23 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

Emas Venezuela Masuk AS lewat Kesepakatan Trump, Kilang Enggan Memprosesnya

Emas Venezuela sudah masuk ke AS melalui kesepakatan yang didukung pemerintahan Trump, tetapi kilang menghadapi masalah verifikasi asal dan rantai pasok.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
5 Oktober 2026, 02.39 WIB
in DUNIA
Ilustrasi emas Venezuela di fasilitas pemurnian Amerika Serikat

Ilustrasi emas Venezuela di fasilitas pemurnian Amerika Serikat. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Emas asal Venezuela bernilai ratusan juta dolar yang masuk ke Amerika Serikat melalui kebijakan perdagangan pemerintahan Donald Trump dilaporkan masih tertahan di gudang karena kilang pemurnian enggan memprosesnya.

Logam yang dikirim bukan emas batangan siap jual, melainkan gold doré, campuran emas semi-murni yang masih harus dilebur dan dimurnikan sebelum dapat dipasarkan sebagai emas batangan standar.

Laporan investigasi The New York Times yang kemudian dikutip sejumlah media industri menyebut penolakan kilang berkaitan dengan kesulitan memastikan emas tersebut tidak terhubung dengan kelompok kriminal, korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, atau kerusakan lingkungan di sepanjang rantai pasoknya.

Kekhawatiran itu muncul meskipun pemerintah AS secara hukum telah membuka jalur bagi perdagangan dan pemurnian emas Venezuela.

Baca Juga: AS-China Sepakati Tarif Lebih Ringan untuk Barang Senilai Rp537,5 Triliun per Arah

Kilang Harus Bisa Membuktikan Asal Emas

Kilang besar tidak cukup hanya menerima emas dan melebur kembali logam tersebut. Mereka harus mengetahui asal tambang, pihak yang memasok, jalur pengangkutan, hingga pihak lain yang terlibat sebelum emas sampai ke fasilitas pemurnian.

London Bullion Market Association (LBMA), yang standar pemurniannya digunakan luas dalam perdagangan emas global, mewajibkan kilang dalam daftar Good Delivery memiliki sistem pelacakan asal emas dan rantai kepemilikannya.

Dokumen yang harus diperiksa dapat mencakup bukti lokasi tambang, dokumen pengangkutan, berat dan kadar emas, serta catatan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok.

Untuk pasokan dari wilayah berisiko tinggi, pemeriksaan menjadi lebih ketat. Kilang harus menilai risiko pelanggaran HAM, pendanaan kelompok bersenjata, pencucian uang, korupsi, dan berbagai bentuk kejahatan dalam rantai pasok.

Risiko bagi perusahaan pemurnian juga bersifat komersial. Pelanggaran serius terhadap standar responsible sourcing dapat mengancam status kilang dalam LBMA Good Delivery List dan membatasi aksesnya ke pasar emas London.

Kesepakatan Emas Venezuela Dimulai Maret 2026

Pembukaan perdagangan emas Venezuela ke AS dimulai pada awal Maret.

Minerven, perusahaan tambang emas milik negara Venezuela, mencapai kesepakatan dengan perusahaan perdagangan komoditas Trafigura untuk memasok sekitar 650 kilogram hingga 1 ton gold doré bagi pasar Amerika Serikat.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kesepakatan itu kepada Reuters dan menyatakan Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum turut membantu prosesnya atas arahan Trump.

Pada 6 Maret, Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS menerbitkan General License 51 yang membuka transaksi tertentu untuk emas asal Venezuela. Izin tersebut kemudian beberapa kali diperbarui.

Trafigura pada Maret menyatakan akan membeli gold doré hanya dari operasi yang dimiliki Minerven, bukan dari pemasok pihak ketiga. Perusahaan juga menyatakan akan membangun program responsible sourcing agar pasokan tersebut memenuhi standar pasar internasional.

Baca Juga: Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor

Minerven Pernah Dijatuhi Sanksi AS

Riwayat Minerven menjadi salah satu faktor yang membuat asal-usul emas Venezuela mendapat perhatian ketat.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Minerven pada 2019. Saat itu pemerintah AS menuding sektor emas Venezuela berkaitan dengan praktik korupsi, kerusakan lingkungan, penggunaan merkuri berbahaya, serta aktivitas kriminal di kawasan pertambangan.

Minerven tetap disebut sebagai perusahaan yang terkena sanksi ketika kesepakatan dengan Trafigura berjalan pada 2026. Namun, lisensi khusus OFAC memungkinkan transaksi tertentu tetap dilakukan tanpa mencabut seluruh kerangka sanksi terhadap Venezuela.

Trafigura menyatakan pembelian dibatasi pada emas dari tambang milik Minerven untuk menghindari material dari pihak ketiga di kawasan Orinoco Mining Arc, wilayah yang sebelumnya dikaitkan dengan eksploitasi pekerja dan kelompok kriminal.

AS Izinkan Pemurnian, tetapi Wajib Ada Jejak Rantai Pasok

Aturan terbaru OFAC dalam General License 51C secara eksplisit mengizinkan ekspor, penjualan, penyimpanan, pembelian, pengangkutan, hingga pemrosesan dan pemurnian mineral asal Venezuela, termasuk emas, oleh entitas AS yang memenuhi ketentuan.

Artinya, emas Venezuela yang berada di AS tidak tertahan karena larangan federal untuk memurnikannya.

Namun, aturan yang sama mewajibkan pihak yang melakukan transaksi menyerahkan dokumentasi mengenai rencana uji tuntas rantai pasok untuk menentukan chain of custody mineral tersebut. Laporan juga harus mencakup pihak yang terlibat, jumlah, deskripsi, harga pembelian, waktu transaksi, serta pembayaran kepada pemerintah Venezuela.

Pelaporan pertama harus dilakukan paling lambat 10 hari setelah transaksi pertama dan kemudian diperbarui setiap 30 hari selama transaksi berlangsung.

Source: U.S. Treasury; Reuters
Tags: Amerika SerikatDonald TrumpVenezuela

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times