22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata

Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui memiliki sistem senjata di orbit. China dan Rusia memperingatkan risiko militerisasi ruang angkasa.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
16 September 2026, 00.54 WIB
in DUNIA
Ilustrasi satelit di orbit Bumi menggambarkan persaingan kemampuan militer Amerika Serikat, China dan Rusia

Ilustrasi persaingan kemampuan militer di orbit Bumi. (Ilustrasi: AI/Bulatan Times)

BULATAN TIMES – Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui telah menempatkan sistem persenjataan di orbit Bumi. Pengungkapan tersebut langsung mendapat respons dari China dan Rusia di tengah meningkatnya persaingan militer di ruang angkasa.

Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink menyampaikan keberadaan sistem tersebut saat berbicara dalam Air, Space & Cyber Conference di Maryland, Senin (14/9/2026).

Meink menyebut US Space Force kini memiliki on-orbit space control weapons yang ditujukan untuk menghadapi tindakan lawan yang mengancam pasukan AS.

Pemerintah AS tidak menjelaskan bentuk senjata tersebut, jumlahnya, lokasi orbit, maupun cara kerjanya. Meink juga tidak mengungkap apakah sistem itu menggunakan kemampuan kinetik, energi terarah, peperangan elektronik, atau teknologi lainnya.

Baca Juga: Iran Peringatkan AS dan Israel soal Serangan Baru

AS Sengaja Buka Keberadaan Senjata di Orbit

Pernyataan Meink menjadi perhatian karena kemampuan militer AS di orbit selama ini termasuk persoalan yang sangat sensitif.

Kepada wartawan, Meink mengatakan penggunaan istilah dalam pengumuman tersebut telah dipertimbangkan secara matang. Namun, ia menolak menjelaskan kemampuan teknis sistem yang dimiliki AS.

Washington memandang ruang angkasa sebagai bagian penting dari keamanan militer sekaligus ekonomi. Satelit antara lain digunakan untuk komunikasi, navigasi, pengintaian, peringatan dini, dan mendukung operasi militer di darat, laut serta udara.

Seorang pejabat US Space Command, Richard Palmer, menyebut pengakuan terbuka tersebut sebagai sebuah momen penting dalam perkembangan kemampuan militer ruang angkasa AS.

Pemerintah AS juga menempatkan pengembangan kemampuan itu dalam konteks ancaman terhadap asetnya di orbit.

Washington selama beberapa tahun terakhir menyoroti pengembangan teknologi counter-space oleh China dan Rusia yang dinilai dapat mengganggu atau melumpuhkan satelit dalam kondisi konflik.

China Minta AS Hentikan Pembangunan Militer di Luar Angkasa

Pengakuan tersebut mendapat reaksi keras dari Beijing.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan negaranya menentang perlombaan senjata dan upaya menjadikan ruang angkasa sebagai wilayah peperangan.

China kemudian meminta Washington menghentikan perluasan kemampuan militernya di ruang angkasa.

“Kami mendesak AS menghentikan perluasan pembangunan militernya di luar angkasa,” kata Guo, dikutip dari Anadolu Agency.

Beijing menyatakan penggunaan ruang angkasa seharusnya dilakukan secara damai dan stabilitas strategis global perlu dipertahankan.

Pernyataan serupa disampaikan setelah US Space Force mengonfirmasi keberadaan sistem yang mereka sebut mampu mempertahankan pasukan gabungan AS dari tindakan lawan.

Baca Juga: China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Rusia: Ruang Angkasa Harus Bebas dari Senjata

Rusia turut merespons perkembangan tersebut.

Moskow menyatakan ruang angkasa seharusnya tetap bebas dari segala jenis senjata. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan kekhawatiran bahwa pengakuan Washington dapat mempercepat persaingan kemampuan militer di orbit.

Persoalan persenjataan antariksa sendiri tidak hanya berkaitan dengan senjata yang ditempatkan langsung di orbit.

Kemampuan counter-space dapat mencakup berbagai teknologi yang ditujukan untuk mengganggu atau menghancurkan sistem antariksa lawan, termasuk pengacauan sinyal, serangan siber, laser, hingga sistem anti-satelit.

Reuters sebelumnya melaporkan AS dan China sama-sama meningkatkan persiapan menghadapi kemungkinan konflik yang meluas ke ruang angkasa. Perkembangan satelit yang mampu mendekati atau berinteraksi dengan satelit lain juga menjadi perhatian dalam persaingan tersebut.

Apa yang Sebenarnya Dilarang di Orbit?

Keberadaan senjata di ruang angkasa berkaitan dengan aturan internasional yang telah berlaku sejak era Perang Dingin.

Outer Space Treaty 1967 melarang negara menempatkan senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya di orbit Bumi.

Namun, perjanjian tersebut tidak secara eksplisit melarang seluruh jenis senjata konvensional ditempatkan di ruang angkasa. Celah inilah yang menjadi salah satu persoalan dalam perkembangan teknologi militer modern.

Karena AS tidak mengungkap karakteristik sistem yang telah ditempatkan di orbit, belum dapat dipastikan dari informasi publik bagaimana senjata tersebut bekerja maupun kemampuan apa yang dimilikinya.

Yang telah dikonfirmasi Washington adalah keberadaan on-orbit space control weapons. Rincian operasionalnya tetap dirahasiakan.

Source: Reuters, AP

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times