22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home DUNIA

Xi Jinping Tiba di AS, Disambut Trump dan Komunitas China di Washington

Xi Jinping tiba di Washington untuk kunjungan kenegaraan dan mendapat sambutan langsung Donald Trump di Joint Base Andrews serta pendukung dari komunitas China.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
24 September 2026, 14.18 WIB
in DUNIA
Xi Jinping dan Donald Trump dalam penyambutan kenegaraan di Amerika Serikat

Xi Jinping dan Donald Trump dalam rangkaian penyambutan kunjungan kenegaraan di Amerika Serikat. (Foto: AFP)

Bulatan Times – Presiden China Xi Jinping tiba di Amerika Serikat untuk menjalani kunjungan kenegaraan selama tiga hari, dengan penyambutan yang tidak biasa dari Presiden AS Donald Trump di Joint Base Andrews, Maryland.

Xi tiba bersama istrinya, Peng Liyuan, pada Rabu sore waktu setempat, 23 September 2026. Trump dan Ibu Negara Melania Trump sudah menunggu di dekat pesawat untuk menyambut keduanya.

Kehadiran seorang presiden AS langsung di pangkalan udara untuk menerima kepala negara asing merupakan gestur yang jarang dilakukan.

Biasanya, presiden Amerika Serikat menerima tamu negara dalam upacara resmi di Gedung Putih.

Penyambutan personal tersebut memberi simbol diplomatik kuat menjelang pertemuan Xi dan Trump yang akan membahas hubungan dua negara dengan perekonomian terbesar dunia.

Baca Juga: Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor

Trump langsung menyambut Xi di Joint Base Andrews

Pesawat yang membawa Xi mendarat di Joint Base Andrews, pangkalan militer di luar Washington, sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Xi dan Peng kemudian turun dari pesawat dan disambut Trump serta Melania.

Anak-anak Amerika Serikat menyerahkan bunga kepada Xi dan Peng, sementara pasukan kehormatan berdiri di sepanjang karpet merah. Penyambutan juga mencakup penghormatan 21 tembakan meriam, lagu kebangsaan kedua negara, dan atraksi udara militer.

Gedung Putih sebelumnya memang telah mengumumkan bahwa Trump akan datang ke Joint Base Andrews untuk menerima Xi secara langsung.

Langkah tersebut tidak lazim karena presiden AS biasanya menunggu kepala negara tamu di Gedung Putih.

Xi datang bersama Peng Liyuan dan pejabat senior China

Xi tidak datang sendiri.

Selain Peng Liyuan, delegasi China mencakup sejumlah pejabat senior.

Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi Cai Qi, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China sekaligus Direktur Kantor Umum Komite Sentral, termasuk dalam rombongan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga ikut dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan berlangsung atas undangan Trump dan dijadwalkan pada 23–25 September.

Ini juga menjadi pertemuan langsung kedua Xi dan Trump tahun ini setelah keduanya bertemu di Beijing pada Mei.

Pendukung menyambut di sepanjang perjalanan Xi

Penyambutan tidak berhenti di pangkalan udara.

Ketika iring-iringan Xi bergerak menuju hotelnya di Washington, kelompok pendukung berkumpul di sejumlah titik.

Sumber resmi pemerintah China menyebut perwakilan warga China di luar negeri dan pelajar berdiri di sepanjang jalan sambil membawa bendera China dan Amerika Serikat.

Laporan lapangan di Washington juga menemukan kelompok pendukung berkumpul di sekitar Waldorf Astoria, tempat Xi menginap.

Sebagian membawa bendera kedua negara dan spanduk penyambutan. Ada pula orang yang datang dari luar Washington khusus untuk menyaksikan kunjungan tersebut.

Seorang pendukung berusia 55 tahun yang diwawancarai media datang bersama rombongan dari New York City.

Ia memiliki green card Amerika Serikat tetapi masih mengidentifikasi dirinya sebagai orang China dan menyatakan antusias menyambut Xi.

Baca Juga: AS Kaitkan Citra Satelit China dengan Serangan Iran ke Pangkalan di Yordania

Komunitas China-Amerika tidak mempunyai satu sikap

Namun, kerumunan di Washington tidak hanya berisi pendukung.

Kelompok demonstran yang menentang Xi juga terlihat di sejumlah lokasi.

Kondisi tersebut membuat jalanan Washington menampilkan dua reaksi berbeda terhadap kunjungan pemimpin China: dukungan dan protes.

Pandangan masyarakat keturunan China di Amerika Serikat juga beragam.

Sebagian melihat kunjungan tersebut sebagai kesempatan memperbaiki hubungan kedua negara.

Sebagian lainnya justru khawatir memburuknya hubungan Washington-Beijing dapat meningkatkan kecurigaan terhadap masyarakat keturunan China yang tinggal di AS.

Karena itu, istilah komunitas China-Amerika tidak seharusnya diperlakukan sebagai satu kelompok dengan pandangan politik yang seragam.

Chinatown Washington berharap mendapat dampak ekonomi

Kunjungan Xi bahkan mempunyai dimensi yang lebih lokal bagi sebagian warga.

Sejumlah pelaku usaha di Chinatown Washington berharap kedatangan rombongan, pendukung, demonstran, media, dan pengunjung dapat membawa lebih banyak konsumen ke kawasan tersebut.

Seorang warga keturunan China-Malaysia yang telah tinggal lebih dari dua dekade di Washington mengatakan komunitas China di kawasan metropolitan kini tersebar jauh di luar pusat kota.

Kunjungan Xi membuat sebagian dari mereka kembali berkumpul di pusat Washington, setidaknya selama tiga hari.

