22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

Australia Batasi Mahasiswa Asing Bawa Keluarga, Indonesia Dapat Pengecualian

Australia akan membatasi mahasiswa internasional membawa keluarga, tetapi mahasiswa dari negara ASEAN termasuk Indonesia masuk kelompok pengecualian.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
17 September 2026, 23.52 WIB
in DUNIA
Pemandangan Sydney Harbour, Australia

Pemandangan Sydney Harbour dengan Sydney Opera House dan Harbour Bridge.

Bulatan Times – Pemerintah Australia berencana memperketat aturan bagi mahasiswa internasional dengan membatasi penyertaan anggota keluarga dalam visa pelajar dan visa lulusan. Namun, mahasiswa dari negara ASEAN, termasuk Indonesia, masuk dalam kelompok yang mendapat pengecualian berdasarkan kebijakan yang diumumkan pemerintah Australia.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyampaikan rencana tersebut dalam pidatonya di National Press Club, Canberra, Kamis, 17 September 2026. Kebijakan itu menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas dalam sistem migrasi Australia.

Mahasiswa internasional tak lagi otomatis bisa bawa keluarga

Dalam aturan yang direncanakan, mahasiswa internasional tidak lagi secara umum diperbolehkan menyertakan anggota keluarga dalam visa mereka. Pembatasan serupa juga akan diterapkan pada visa lulusan.

Kebijakan itu berbeda dari ketentuan yang selama ini berlaku. Informasi resmi Study Australia saat ini masih menjelaskan pemegang visa mahasiswa dapat menyertakan pasangan dan anak tanggungan berusia di bawah 18 tahun dalam permohonan visa. Anggota keluarga yang telah dideklarasikan juga dapat mengajukan diri sebagai subsequent entrant.

Perubahan tersebut tidak akan digunakan untuk memisahkan keluarga mahasiswa internasional yang sudah berada di Australia. Mereka yang telah memiliki anggota keluarga yang terikat pada visa dan sudah berada di Australia tetap dapat mempertahankan pengaturan tersebut.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Kalahkan Australia 2-0

Indonesia termasuk kelompok yang dikecualikan

Hal yang paling relevan bagi mahasiswa Indonesia adalah pengecualian untuk negara-negara ASEAN dan Pasifik.

Mengutip laman resmi Menteri Dalam Negeri Australia, kondisi visa khusus tetap akan memungkinkan mahasiswa dari negara-negara Pasifik dan ASEAN membawa keluarga. Pengecualian juga tersedia untuk program tertentu, termasuk mahasiswa doktoral atau PhD.

Dengan Indonesia merupakan anggota ASEAN, mahasiswa Indonesia termasuk dalam cakupan regional yang disebut pemerintah Australia tersebut.

Namun, rincian teknis penerapannya masih perlu dicermati. Medcom.id melaporkan mekanisme terperinci mengenai pengecualian untuk mahasiswa ASEAN belum dijabarkan dalam pengumuman awal.

Karena itu, calon mahasiswa Indonesia sebaiknya tidak menafsirkan pengumuman tersebut sebagai ketentuan visa final sebelum persyaratan dan mekanisme pelaksanaannya diterbitkan secara lengkap.

Mahasiswa PhD juga mendapat pengecualian

Selain mahasiswa dari ASEAN dan Pasifik, Australia menyiapkan pengecualian berdasarkan program pendidikan.

Mahasiswa yang menempuh pendidikan doktoral menjadi salah satu kelompok yang tetap dapat membawa anggota keluarga. Pemerintah Australia menjelaskan kondisi kehidupan mahasiswa pada program seperti PhD berbeda dibandingkan mahasiswa pada jenjang sarjana.

Pengecualian ini menunjukkan pembatasan yang diumumkan Australia bukan larangan mutlak terhadap seluruh mahasiswa internasional.

Baca Juga: AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata

Australia memperketat sistem mahasiswa internasional

Perubahan aturan keluarga berlangsung di tengah penataan lebih luas terhadap sektor pendidikan internasional dan sistem migrasi Australia.

Pemerintah Australia sebelumnya menetapkan National Planning Level sebanyak 295.000 mahasiswa internasional untuk 2027, sama dengan tingkat yang ditetapkan untuk 2026. Pemerintah menyebut pengaturan tersebut ditujukan untuk menjaga sektor pendidikan internasional tetap berkelanjutan dan berkualitas.

Biaya permohonan visa mahasiswa juga meningkat mulai 1 Juli 2026, dari AUD2.000 menjadi AUD2.500. Pemegang paspor negara ASEAN, termasuk Indonesia, memperoleh skema pengecualian dari kenaikan penuh tersebut dan tetap dikenai tarif sebelumnya dengan penyesuaian indeks harga konsumen.

Dengan rangkaian perubahan itu, mahasiswa Indonesia yang merencanakan studi di Australia perlu memperhatikan bukan hanya persyaratan kampus, tetapi juga perkembangan terbaru aturan visa bagi dirinya dan anggota keluarga.

Untuk saat ini, pengumuman pemerintah Australia memberikan pengecualian kepada kelompok ASEAN. Detail teknis mengenai bagaimana pengecualian tersebut diterapkan dalam proses permohonan visa tetap menjadi bagian penting yang perlu ditunggu sebelum aturan baru berjalan sepenuhnya.

Source: Australian Department of Home Affairs, Medcom.id
Tags: Australia

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times