Bulatan Times – Istilah AI agent semakin sering muncul seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membuat konten berdasarkan perintah pengguna, AI agent dirancang untuk melangkah lebih jauh dengan menjalankan tugas secara mandiri untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara sederhana, AI agent merupakan sistem atau program yang dapat memahami tujuan, menyusun langkah yang diperlukan, menggunakan berbagai alat yang tersedia, kemudian menjalankan tindakan untuk menyelesaikan tugas. Kemampuan tersebut membuat AI agent berbeda dari chatbot yang hanya memberikan jawaban setelah menerima pertanyaan.
Apa Itu AI Agent?
AI agent adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas secara otonom dengan memanfaatkan kemampuan penalaran dan berbagai tool yang terhubung dengannya.
Ketika menerima sebuah tujuan, AI agent tidak selalu berhenti pada satu respons. Sistem dapat memecah tujuan tersebut menjadi beberapa langkah, menentukan informasi yang dibutuhkan, menggunakan tool tertentu, kemudian mengevaluasi hasilnya untuk melanjutkan proses.
IBM menjelaskan AI agent sebagai sistem yang dapat menjalankan tugas secara mandiri dengan merancang alur kerja dan menggunakan tool yang tersedia. Kemampuannya dapat mencakup pengambilan keputusan, pemecahan masalah, interaksi dengan lingkungan eksternal, hingga menjalankan tindakan.
Contohnya, pengguna tidak hanya meminta AI untuk menulis jadwal rapat. Sebuah AI agent dapat diberi tujuan untuk mengatur rapat, kemudian memeriksa jadwal, menentukan waktu yang tersedia, menyiapkan undangan, dan mengirimkannya melalui layanan yang terhubung.
Apa Bedanya AI Agent dengan Chatbot?
Perbedaan paling mudah terlihat dari cara keduanya bekerja.
Chatbot pada umumnya menunggu pertanyaan atau instruksi baru dari pengguna sebelum memberikan respons. Setelah memberikan jawaban, pengguna biasanya harus memberikan perintah berikutnya jika ingin melanjutkan pekerjaan.
AI agent memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Setelah mendapatkan tujuan, sistem dapat menentukan langkah-langkah yang diperlukan dan menggunakan tool eksternal untuk menyelesaikannya.
Sebagai contoh, jika seseorang meminta chatbot mencari ide perjalanan, chatbot dapat memberikan daftar rekomendasi.
Sementara AI agent dapat diberi tujuan yang lebih luas, seperti membantu merencanakan perjalanan. Agent kemudian dapat mencari informasi, membandingkan pilihan, menyusun jadwal perjalanan, dan melakukan tindakan lain selama sistem tersebut memiliki akses ke tool yang diperlukan.
Namun, tingkat kemandirian tersebut tetap bergantung pada kemampuan, akses, batasan, dan izin yang diberikan kepada agent.
Bagaimana Cara Kerja AI Agent?
Secara umum, AI agent bekerja melalui beberapa tahapan yang saling terhubung.
1. Memahami Input dan Tujuan
Tahap pertama adalah memahami apa yang ingin dicapai pengguna.
Perintah yang diberikan bisa berupa permintaan sederhana maupun tujuan yang membutuhkan beberapa langkah. AI agent kemudian menentukan konteks dan hasil akhir yang diharapkan.
Semakin jelas tujuan dan informasi yang diberikan, semakin mudah sistem menentukan tindakan yang sesuai.
2. Menyusun Rencana
Setelah memahami tujuan, agent menentukan langkah yang perlu dilakukan.
Misalnya, pengguna meminta AI agent membuat laporan penjualan bulanan. Sistem dapat menentukan bahwa dirinya perlu mengambil data penjualan, mengolah angka, mencari perubahan dibandingkan periode sebelumnya, kemudian menyusun hasilnya menjadi laporan.
Tahapan tersebut membuat AI agent tidak sekadar menghasilkan teks, tetapi menjalankan rangkaian pekerjaan untuk mencapai tujuan.
3. Menggunakan Tool
Salah satu kemampuan penting AI agent adalah menggunakan tool eksternal.
Tool tersebut dapat berupa mesin pencarian, database, API, aplikasi perusahaan, sistem email, kalender, software analisis data, atau layanan lainnya.
LLM dapat digunakan sebagai bagian dari kemampuan penalaran agent untuk memahami instruksi dan menentukan kapan sebuah tool diperlukan.
4. Menjalankan Tindakan
Setelah menentukan langkah yang diperlukan, agent menjalankan tindakan melalui tool yang tersedia.
Contohnya, agent pengelola jadwal dapat membuat agenda pada kalender. Agent layanan pelanggan dapat mengambil informasi pesanan dari sistem perusahaan. Sementara agent coding dapat membantu memeriksa kode dan melakukan perubahan sesuai instruksi.
Kemampuan melakukan tindakan inilah yang menjadi salah satu pembeda utama AI agent dari sistem AI yang hanya menghasilkan jawaban.
5. Mengevaluasi Hasil
Setelah sebuah tindakan dilakukan, agent dapat memeriksa hasilnya dan menentukan langkah berikutnya.
Jika hasil belum sesuai tujuan, sistem dapat melakukan langkah tambahan selama kemampuan tersebut tersedia dalam rancangan agent.
