23 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home BISNIS

Low Tuck Kwong Kembali Pimpin Daftar Orang Terkaya Indonesia, Hartanya Sempat Turun Tajam

Low Tuck Kwong kembali berada di puncak daftar orang terkaya Indonesia setelah kekayaannya sempat tergerus miliaran dolar AS pada pertengahan September.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
25 September 2026, 13.30 WIB
in BISNIS
Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources

Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources.

Bulatan Times – Low Tuck Kwong kembali menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya Indonesia. Pendiri Bayan Resources itu kembali berada di atas Prajogo Pangestu dan R. Budi Hartono setelah kekayaannya sempat turun tajam pada pertengahan September 2026.

Perubahan tersebut memperlihatkan betapa cepat posisi para konglomerat dapat bergeser dalam Forbes Real-Time Billionaires. Nilai kekayaan mereka banyak terkait dengan kepemilikan saham perusahaan publik sehingga pergerakan pasar dapat mengubah peringkat dalam hitungan hari.

Low menjadi contoh paling jelas bulan ini. Pada awal September, kekayaannya masih berada di kisaran US$19 miliar. Tekanan terhadap saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kemudian memangkas kekayaannya miliaran dolar AS dan membuat posisinya turun.

Posisinya kembali pulih menjelang akhir September. Data Forbes yang menjadi dasar laporan terbaru CNBC Indonesia kembali menempatkan pengusaha batu bara tersebut sebagai orang terkaya di Indonesia.

Kekayaan Low Tuck Kwong sangat terkait Bayan Resources

Sumber utama kekayaan Low berasal dari Bayan Resources, perusahaan batu bara yang didirikannya. Karena kepemilikannya besar, perubahan harga BYAN mempunyai pengaruh langsung terhadap estimasi nilai kekayaan Low.

Hubungan itu terlihat pada pertengahan September. Penurunan saham Bayan dalam dua hari menghapus sekitar US$2,5 miliar dari kekayaannya dan membuat Low turun ke posisi ketiga daftar orang terkaya Indonesia.

Pergerakan berikutnya kembali mengubah susunan papan atas.

Pada 17 September, Low dan Prajogo Pangestu sama-sama tercatat memiliki kekayaan sekitar US$16,4 miliar. R. Budi Hartono berada tidak jauh di belakang dengan sekitar US$16,1 miliar.

Sehari-hari, selisih sekecil itu cukup membuat posisi pertama hingga ketiga bertukar.

Low juga memiliki kepentingan bisnis di luar Bayan. Forbes mencatat portofolionya mencakup Metis Energy di Singapura, sementara sumber lain mengaitkannya dengan investasi di Samindo Resources dan The Farrer Park Company.

Lima orang terkaya Indonesia didominasi pemilik bisnis besar

Susunan lima besar terbaru masih dihuni nama-nama yang selama beberapa tahun terakhir berada di jajaran atas kekayaan Indonesia.

Low Tuck Kwong berada di posisi pertama dengan sumber kekayaan terbesar dari Bayan Resources dan bisnis energi.

Di bawahnya terdapat Prajogo Pangestu, pendiri Barito Pacific. Portofolio kelompok usahanya berkembang dari petrokimia ke energi dan pertambangan. Jaringan bisnis yang terhubung dengannya di Bursa Efek Indonesia mencakup Barito Pacific, Chandra Asri Pacific, Barito Renewables Energy, Petrindo Jaya Kreasi, Petrosea, dan Chandra Daya Investasi.

R. Budi Hartono berada di kelompok berikutnya. Kekayaan keluarga Hartono berasal dari Djarum serta kepemilikan di Bank Central Asia (BCA).

Nama Anthoni Salim juga bertahan di lima besar. Bisnis Salim Group tersebar luas, termasuk sektor makanan melalui Indofood dan jaringan usaha lainnya.

Posisi berikutnya ditempati Tahir dan keluarga, yang dikenal melalui Mayapada Group dengan portofolio antara lain di sektor perbankan, kesehatan, dan properti.

Urutan dan angka kekayaan kelima nama tersebut dapat berubah. Sebagai pembanding, pada 24 September data yang mengacu pada Forbes menempatkan Low sekitar US$17,23 miliar, Prajogo US$16,06 miliar, Budi Hartono US$15,62 miliar, Anthoni Salim US$10,81 miliar, serta Tahir dan keluarga US$9,43 miliar.

Posisi puncak beberapa kali berganti sepanjang September

Perubahan sepanjang September menjadi bagian yang menarik dari daftar kali ini.

Pada 9 September, Low berada di posisi pertama dengan estimasi kekayaan US$18,9 miliar. Prajogo berada di belakangnya dengan sekitar US$17,2 miliar.

Penurunan saham Bayan kemudian mengubah keadaan. Low sempat kehilangan sekitar US$2,5 miliar dan turun ke posisi ketiga pada pertengahan bulan.

Pada 17 September, Low dan Prajogo kembali berdekatan dengan estimasi masing-masing US$16,4 miliar. Sehari-hari posisi keduanya dapat berubah mengikuti valuasi perusahaan yang menopang kekayaan mereka.

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa angka dalam daftar Forbes tahunan bisa berbeda jauh dari Real-Time Billionaires. Daftar tahunan memakai tanggal penilaian tertentu, sedangkan versi real-time memperbarui estimasi berdasarkan perubahan pasar.

Karena itu, angka kekayaan para konglomerat bukan jumlah uang tunai yang mereka miliki. Nilainya merupakan estimasi kekayaan bersih berdasarkan kepemilikan perusahaan dan aset lain setelah memperhitungkan metodologi Forbes.

Baca Juga: Bulatan Times Buka Layanan Artikel Promosi dan Publikasi Bisnis Mulai Rp75 Ribu

Baca Juga: Biometrik Subsidi BBM dan LPG Mulai Disiapkan Pertamina

Source: Forbes, CNBC Indonesia

Related Posts

Bagian depan gedung berlogo Astra International dengan bendera Indonesia
BISNIS

Laba Astra Turun 12 Persen Jadi Rp. 21,6 Triliun, Bisnis Otomotif Tetap Tumbuh

Oktober 29, 2026
Ilustrasi pembiayaan emas (Ilustrasi/dok BCA Syariah)
BISNIS

Partisipasi Gen Z dalam Pembiayaan Emas Tembus 19 Persen

Oktober 29, 2026
Tampak depan gedung Danantara Indonesia dengan papan nama Danantara Indonesia Sovereign Fund
BISNIS

Danantara Berpeluang Jadi Pemegang Saham BEI, RUPSLB Bahas Demutualisasi

Oktober 28, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times