Harapannya sederhana: semakin banyak orang datang, semakin besar pula peluang restoran dan bisnis lokal memperoleh pelanggan.

Kunjungan pertama Xi ke Washington dalam lebih dari satu dekade

Kunjungan kali ini mempunyai bobot diplomatik tersendiri.

Gedung Putih menyebut kunjungan Xi dan Peng ke Gedung Putih merupakan yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

Kunjungan berlangsung ketika hubungan AS-China masih diwarnai persaingan ekonomi, teknologi, dan geopolitik.

Kedua pemerintahan mempunyai kepentingan mempertahankan hubungan yang relatif stabil, tetapi masih berbeda dalam sejumlah isu besar.

Pertemuan utama berlangsung di Gedung Putih

Agenda utama Xi berlangsung pada Kamis, 24 September.

Trump dan Melania dijadwalkan menerima Xi serta Peng dalam upacara kenegaraan di Gedung Putih.

Setelah itu, Xi dan Trump akan melakukan pembicaraan bilateral.

Pertemuan tersebut menjadi summit kedua mereka pada 2026. Kedua pihak berupaya mempertahankan stabilitas hubungan meskipun persaingan strategis tetap kuat.

Perdagangan menjadi salah satu isu penting.

Washington dan Beijing telah menjalankan gencatan dagang yang menahan sebagian eskalasi tarif antara kedua negara.

Menjelang pertemuan Xi-Trump, kedua pihak juga menyepakati perpanjangan sementara gencatan tersebut.

AI ikut masuk agenda pembicaraan

Persaingan kecerdasan buatan menjadi isu lain yang mendapat perhatian.

AS dan China sama-sama menempatkan AI sebagai teknologi strategis.

Persoalannya bukan hanya kemampuan model AI, tetapi juga akses terhadap semikonduktor, pusat data, energi, rantai pasok, dan teknologi manufaktur chip.

AI termasuk isu yang diperkirakan dibicarakan dalam pertemuan Trump-Xi, bersama perdagangan, Taiwan, Iran, dan sejumlah persoalan keamanan internasional.

Namun, belum ada kepastian bahwa pertemuan akan menghasilkan kesepakatan besar dalam bidang tersebut.

Taiwan tetap menjadi isu sensitif

Taiwan tetap menjadi salah satu sumber perbedaan terbesar antara Washington dan Beijing.

China memandang Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan menentang hubungan resmi maupun dukungan militer negara lain terhadap Taipei.

Amerika Serikat mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan selama bertahun-tahun menjadi pemasok persenjataan penting bagi pulau tersebut.

Menjelang pertemuan, sejumlah sekutu AS di Asia memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan.

Belum ada bukti bahwa kesepakatan mengenai perubahan kebijakan Taiwan telah dibuat.

Karena itu, kemungkinan kompromi mengenai Taiwan tetap merupakan pertanyaan terbuka menjelang pembicaraan.

Iran juga menjadi bagian dari pembicaraan

Pertemuan berlangsung ketika konflik di Timur Tengah ikut memengaruhi ekonomi dan diplomasi global.

China mempunyai hubungan ekonomi penting dengan Iran, sementara Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Teheran.

Washington berharap Beijing dapat memainkan peran dalam mendorong stabilitas, tetapi posisi kedua negara mengenai Iran tidak sepenuhnya sama.

Harga energi juga membuat perkembangan di Timur Tengah mempunyai dampak langsung terhadap perekonomian kedua negara.

Bagi China, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya energi.

Bagi AS, harga energi mempunyai implikasi terhadap inflasi domestik.

Jamuan kenegaraan mempertemukan Xi dengan elite bisnis AS

Agenda kunjungan juga mencakup jamuan makan malam kenegaraan.

Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dan keuangan Amerika Serikat dilaporkan masuk daftar undangan.

Kehadiran pemimpin industri teknologi menjadi relevan karena perusahaan-perusahaan AS mempunyai kepentingan besar terhadap pasar China sekaligus menghadapi pembatasan teknologi antara kedua negara.

Pertemuan informal dalam jamuan kenegaraan dapat menjadi ruang komunikasi tambahan di luar negosiasi resmi pemerintah.

Kunjungan berakhir 25 September

Xi dijadwalkan berada di Amerika Serikat hingga Jumat, 25 September.

Gedung Putih merencanakan agenda tambahan sebelum keberangkatan, termasuk kegiatan Xi dan Peng bersama Trump serta Melania.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan pertukaran mendalam mengenai hubungan bilateral serta isu internasional yang berkaitan dengan perdamaian dan pembangunan.

Hasil konkret pertemuan baru dapat dinilai setelah pembicaraan resmi selesai.

Untuk sementara, pesan pertama dari kedatangan Xi terlihat dari simbol diplomatiknya.

Trump memilih tidak menunggu tamunya di Gedung Putih, tetapi datang sendiri ke Joint Base Andrews.

Sementara di luar rangkaian protokol resmi, bendera China dan Amerika Serikat terlihat dibawa sebagian pendukung di jalan-jalan Washington—berdampingan dengan demonstran yang mempunyai pandangan berbeda terhadap pemimpin China tersebut.

Source: White House, Reuters
Tags: Amerika SerikatChina

Related Posts

Rangkaian dua kereta penumpang yang rusak dan keluar dari rel dengan tim penyelamat di lokasi kecelakaan
DUNIA

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Jalur Madrid-Andalusia Ditutup

Oktober 29, 2026
Bendera Singapura berwarna merah putih dengan bulan sabit dan lima bintang berkibar di langit biru
DUNIA

Kedubes Singapura Bantah Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Akan Koordinasi dengan Komdigi

Oktober 26, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times