13 °c
Columbus
11 ° Sab
12 ° Ming
Jumat, Oktober 23, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
Home NEWS NASIONAL

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

Tita by Tita
6 September 2026, 02.15 WIB
in NASIONAL
0
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi

Gambar ilustrasi

BULATANTIMES.COM – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak hingga mengarah ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan analisis BMKG pada Sabtu (5/9/2026), salah satu klaster abu vulkanik bergerak ke arah tenggara hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Pergerakan tersebut terjadi ketika aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung. Masyarakat di wilayah yang berada dalam jalur sebaran abu diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi dan menggunakan masker apabila abu mulai terasa atau mengganggu kualitas udara.

  • Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Barat

Sebaran Abu Bergerak ke Arah Jawa Barat

BMKG menganalisis sebaran abu vulkanik menggunakan informasi dari PVMBG, Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta citra satelit Himawari-9.

Hasil analisis pada Sabtu pukul 18.00 WIB menunjukkan terdapat dua klaster sebaran abu. Klaster pertama berada dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah tenggara hingga selatan, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, dan perairan di sekitarnya.

Sementara klaster kedua berada hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Sebarannya mencakup sebagian Lampung, Banten, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.

Wilayah Sukabumi berada dalam kawasan Jawa Barat yang masuk jalur sebaran pada analisis tersebut.

Abu Vulkanik Dilaporkan Mengarah ke Sukabumi

Laporan dari wilayah Sukabumi menyebut sebaran abu vulkanik terpantau menuju kawasan tersebut berdasarkan pemantauan citra satelit pada Sabtu siang.

Namun, kondisi ini perlu dibedakan antara jalur sebaran abu berdasarkan citra satelit dan laporan mengenai abu yang benar-benar turun di permukiman. BMKG dalam analisisnya mencakup sebagian Jawa Barat, tetapi tidak merinci setiap kabupaten atau kota yang mengalami hujan abu di permukaan.

Karena itu, masyarakat Sukabumi sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh wilayah mengalami hujan abu vulkanik. Kondisi di lapangan dapat berbeda tergantung arah dan kecepatan angin serta konsentrasi material yang terbawa.

Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Gunung api di perairan Selat Sunda tersebut mengalami rangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan abu vulkanik dan lontaran material pijar. Pada Jumat (4/9) malam, erupsi menerus mulai tercatat pukul 23.07 WIB dan disertai suara gemuruh.

Badan Geologi juga menyebut fenomena erupsi tersebut menyerupai lava fountain atau lava air mancur. Aktivitasnya terus dipantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Kalianda dan Pasauran.

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

  • Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dan Keluarkan Lava Pijar

Warga Diminta Menggunakan Masker

Abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika konsentrasinya meningkat atau seseorang terpapar dalam waktu lama.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah yang terkena sebaran abu disarankan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga sebaiknya mengurangi paparan langsung terhadap debu dan membersihkan permukaan rumah maupun kendaraan apabila terdapat endapan abu.

Masyarakat perlu mengikuti perkembangan dari BMKG, PVMBG, pemerintah daerah, dan BPBD setempat karena arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Tidak Ada Potensi Tsunami dari Aktivitas Saat Ini

Meski aktivitas Anak Krakatau meningkat, Badan Geologi menyatakan pertumbuhan tubuh gunung yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.

Berdasarkan evaluasi tersebut, tubuh Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi gunung tetap dipantau secara intensif.

Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

Sumber: BMKG, Badan Geologi/PVMBG, ANTARA

Tags: Gunung ApiGunung Meletus

Related Posts

Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon
NASIONAL

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Oktober 23, 2026
KMP Batumandi dengan bekas kebakaran dan kapal pemadam di sekitarnya
NASIONAL

Ganti Rugi Korban KMP Batumandi Diproses, ASDP Masih Lengkapi Data Barang

Oktober 22, 2026
Kapal feri di perairan mengeluarkan asap hitam tebal, dengan beberapa kapal kecil berada di dekatnya
HEADLINE

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Oktober 22, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
M. Andrean Saefudin merupakan perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Lampung-Sumatera Selatan

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Oktober 22, 2026
Kapal feri di perairan mengeluarkan asap hitam tebal, dengan beberapa kapal kecil berada di dekatnya

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Oktober 22, 2026
KMP Batumandi dengan bekas kebakaran dan kapal pemadam di sekitarnya

Ganti Rugi Korban KMP Batumandi Diproses, ASDP Masih Lengkapi Data Barang

Oktober 22, 2026
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berbicara di podium dengan beberapa mikrofon media di depannya

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Oktober 21, 2026
Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Ilustrasi layar laptop dengan logo PHP, kode program, tanda peringatan keamanan merah, dan siluet orang bertudung di belakang

Dua Celah Kritis PHP Ditemukan, Pengguna Diminta Segera Update

Pemain Juventus berseragam hitam putih berusaha menjangkau bola di antara pemain Rennes berseragam merah di lapangan.

Liga Eropa: Hasil Juventus vs Rennes 2-2, Gol Lucumi Dianulir VAR

Lima pemain Timnas Indonesia mengenakan seragam merah berpose di tribun stadion.

Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Jepang, Qatar dan Thailand

Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Oktober 23, 2026
Ilustrasi layar laptop dengan logo PHP, kode program, tanda peringatan keamanan merah, dan siluet orang bertudung di belakang

Dua Celah Kritis PHP Ditemukan, Pengguna Diminta Segera Update

Oktober 23, 2026
Pemain Juventus berseragam hitam putih berusaha menjangkau bola di antara pemain Rennes berseragam merah di lapangan.

Liga Eropa: Hasil Juventus vs Rennes 2-2, Gol Lucumi Dianulir VAR

Oktober 23, 2026
Lima pemain Timnas Indonesia mengenakan seragam merah berpose di tribun stadion.

Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Jepang, Qatar dan Thailand

Oktober 23, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times