JAKARTA, BULATAN TIMES – Microsoft memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) bernama Microsoft-Decision-1 yang diklaim mampu memproses tugas pengambilan keputusan hingga 35 kali lebih cepat dibandingkan GPT-6 Sol buatan OpenAI. Klaim tersebut berasal dari pengujian khusus yang diumumkan perusahaan pada Jumat (9/10/2026).
Berbeda dari chatbot yang dirancang untuk menjawab pertanyaan atau menghasilkan tulisan, Decision-1 dikembangkan untuk menilai sejumlah pilihan dan menghasilkan keputusan dalam bentuk data terstruktur.
Microsoft menyatakan model tersebut dapat membantu sistem AI mengklasifikasikan informasi, menentukan prioritas, memeriksa hasil pekerjaan, hingga memilih langkah berikutnya dalam sebuah alur kerja otomatis.
Decision-1 Dirancang untuk Menilai Pilihan, Bukan Menulis Jawaban
Microsoft-Decision-1 termasuk kategori decision model, yakni model kecerdasan buatan yang dirancang untuk memberikan penilaian berdasarkan pilihan yang telah ditentukan.
Ketika menerima pertanyaan beserta beberapa kemungkinan jawaban, model akan memberikan skor probabilitas untuk masing-masing pilihan. Hasilnya dapat digunakan aplikasi untuk menentukan tindakan tanpa harus meminta chatbot menghasilkan penjelasan panjang.
Sebagai contoh, sistem layanan pelanggan dapat menggunakan Decision-1 untuk menentukan apakah sebuah keluhan harus diteruskan ke tim pembayaran, dukungan teknis, atau pengelola akun.
Model ini juga dapat membantu agen AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang menjalankan serangkaian pekerjaan, memilih apakah suatu tindakan perlu dilanjutkan, dihentikan, diulang, atau diserahkan kepada manusia.
Menurut Microsoft, Decision-1 dikembangkan melalui pelatihan lanjutan terhadap Qwen3.5-9B, model yang memiliki sekitar sembilan miliar parameter. Pengembangannya diarahkan pada kemampuan memberikan penilaian dalam satu proses, bukan menghasilkan respons panjang seperti model bahasa generatif.
Bagaimana Microsoft Mengukur Kecepatan 35 Kali Lipat?
Dalam pengujian yang diumumkan perusahaan, Microsoft-Decision-1 mencatat waktu respons median atau P50 sekitar 85 milidetik.
Sebagai pembanding, GPT-6 Sol tercatat membutuhkan sekitar 3.010 milidetik pada acuan pengukuran yang digunakan Microsoft. Perbandingan kedua angka tersebut menghasilkan selisih kecepatan sekitar 35 kali lipat.
Microsoft juga menyebut Decision-1 sekitar 2,5 kali lebih cepat daripada H2O-Lightning-4B v1.1, model lain yang masuk dalam kelompok pembanding.
Pengujian mencakup 36 kelompok benchmark dengan hampir 150.000 pertanyaan. Materinya meliputi klasifikasi, penentuan prioritas, pemeringkatan, pemahaman konteks panjang, kemampuan multibahasa, serta penilaian keselamatan.
Microsoft mengklaim Decision-1 memperoleh rata-rata akurasi tertinggi di antara model yang dibandingkan dalam kumpulan pengujian tersebut.
Meski demikian, angka kecepatannya memerlukan konteks. Waktu respons Decision-1 diukur melalui Microsoft Foundry, sedangkan sejumlah angka pembanding mengacu pada hasil benchmark JevBench.
Dengan demikian, angka tersebut tidak berasal dari seluruh model yang diuji dalam lingkungan dan kondisi pengukuran identik.
Perbandingan ini juga tidak membuktikan bahwa Decision-1 lebih unggul daripada GPT-6 Sol untuk menulis artikel, membuat kode, melakukan riset, atau menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan penalaran terbuka. Keduanya dirancang untuk jenis tugas yang berbeda.
Baca Juga: GPT-6 Mulai Digulirkan ke Semua Paket ChatGPT, Jawaban Kini Lebih Interaktif
Microsoft Sudah Menguji Decision-1 untuk Riset Xbox
Microsoft turut menjelaskan sejumlah penggunaan internal yang telah diuji menggunakan Decision-1.
Tim riset Xbox, misalnya, menggunakan model tersebut untuk mengelompokkan lebih dari 10.000 masukan terbuka dari survei dan ulasan yang dikumpulkan melalui berbagai platform, termasuk Steam dan X.
Jawaban pengguna dikelompokkan ke dalam tema yang sebelumnya ditentukan peneliti agar hasil survei dapat dianalisis lebih lanjut.
Menurut Microsoft, kualitas hasilnya mampu bersaing dengan GPT-6 Sol, sementara proses pengelompokannya berlangsung lebih dari 14 kali lebih cepat dengan biaya sekitar 200 kali lebih rendah.
Angka tersebut merupakan hasil pengujian internal untuk pekerjaan pengelompokan data, bukan ukuran penghematan yang dijamin berlaku bagi seluruh aplikasi.
Tim Copilot Microsoft juga telah menggunakan Decision-1 dalam pengujian penilaian kualitas respons AI dan tindakan agen. Di lingkungan lain, model tersebut dicoba untuk mendukung pengelolaan insiden teknis serta evaluasi langkah dalam eksperimen ilmiah.
Baca Juga: Apa Itu AI Agent? Cara Kerja, Contoh, dan Bedanya dengan Chatbot Biasa
Decision-1 Tersedia melalui Microsoft Foundry dan OpenRouter
Microsoft-Decision-1 sudah tersedia bagi pengembang melalui Microsoft Foundry dan OpenRouter.
Microsoft menetapkan tarif sebesar US$0,042 untuk setiap satu juta token input, sedangkan token output tidak dikenai biaya. Token merupakan satuan pemrosesan teks yang digunakan model AI.
Melalui Microsoft Foundry, pengembang dapat mengintegrasikan Decision-1 ke aplikasi untuk mengklasifikasikan tiket dukungan, menyaring konten, mengevaluasi respons AI, hingga menentukan model atau alat yang digunakan untuk suatu permintaan.
Dokumentasi Microsoft juga menjelaskan bahwa Decision-1 tidak menghasilkan alasan tertulis secara bebas seperti chatbot generatif. Model memberikan keputusan dan skor probabilitas yang perlu ditafsirkan oleh aplikasi pengguna.
Microsoft mengingatkan bahwa hasil penilaian dapat berubah mengikuti cara pertanyaan dan pilihan dirumuskan. Untuk keputusan yang berdampak besar terhadap seseorang, seperti urusan pekerjaan, kesehatan, kredit, atau hukum, perusahaan menyarankan penggunaan pengawasan manusia dan tidak menjadikan skor model sebagai satu-satunya dasar keputusan.










