23 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

Dua Gugatan di AS Persoalkan Dana Pemerintah untuk Iklan Promosi Trump

DNC dan koalisi organisasi sipil menggugat pendanaan iklan yang menampilkan Trump. Gedung Putih membantah tayangan itu sebagai kampanye politik.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
8 Oktober 2026, 18.21 WIB
in DUNIA
Pria berjas biru dan berdasi biru berbicara di mikrofon pada podium dengan bendera Amerika Serikat di belakangnya

Seorang pria berjas biru berbicara di podium dengan latar bendera Amerika Serikat.

WASHINGTON, BULATAN TIMES – Dua gugatan terpisah diajukan di Amerika Serikat pada Rabu (7/10/2026) terkait penggunaan dana pemerintah untuk membiayai iklan televisi yang menampilkan Presiden Donald Trump. Para penggugat menilai tayangan tersebut menyerupai materi kampanye politik menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.

Gugatan pertama diajukan Komite Nasional Partai Demokrat atau Democratic National Committee (DNC) ke pengadilan federal di Washington, D.C. Pada hari yang sama, koalisi organisasi masyarakat sipil yang mencakup Common Cause mengajukan perkara terpisah di New York.

Kedua gugatan mempersoalkan penggunaan anggaran federal untuk iklan yang dinilai lebih menonjolkan citra politik Trump daripada memberikan informasi layanan publik.

Baca Juga: Kepuasan Publik AS terhadap Trump Turun ke 32 Persen, Biaya Hidup Jadi Sorotan

DNC Tuduh Pemerintah Mengalihkan Dana US$20 Juta

Dalam dokumen perkara bernomor 1:26-cv-03506, DNC menuding Trump secara pribadi mengarahkan penggunaan dana pemerintah untuk menayangkan iklan tersebut.

Menurut gugatan itu, Office of Management and Budget (OMB), lembaga pengelola anggaran Gedung Putih, mengalokasikan US$20 juta dari anggaran Customs and Border Protection (CBP), instansi pengawasan perbatasan Amerika Serikat.

Dana tersebut dikaitkan dengan pos kegiatan peringatan di lingkungan CBP. Peruntukannya antara lain mencakup acara penghormatan bagi petugas yang meninggal saat menjalankan tugas, peringatan lembaga, dan kegiatan pemberian penghargaan.

DNC menyatakan penggunaan dana itu untuk iklan bernuansa politik bertentangan dengan ketentuan federal yang melarang anggaran hasil persetujuan Kongres dipakai bagi publisitas atau propaganda yang tidak diizinkan.

Gugatan tersebut meminta pengadilan menyatakan tindakan pemerintah melanggar hukum dan menghentikan penggunaan dana federal untuk memproduksi maupun menayangkan iklan yang dipersoalkan.

Biaya Penayangan Iklan Dilaporkan Melampaui US$12 Juta

Iklan televisi yang menjadi objek sengketa mulai ditayangkan pada 23 September 2026. Tayangan tersebut menampilkan Trump, kebijakan pemerintahannya, serta sejumlah pesan yang dinilai penggugat memiliki kemiripan dengan materi kampanye sebelumnya.

Beberapa iklan juga mencantumkan keterangan bahwa penayangannya dibiayai pemerintah Amerika Serikat.

Menurut laporan Associated Press yang mengutip perusahaan pemantau iklan AdImpact, biaya penayangan telah melampaui US$12 juta. Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat memberikan kontrak senilai US$20 juta untuk kampanye media tersebut.

Nilai kontrak US$20 juta itu tidak berarti seluruh dana telah dibelanjakan. Jumlah yang dilaporkan AdImpact merupakan estimasi biaya penayangan iklan hingga periode pelaporannya.

Persoalan ini muncul menjelang pemilu paruh waktu yang akan menentukan komposisi Kongres Amerika Serikat. Trump sendiri tidak menjadi kandidat dalam pemilihan tersebut.

Gedung Putih Bantah Iklan Bertujuan Kampanye

Gedung Putih sebelumnya membantah tuduhan bahwa tayangan tersebut merupakan iklan kampanye politik.

Dalam pernyataan resmi pada 25 September 2026, Gedung Putih menyebut iklan itu sebagai bentuk layanan masyarakat yang bertujuan mengingatkan warga mengenai kebijakan pemerintah dan kecintaan terhadap negara.

Pemerintah juga menekankan bahwa Trump tidak mengikuti pemilu paruh waktu dan tayangan tersebut tidak secara langsung meminta masyarakat memberikan suara kepada kandidat tertentu.

Trump kemudian menyatakan pada Senin (5/10/2026) bahwa pembiayaan iklan selanjutnya akan menggunakan dana dari MAGA Inc., organisasi politik pendukungnya, bukan lagi anggaran pemerintah.

Baca Juga: Xi Sebut MAGA Bisa Sejalan dengan Kebangkitan China, Dorong AS Jadi Mitra Bukan Rival

Namun, perubahan rencana pendanaan itu belum menyelesaikan persoalan biaya yang telah dikeluarkan. Trump belum memberikan komitmen untuk mengganti dana pemerintah yang sebelumnya dipakai membiayai iklan.

Menurut Associated Press, satu iklan baru yang mulai ditayangkan pada Selasa (6/10/2026) masih memuat keterangan bahwa pembiayaannya berasal dari pemerintah Amerika Serikat.

Gugatan Kedua Diajukan Koalisi Organisasi Sipil

Selain DNC, koalisi yang mencakup Common Cause, kelompok serikat pekerja, dan seorang kandidat legislatif Partai Demokrat juga menggugat penggunaan anggaran tersebut.

Gugatan kedua diajukan di pengadilan federal New York dengan bantuan organisasi advokasi hukum Democracy Forward.

Koalisi penggugat menilai pemerintah menggunakan dana yang telah dialokasikan Kongres untuk tujuan yang berbeda dari peruntukannya. Mereka juga mempersoalkan kontrak iklan senilai US$20 juta yang diberikan melalui Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Gugatan itu meminta pengadilan menghentikan pembiayaan iklan menggunakan uang pemerintah, membatalkan pengalihan anggaran beserta kontrak terkait, dan memerintahkan pemerintah mengupayakan pemulihan dana yang belum dibelanjakan.

Source: Dokumen Gugatan DNC; Associated Press
Tags: Amerika SerikatDonald TrumpIklan PolitikPartai Demokrat AS

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times