22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

CIA Buka Dokumen Rahasia, India Pernah Masuk Daftar Potensi Target Al-Qaeda Sebelum 9/11

Dokumen CIA yang baru dibuka ke publik menunjukkan India pernah masuk dalam cakupan potensi sasaran jaringan Osama bin Laden sebelum serangan 9/11.

Editor by Editor
13 September 2026, 15.23 WIB
in DUNIA
Ilustrasi tumpukan dokumen intelijen

Ilustrasi dokumen intelijen. (Foto: Wesley Tingey/Unsplash)

Bulatan Times – Central Intelligence Agency (CIA) membuka puluhan dokumen intelijen yang memperlihatkan bagaimana Amerika Serikat memantau ancaman Osama bin Laden dan jaringan Al-Qaeda jauh sebelum serangan 11 September 2001.

Salah satu dokumen yang dirilis menunjukkan India pernah masuk dalam daftar negara yang dipandang berpotensi menjadi sasaran jaringan bin Laden.

Dokumen tersebut merupakan bagian dari 71 President’s Daily Brief yang dideklasifikasi CIA pada 11 September 2026, bertepatan dengan peringatan 25 tahun serangan 9/11.

  • Baca Juga: Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

India Disebut dalam Laporan Agustus 1998

Perhatian tertuju pada briefing bertanggal 28 Agustus 1998 berjudul Bin Ladin Terrorist Network Still a Threat.

Dalam laporan itu, jaringan bin Laden disebut masih memiliki kemampuan dan niat melakukan serangan meski Amerika Serikat sebelumnya telah melancarkan operasi militer ke Afghanistan.

India disebut bersama sejumlah negara lain seperti Pakistan, Mesir, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, Uganda, dan kemungkinan Nigeria sebagai kawasan yang berada dalam lingkup potensi ancaman.

Namun, dokumen yang dibuka ke publik tidak menyebut target spesifik di India maupun rincian operasi yang akan dilakukan. Karena itu, informasi tersebut lebih tepat dibaca sebagai indikasi bahwa India masuk dalam cakupan potensi sasaran jaringan bin Laden pada saat itu, bukan bukti adanya satu rencana serangan yang sudah terperinci.

CIA Sudah Pantau Ancaman Sejak 1998

Dokumen-dokumen yang kini dibuka menunjukkan CIA telah berulang kali mengingatkan pejabat senior Amerika Serikat tentang ancaman bin Laden sejak 1998.

Sejumlah briefing membahas kemungkinan serangan terhadap kepentingan Amerika, kemampuan jaringan Al-Qaeda di berbagai negara, hingga berbagai skenario ancaman yang saat itu sedang dipantau badan intelijen.

  • Baca Juga: Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat

Rangkaian dokumen tersebut memperlihatkan bahwa kekhawatiran terhadap jaringan bin Laden sudah berkembang beberapa tahun sebelum serangan 9/11 benar-benar terjadi.

Lebih dari 70 Dokumen Dibuka

CIA menyebut rilis terbaru ini sebagai pelepasan terbesar dokumen President’s Daily Brief terkait 9/11 yang pernah dilakukan lembaga tersebut.

Sebanyak 71 produk intelijen dibuka ke publik. Dokumen-dokumen itu mencakup periode dari Februari 1998 hingga 12 September 2001.

Isinya menggambarkan perkembangan penilaian CIA terhadap Al-Qaeda, pergerakan bin Laden, jaringan pendukungnya, hingga berbagai peringatan mengenai kemungkinan serangan. Sebagian dokumen masih memuat penyuntingan atau penghilangan bagian tertentu karena alasan keamanan.

Peringatan Tak Selalu Disertai Detail Operasional

Salah satu hal yang terlihat dari dokumen tersebut adalah banyak peringatan saat itu masih bersifat umum. CIA mengetahui adanya niat serangan dan meningkatnya ancaman, tetapi informasi yang tersedia sering kali belum cukup rinci untuk menunjukkan lokasi, waktu, atau metode secara pasti.

Kondisi itu kemudian menjadi bagian penting dalam evaluasi pasca-9/11 mengenai bagaimana informasi intelijen dikumpulkan, dibagikan, dan ditindaklanjuti oleh berbagai lembaga Amerika Serikat.

Serangan 9/11 Mengubah Sistem Keamanan AS

Pada 11 September 2001, anggota Al-Qaeda membajak empat pesawat komersial di Amerika Serikat. Dua pesawat menabrak menara World Trade Center di New York, satu menghantam Pentagon, sementara satu pesawat lainnya jatuh di Pennsylvania.

Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa 9/11 kemudian mengubah kebijakan keamanan Amerika Serikat secara besar-besaran dan memicu operasi global terhadap Al-Qaeda.

  • Baca Juga: Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor

Rilis dokumen CIA pada 2026 memberi gambaran lebih rinci tentang seberapa jauh ancaman bin Laden sudah dipantau sebelum serangan terjadi, termasuk fakta bahwa jaringannya dipandang memiliki potensi ancaman jauh di luar wilayah Amerika Serikat.

sumber: CIA, Kompas.com

Tags: CIAIndia

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times