Bulatan Times – Mendapatkan tiket pesawat murah tidak selalu berarti harus menunggu promo besar dari maskapai. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbesar peluang mendapatkan harga lebih rendah, mulai dari memilih waktu perjalanan, membandingkan tanggal, sampai memanfaatkan fitur pemantauan harga.
Hal yang perlu dipahami, harga tiket pesawat menggunakan sistem dinamis. Tarif dapat berubah mengikuti permintaan, ketersediaan kursi, musim perjalanan, dan berbagai faktor lainnya. Karena itu, tidak ada satu hari atau jam yang selalu menjamin harga tiket paling murah.
Meski begitu, ada beberapa strategi yang bisa dicoba agar pencarian tiket menjadi lebih hemat.
1. Coba Cari Tiket pada Tengah Pekan
Salah satu cara yang cukup sering digunakan adalah membandingkan harga pada hari kerja, terutama Selasa hingga Kamis.
Data dari sejumlah platform perjalanan menunjukkan penerbangan pada tengah pekan cenderung memiliki permintaan lebih rendah dibanding akhir pekan. KAYAK, misalnya, mencatat Rabu sebagai hari dengan harga rata-rata paling murah untuk penerbangan domestik berdasarkan data penerbangan dari Indonesia dalam 12 bulan terakhir.
Namun, angka tersebut bukan berarti setiap penerbangan pada Rabu pasti lebih murah. Harga tetap bergantung pada rute, tanggal, maskapai dan jumlah kursi yang tersedia.
Karena itu, cara paling aman adalah membandingkan beberapa tanggal sekaligus sebelum membeli.
2. Jam Berapa Tiket Pesawat Biasanya Lebih Murah?
Pertanyaan ini cukup sering muncul. Banyak orang percaya tiket pesawat akan lebih murah jika dibeli tengah malam atau dini hari.
Memang ada platform perjalanan yang menyarankan mencoba pencarian pada jam sepi seperti dini hari atau pagi buta. Alasannya, pada waktu tersebut aktivitas pencarian biasanya lebih rendah dan calon penumpang bisa lebih leluasa membandingkan pilihan.
Namun, tidak ada bukti bahwa pukul tertentu selalu membuat harga tiket otomatis turun.
Jadi, daripada menunggu tepat pukul 00.00 dengan harapan harga langsung berubah, lebih baik manfaatkan waktu tersebut untuk membandingkan beberapa tanggal, maskapai dan jam keberangkatan.
Jam yang bisa dicoba:
- sekitar pukul 23.00-05.00 WIB
- pagi hari sebelum aktivitas kerja dimulai
- tengah pekan ketika pilihan penerbangan masih cukup banyak
Anggap ini sebagai waktu untuk berburu dan membandingkan harga, bukan sebagai jaminan mendapatkan tarif termurah.
3. Jangan Hanya Mengubah Jam Beli, Coba Ubah Hari Terbang
Justru waktu penerbangan sering lebih berpengaruh daripada jam ketika tiket dibeli.
Jika jadwal perjalanan fleksibel, coba bandingkan harga untuk penerbangan Senin, Selasa, Rabu dan Kamis dengan Jumat atau akhir pekan. Pada periode dengan permintaan tinggi, seperti libur panjang, Lebaran, Natal dan Tahun Baru, harga biasanya lebih sulit ditekan.
KAYAK mencatat periode low season cenderung menawarkan harga lebih rendah dibanding musim ramai. Untuk penerbangan domestik dari Indonesia dalam data 12 bulan terakhir yang mereka analisis, Februari menjadi bulan dengan harga rata-rata terendah, sedangkan Agustus menjadi salah satu yang tertinggi.
4. Mulai Pantau Harga dari Jauh Hari
Jangan menunggu sampai beberapa hari sebelum berangkat jika jadwal perjalanan sudah diketahui.
Google mencatat, berdasarkan data historis penerbangan yang berangkat dari Indonesia, harga rata-rata dalam datanya cenderung berada pada level terendah sekitar empat sampai enam bulan sebelum keberangkatan, dengan titik terendah rata-rata sekitar 149 hari sebelumnya.
Namun, pola tersebut merupakan data historis dan bukan aturan yang berlaku untuk semua rute.
Untuk perjalanan domestik, beberapa platform seperti Traveloka menyarankan mulai mempertimbangkan pemesanan sekitar satu hingga tiga bulan sebelum keberangkatan. Sementara penerbangan internasional umumnya perlu direncanakan lebih awal.
