncur, Apa Bedanya dengan ChatGPT Sebelumnya?
Bisa menghasilkan hingga 1 juta token dalam satu respons
Salah satu perubahan besar pada Gemini 4 Argon berada pada batas output.
Google meningkatkan jumlah maksimal keluaran menjadi 1 juta token, naik jauh dari batas 64.000 token pada generasi sebelumnya.
Token merupakan satuan yang digunakan model AI untuk memproses dan menghasilkan teks. Semakin besar batas output, semakin panjang pekerjaan yang dapat diselesaikan model dalam satu rangkaian tanpa harus berhenti dan dilanjutkan melalui permintaan baru.
Kemampuan ini ditujukan untuk pekerjaan panjang seperti migrasi basis kode, analisis banyak dokumen, penelitian, maupun tugas agen AI yang membutuhkan banyak langkah.
Angka 1 juta token tersebut adalah batas keluaran, bukan berarti Google telah mengumumkan bahwa context window input Argon juga 1 juta token. Detail ukuran context window input belum dicantumkan dalam pengumuman peluncuran.
Google juga telah menggunakan Argon secara internal. Salah satu penerapannya adalah menganalisis penggunaan memori di pusat data dan mencari area yang dapat dioptimalkan.
Dalam satu proyek, beberapa agen Argon membantu menemukan penghematan lebih dari 300 TiB memori setelah perubahan diterapkan.
Harga awal seperlima GPT-6 Astra
Google menyiapkan harga perkenalan sebesar 2 dollar AS untuk setiap satu juta token input dan 10 dollar AS untuk satu juta token output.
Input yang berasal dari cache mendapat potongan 95 persen dari tarif input biasa.
Sebagai pembanding, GPT-6 Astra saat ini dibanderol 10 dollar AS per satu juta token input dan 50 dollar AS per satu juta token output melalui API.
Dengan tarif perkenalan tersebut, harga input dan output Argon berada di sekitar seperlima harga standar Astra.
Tarif murah itu tidak berlaku selamanya. Setelah periode perkenalan selesai, Google menetapkan harga 4 dollar AS per satu juta token input dan 20 dollar AS untuk output.
Google belum menyebut kapan periode harga perkenalan tersebut berakhir.
Belum bisa dipakai pengguna umum
Meski sudah diumumkan, Gemini 4 Argon belum dibuka secara luas.
Tahap pertama diberikan kepada mitra keamanan siber terpilih melalui program Fairwind. Kelompok tersebut menggunakan model untuk mencari, memvalidasi, dan membantu memperbaiki kerentanan perangkat lunak.
Google memilih peluncuran bertahap karena kemampuan keamanan siber Argon juga dapat menimbulkan risiko jika digunakan untuk tujuan yang salah.
Perusahaan masih memperkuat perlindungan terhadap penyalahgunaan pada serangan siber, ancaman kimia dan biologi, serta serangan prompt injection. Jenis serangan terakhir menggunakan instruksi tersembunyi atau berbahaya untuk mencoba mengubah perilaku AI.
Google juga menerapkan sistem untuk memantau tindakan model ketika mulai keluar dari batas tugas yang diberikan.
Setelah tahap pengujian awal, akses akan diperluas terlebih dahulu ke pelanggan API berbayar dan pelanggan Google AI Ultra. Google belum memberikan tanggal pasti kapan Gemini 4 Argon tersedia untuk seluruh pengguna Gemini.










