21 °c
Ashburn
14 ° Sel
14 ° Rab
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

Tita by Tita
4 minggu ago
in NASIONAL
0
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi

Gambar ilustrasi

1
SHARES
42
VIEWS

BULATANTIMES.COM – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak hingga mengarah ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan analisis BMKG pada Sabtu (5/9/2026), salah satu klaster abu vulkanik bergerak ke arah tenggara hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Pergerakan tersebut terjadi ketika aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung. Masyarakat di wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi dan menggunakan masker apabila abu mulai terasa atau mengganggu kualitas udara.

  • Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Barat

Sebaran Abu Bergerak ke Arah Jawa Barat

BMKG menganalisis sebaran abu vulkanik menggunakan informasi dari PVMBG, Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta citra satelit Himawari-9.

Hasil analisis pada Sabtu pukul 18.00 WIB menunjukkan terdapat dua klaster sebaran abu. Klaster pertama berada dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah tenggara hingga selatan, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, dan perairan di sekitarnya.

Sementara klaster kedua berada hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup sebagian Lampung, Banten, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.

Wilayah Sukabumi berada dalam kawasan Jawa Barat yang masuk jalur sebaran pada analisis tersebut.

Abu Vulkanik Dilaporkan Mengarah ke Sukabumi

Laporan dari wilayah Sukabumi menyebut sebaran abu vulkanik terpantau menuju kawasan tersebut berdasarkan pemantauan citra satelit pada Sabtu siang.

Namun, kondisi ini perlu dibedakan antara jalur sebaran abu berdasarkan citra satelit dan laporan mengenai abu yang benar-benar turun di permukiman. BMKG dalam analisisnya mencakup sebagian Jawa Barat, tetapi tidak merinci setiap kabupaten atau kota yang mengalami hujan abu di permukaan.

Karena itu, masyarakat Sukabumi sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh wilayah mengalami hujan abu vulkanik. Kondisi di lapangan dapat berbeda tergantung arah dan kecepatan angin serta konsentrasi material yang terbawa.

Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Gunung api di perairan Selat Sunda tersebut mengalami rangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan abu vulkanik dan lontaran material pijar. Pada Jumat (4/9) malam, erupsi menerus mulai tercatat pukul 23.07 WIB dan disertai suara gemuruh.

Badan Geologi juga menyebut fenomena erupsi tersebut menyerupai lava fountain atau lava air mancur. Aktivitasnya terus dipantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Kalianda dan Pasauran.

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

  • Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dan Keluarkan Lava Pijar

Warga Diminta Menggunakan Masker

Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika konsentrasinya meningkat atau seseorang terpapar dalam waktu lama.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah yang terkena sebaran abu disarankan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga sebaiknya mengurangi paparan langsung terhadap debu dan membersihkan permukaan rumah maupun kendaraan apabila terdapat endapan abu.

Masyarakat perlu mengikuti perkembangan dari BMKG, PVMBG, pemerintah daerah, dan BPBD setempat karena arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Tidak Ada Potensi Tsunami dari Aktivitas Saat Ini

Meski aktivitas Anak Krakatau meningkat, Badan Geologi menyatakan pertumbuhan tubuh gunung yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.

Berdasarkan evaluasi tersebut, tubuh Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi gunung tetap dipantau secara intensif.

Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

Sumber: BMKG, Badan Geologi/PVMBG, ANTARA

Tags: Gunung ApiGunung Meletus

Related Posts

Puan Maharani menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI
NASIONAL

Puan Ingatkan TNI Tetap Berpihak pada Rakyat di Tengah Modernisasi Pertahanan

Oktober 5, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 TNI
NASIONAL

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Febrie Adriansyah menjelang sidang perkara dugaan pemerasan dan TPPU
NASIONAL

Sidang Perdana Febrie Adriansyah 7 Oktober, Kuasa Hukum Siap Uji Bukti Pemerasan dan TPPU

Oktober 5, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Prabowo Subianto saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 TNI

Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI, Resmikan 204 Satuan Baru dan Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
harga emas hari ini 5 Oktober 2026 yang bergerak naik

Harga Emas Hari Ini Senin 5 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 6.000 Jadi Rp. 2,58 Juta

Oktober 5, 2026
Puan Maharani menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI

Puan Ingatkan TNI Tetap Berpihak pada Rakyat di Tengah Modernisasi Pertahanan

Oktober 5, 2026
John Herdman pelatih Timnas Indonesia

John Herdman Ubah Taktik di Final, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia merayakan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026

Sirkuit Mandalika 99,5 Persen Siap untuk MotoGP Indonesia 2026

Keiichi Yasuda dari Honda Racing Corporation

Honda Tunjuk Keiichi Yasuda Pimpin Honda Racing Corporation Mulai 2027

John Herdman pelatih Timnas Indonesia

John Herdman Ubah Taktik di Final, Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Oktober 6, 2026
Timnas Indonesia merayakan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti

Oktober 5, 2026
Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026

Sirkuit Mandalika 99,5 Persen Siap untuk MotoGP Indonesia 2026

Oktober 5, 2026
Herdman Minta Timnas Indonesia Main Efektif demi Gelar

Final FIFA ASEAN Cup 2026: Herdman Minta Timnas Indonesia Main Efektif

Oktober 5, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times