Intinya, mulai pantau lebih awal, kemudian beli ketika menemukan harga yang menurut Anda sudah masuk akal.
5. Aktifkan Price Alert
Kalau belum yakin kapan harus membeli, jangan terus-menerus mengecek harga secara manual.
Fitur pelacakan harga atau Price Alert bisa membantu. Google Flights dan sejumlah platform perjalanan menyediakan fitur yang memberi notifikasi ketika harga untuk rute tertentu mengalami perubahan atau penurunan.
Cara ini berguna terutama jika tanggal perjalanan sudah cukup jelas tetapi Anda masih menunggu kemungkinan tarif yang lebih rendah.
Dengan begitu, Anda tidak harus membuka aplikasi penerbangan setiap beberapa jam hanya untuk mengecek harga.
6. Gunakan Fitur Tanggal Fleksibel
Perbedaan satu atau dua hari bisa membuat harga tiket berubah cukup jauh.
Jika tidak terikat pada tanggal tertentu, bandingkan beberapa kombinasi tanggal keberangkatan dan kepulangan. Google Flights menyediakan tampilan kalender harga dan grafik harga sehingga pengguna dapat melihat perbedaan tarif berdasarkan tanggal.
Misalnya, tiket untuk keberangkatan Jumat mungkin lebih mahal dibanding Kamis. Jika jadwal memungkinkan, memajukan perjalanan satu hari bisa menjadi cara sederhana untuk menghemat biaya.
7. Jangan Terpaku pada Penerbangan Langsung
Penerbangan langsung memang lebih nyaman, tetapi terkadang harganya lebih tinggi.
Jika waktu bukan masalah, coba bandingkan dengan penerbangan transit. Pilihan lain adalah mengecek bandara alternatif yang masih mudah dijangkau dari kota tujuan.
Google juga menyarankan pencarian melalui beberapa bandara sekaligus untuk melihat kemungkinan tarif yang lebih murah.
Tetapi jangan hanya melihat harga tiket. Hitung juga biaya transportasi dari bandara alternatif, bagasi tambahan dan waktu perjalanan.
- Baca Juga: Harga Tiket Taman Hiburan Jepang Naik 2026
8. Hitung Harga Akhir, Bukan Harga di Awal
Tiket yang terlihat paling murah belum tentu menjadi pilihan paling hemat.
Sebelum membayar, periksa apakah tarif tersebut sudah mencakup bagasi, pilihan kursi, makanan atau layanan tambahan lainnya. Jika membutuhkan bagasi, masukkan biaya tersebut ke dalam perhitungan.
Misalnya, tiket A terlihat Rp 700.000 tetapi harus membayar bagasi tambahan Rp 300.000. Sementara tiket B seharga Rp 850.000 sudah menyediakan bagasi. Dalam kondisi seperti ini, tiket B justru bisa lebih murah secara keseluruhan.
9. Jangan Menunggu Promo Sampai Terlambat
Kesalahan lain adalah terus menunggu harga turun meskipun sudah menemukan tarif yang cukup bagus.
Harga tiket tidak memiliki pola yang selalu bisa ditebak. Google sendiri menyarankan pengguna melihat informasi historis dan fitur cheapest time to book ketika tersedia untuk membantu menentukan apakah sebaiknya membeli sekarang atau menunggu.
Jika harga sudah sesuai anggaran dan jadwal perjalanan sudah pasti, membeli tiket bisa menjadi pilihan yang lebih aman daripada berharap tarif turun tanpa kepastian.
Jadi, Jam Berapa Sebaiknya Berburu Tiket?
Tidak ada jam sakti yang menjamin tiket pesawat menjadi murah.
Namun, pembaca bisa mencoba mencari dan membandingkan harga pada dini hari hingga pagi, terutama di tengah pekan. Yang lebih penting justru membandingkan beberapa tanggal keberangkatan, menghindari musim ramai jika memungkinkan, serta menggunakan fitur pemantauan harga.
Strategi yang paling masuk akal adalah mulai mencari lebih awal, pantau harga secara berkala, fleksibel dengan tanggal, dan beli ketika menemukan tarif yang memang sudah sesuai.
Dengan cara tersebut, berburu tiket murah tidak lagi bergantung pada keberuntungan atau menunggu promo secara acak.











