Bulatan Times – Penumpang pesawat yang penerbangannya dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan berhak mendapatkan pengembalian dana atau refund tiket sebesar 100 persen.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi setelah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mengganggu operasional sejumlah bandara. Kebijakan refund penuh diberikan untuk penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi operasional bandara yang terdampak abu vulkanik.
Dengan kebijakan tersebut, penumpang tidak perlu menanggung kerugian atas pembatalan penerbangan yang terjadi karena faktor keselamatan penerbangan.
Refund Berlaku untuk Penerbangan yang Dibatalkan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa menegaskan bahwa pengembalian dana berlaku penuh bagi penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi bandara terdampak abu vulkanik.
“Terkait pembatalan atau refund penerbangan itu berlaku 100 persen,” kata Lukman.
Sebelumnya, Kemenhub juga meminta seluruh maskapai memfasilitasi hak penumpang untuk melakukan refund maupun reschedule.
Artinya, penumpang yang terdampak dapat memilih mengembalikan tiket atau mengubah jadwal penerbangan sesuai layanan yang disediakan maskapai.
Bandara Terdampak Abu Vulkanik
Gangguan penerbangan terjadi setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah dan memengaruhi kondisi operasional bandara.
Pada Senin (7/9) sore, Kemenhub menyatakan penutupan operasional tujuh bandara terdampak abu vulkanik diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB. Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara.
Kemenhub menyebut keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan keselamatan karena arah angin yang membawa abu vulkanik masih dinamis.
Hingga Senin sore, perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik telah berdampak terhadap 2.961 penerbangan. Jumlah tersebut terdiri dari 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional, dengan total sekitar 341.000 penumpang terdampak.
Dampak tersebut mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan, penundaan maupun pengalihan.
Penumpang Juga Bisa Memilih Reschedule
Selain refund, penumpang yang penerbangannya terdampak dapat memperoleh opsi perubahan jadwal atau reschedule.
Kemenhub meminta maskapai menyampaikan informasi pengalihan penerbangan kepada penumpang masing-masing. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga konektivitas selama bandara yang terdampak belum dapat beroperasi normal.
Beberapa bandara alternatif yang disiapkan antara lain Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani di Semarang, Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, dan Adi Soemarmo di Solo.
Untuk penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara alternatif, pemerintah bersama InJourney Airports juga menyediakan transportasi darat gratis berupa kereta api maupun bus.
Keselamatan Jadi Pertimbangan Utama
Kemenhub menyatakan penutupan bandara dilakukan secara konservatif untuk memastikan abu vulkanik tidak membahayakan operasional penerbangan.
Meski hasil paper test di sejumlah bandara telah menunjukkan hasil negatif, pembukaan kembali operasional tetap menunggu hasil evaluasi dan advisory dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin. Pengelola bandara juga perlu melakukan pemeriksaan serta pembersihan fasilitas sisi udara, termasuk runway, taxiway dan apron.
Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, informasi mengenai proses refund atau reschedule sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui maskapai atau agen tempat tiket dibeli.
Dengan adanya kebijakan refund 100 persen, penumpang yang penerbangannya benar-benar dibatalkan akibat kondisi bandara terdampak abu vulkanik tidak perlu khawatir kehilangan seluruh biaya tiket.