Proses ini memungkinkan satu permintaan menghasilkan rangkaian pekerjaan, bukan hanya satu respons.
Contoh Penggunaan AI Agent
AI agent dapat digunakan dalam berbagai bidang karena sistemnya dapat dihubungkan dengan tool dan data yang dibutuhkan.
Layanan Pelanggan
Dalam layanan pelanggan, AI agent dapat membantu menjawab pertanyaan, mencari informasi pelanggan, memeriksa status pesanan, hingga membantu menyelesaikan masalah tertentu.
Jika terhubung dengan sistem perusahaan, agent dapat melakukan lebih banyak tindakan dibandingkan chatbot yang hanya memberikan jawaban berdasarkan informasi yang tersedia.
Bisnis dan Administrasi
AI agent dapat digunakan untuk pekerjaan administratif yang berulang.
Misalnya, perusahaan dapat menggunakan agent untuk mengolah data, membuat laporan, mengatur jadwal, mengelola email, atau menjalankan bagian tertentu dari workflow bisnis.
Tujuannya bukan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, tetapi mengurangi pekerjaan rutin sehingga manusia dapat lebih fokus pada tugas yang membutuhkan pertimbangan dan keputusan.
Pemrograman
AI agent juga mulai digunakan dalam pekerjaan pengembangan software.
Agent dapat membantu memahami kebutuhan, membuat atau memperbaiki kode, mencari kesalahan, serta menjalankan beberapa langkah dalam proses pengembangan selama diberikan akses dan tool yang sesuai. IBM memasukkan desain software, otomatisasi TI, dan pembuatan kode sebagai sejumlah area penggunaan AI agent.
Pengelolaan Website
AI agent juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengelola website.
Misalnya, agent dapat digunakan untuk membantu memantau website, melakukan tugas rutin, mengelola konfigurasi tertentu, atau menjalankan pekerjaan berdasarkan instruksi pengguna jika memiliki akses ke sistem yang diperlukan.
Beberapa penyedia teknologi bahkan sudah menawarkan agent yang terhubung langsung dengan layanan hosting dan tool bisnis. Hostinger, misalnya, menyediakan AI agent untuk membantu otomatisasi tugas bisnis serta agent yang dapat membantu pengelolaan server.
Apa Manfaat AI Agent?
Penggunaan AI agent terutama menarik karena dapat mengurangi jumlah pekerjaan manual dalam sebuah proses.
Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain:
- Mengotomatisasi tugas berulang, sehingga pekerjaan manual dapat dikurangi.
- Menghemat waktu, terutama untuk workflow yang terdiri dari banyak langkah.
- Menghubungkan berbagai aplikasi, karena agent dapat menggunakan tool eksternal.
- Membantu pengambilan keputusan, dengan mengolah informasi sebelum menjalankan tindakan.
- Bekerja lebih mandiri, karena pengguna tidak harus memberikan instruksi untuk setiap langkah.
Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kualitas sistem, data, tool, serta batasan yang diterapkan.
Apakah AI Agent Bisa Menggantikan Manusia?
AI agent dapat mengambil alih sejumlah tugas tertentu, tetapi bukan berarti semua pekerjaan manusia bisa langsung digantikan.
Kemampuan agent bergantung pada tujuan yang diberikan, kualitas model AI, akses terhadap data, tool yang tersedia, serta aturan yang membatasi tindakannya.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan keputusan penting, pertimbangan etis, tanggung jawab hukum, atau pemahaman konteks yang kompleks, pengawasan manusia tetap diperlukan.
Karena itu, penggunaan AI agent lebih tepat dilihat sebagai cara untuk mengotomatisasi bagian tertentu dari pekerjaan, bukan sebagai pengganti manusia secara keseluruhan.
Apa Itu Agentic AI?
Istilah lain yang sering muncul bersama AI agent adalah agentic AI.
Keduanya berkaitan erat, tetapi tidak selalu memiliki arti yang sama. AI agent biasanya dibuat untuk mencapai tujuan tertentu dengan melakukan serangkaian tindakan secara mandiri. Sementara agentic AI menggambarkan pendekatan atau sistem AI yang memiliki tingkat kemandirian lebih tinggi dalam merencanakan, mengambil keputusan, dan menjalankan tindakan.
Dalam sistem yang lebih kompleks, beberapa agent bahkan dapat bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan yang lebih besar.
Kesimpulan
AI agent merupakan perkembangan dari teknologi AI yang membuat sistem kecerdasan buatan tidak hanya mampu memberikan jawaban, tetapi juga dapat merencanakan langkah, menggunakan tool, dan menjalankan tindakan untuk mencapai tujuan tertentu.
Teknologi ini sudah mulai digunakan dalam layanan pelanggan, bisnis, pemrograman, otomatisasi IT, pengelolaan website, hingga berbagai workflow lainnya.
Meski menawarkan otomatisasi yang lebih tinggi, AI agent tetap memiliki batasan. Sistem perlu diberikan akses, data, dan tool yang tepat agar dapat bekerja sesuai tujuan. Untuk pekerjaan yang berisiko atau membutuhkan keputusan penting, pengawasan manusia juga tetap dibutuhkan.
Dengan perkembangan teknologi AI yang semakin cepat, AI agent berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam cara manusia menggunakan software dan mengotomatisasi pekerjaan sehari-hari.










